
...Bangkok, Thailand....
Setelah menempuh perjalanan hampir 3 setengah jam jalur udara, lalu setengah jam jalur darat, Mike dan Aera kini sudah sampai di tempat tujuan, kedatangan mereka disambut dengan baik oleh beberapa rekan bisnis Mike, karena tujuan utama mereka ke sini memang untuk melakukan bisnis!
"Sawadee Kha."
Aera mengangguk pelan dengan senyuman dan kedua tangannya yang mengatup di depan dada, meski sering menonton series Thailand, tapi Aera sekarang malah kebingungan harus merespon seperti apa?! Padahal ini juga bukan kali pertama Aera menginjakan kakinya di Thailand!
Aera dan Mike diajak untuk masuk terlebih dahulu, ada acara makan-makan bersama untuk menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang di Bangkok, semoga Anda betah selama di sini," ucap seorang wanita yang usianya jauh lebih tua dari Aera.
"Anda bisa bahasa Indonesia?" tanya Aera heran.
"Saya lahir dan besar di Indonesia, hanya saja saya ikut suami untuk tinggal di Thailand!"
Aera mengangguk paham.
Setelah perkenalan satu sama lain, Aera mengetahui kalau wanita di hadapannya sekarang ini bernama Nyonya Naya. Istri dari Tuan Kob Sinn, seorang pria kaya raya, sesuai namanya.
Tuan Kob Sinn dan Mike berkerja sama untuk membangun sebuah pusat perbelanjaan yang akan menyediakan barang-barang dan kebutuhan pokok orang-orang Asia yang sedang berkunjung atau menetap di Thailand. Pembangunan itu sekarang sudah berjalan hampir 99 persen. Dan ini adalah kali ketiga Mike datang untuk meninjau langsung, sekaligus untuk menghadiri acara peresmian nanti!
Keduanya juga bekerja sama dengan beberapa pengusaha dari negara lain yang masih berada dalam kawasan benua Asia, terutama Asia Tenggara. Bisa dibilang ini adalah proyek yang akan memberikan efek yang cukup besar bagi mereka yang terlibat di dalamnya!
Sementara Mike sibuk membicarakan masalah bisnisnya, Nyonya Naya mengajak Aera untuk berkeliling terlebih dahulu, sekaligus mengantar Aera ke tempat penginapannya.
"Saya pikir Tuan Mike tidak akan menikah dengan gadis secantik, Anda. Karena pernah tersebar rumor kalau Tuan Mike adalah seorang Gay!"
"Hahaha, Nyonya percaya rumor seperti itu?"
"Tidak juga, apalagi Tuan Mike terlihat begitu gagah dan mempesona, banyak rekan-rekan kami yang terpikat sebelumnya."
"Benarkah?"
"Itu dulu, sekarang kan sudah ada istri secantik dan semanis Anda. Pasti mereka akan segan."
"Aera terbang loh dari tadi, kalau dipuji-puji terus!" canda Aera.
"Hahaha, memang begitu faktanya, 'kan?"
Aera tersipu malu. Sesampainya mereka di penginapan, Nyonya Naya langsung pamit undur diri dan meminta Aera untuk beristirahat terlebih dahulu, karena Nyonya Naya sendiri ada urusan lagi setelah ini.
"Hufs, akhirnya bisa ketemu kasur lagi!" Aera melempar tubuhnya ke atas kasur yang begitu empuk, berguling ke kanan dan kiri.
Sesaat Aera kembali teringat dengan kejadian selama perjalanan mereka tadi. Di pesawat Aera terus menempel pada Mike dan pria itu tak menolak, malah membalas dengan beberapa hal yang membuat Aera sempat salah tingkah sendiri.
Seperti saat Mike mengelus bahunya ketika kepala Aera bersandar pada dada Mike. Atau saat Mike menggandeng tangannya selama di bandara!
"Kok tiba-tiba berubah jadi manis gini sih?!" gumam Aera. Tapi terlepas dari kejanggalan itu, Aera merasa jauh lebih bahagia dan nyaman ketika berada di dekat Mike sekarang!
My Sugar Daddy :
Jangan ke mana-mana, tunggu aku di penginapan!
"Eh panjang umur, baru aja dipikirin!" ucap Aera setelah membaca pesan masuk dari Mike!
^^^Aera :^^^
^^^Siap, laksanakan, Dad.^^^
^^^Jangan lama-lama, yaaa.^^^
^^^Aera udah kangen soalnya!^^^
Aera cekikikan sendiri, kini ia bingung harus melakukan apa, jadi Aera memutuskan untuk berendam dan akan berdandan cantik untuk menyambut kepulangan Mike nanti!
Selain itu, Aera juga mulai memikirkan bagaimana caranya ia bisa bertemu dengan Bright Vachirawit!
***********
"Kenapa ngeliatinnya sampai kayak gitu? Terpesona ya sama kecantikan Aera?!"
Aera mengibaskan rambutnya ke belakang, hingga leher putihnya yang dihiasi oleh kalung pemberian Papa Arga terpampang jelas dengan bahu yang juga terekspos karena sekarang Aera sedang menggunakan drees berwarna hitam yang cukup ketat, membentuk lekuk tubuh dengan ukuran panjang di bawah lutut Aera!
"Dingin! Sana ganti baju!"
"Ish, dingin dari mana? Panas gini loh, Dad?!"
__ADS_1
"Bocah ini, hobinya mancing! Giliran nanti udah kepancing malah dia yang playing victim!" Batin Mike geram.
"Ganti baju ya, nanti masuk angin," bujuk Mike lembut.
"Aera nggak cocok ya pakek dress ini?" Wajah ceria Aera mulai terlihat murung.
"Cocok kok!"
"Hmm." Aera memutar tubuhnya, berjalan mendekati lemari tempat ia menyimpan beberapa pakaiannya dan Mike.
"Yang ngambek nggak diajakin jalan-jalan!" ucap Mike.
"Siapa yang ngambek? Aera nggak ngambek kok!"
"Nggak ngambek, tapi mukanya udah kayak jemuran yang belum disetrika! Kusut!"
"Em, nih, nih, Aera senyum nih, puas?!" balas Aera dengan wajah yang tersenyum paksa.
"Pait!"
"Daddy!!"
Mike menggeleng pelan, ia membuka kancing kemejanya satu persatu, berniat untuk mandi terlebih dahulu, niatnya ingin mengajak Aera jalan-jalan malam, tapi karena hari ini cukup melelahkan, jadi Mike memilih untuk melakukannya di lain waktu!
Sembari menunggu Mike selesai mandi, Aera menyiapkan baju untuk pria itu, sedangkan Aera sendiri sekarang sudah menggunakan sebuah kaos dan celana pendek, tidak ada bedanya, sama-sama bikin masuk angin!
Dengan santai Aera duduk di sofa, menikmati camilan sambil men-scroll akun sosial medianya.
"Kok banyak banget ya kasus orang selingkuh? Apalagi trend?" gumam Aera, pasalnya hampir setiap hari Aera melihat berita perselingkuhan berseliweran di mana-mana!
"Nggak yang cowok, nggak yang cewek, ada-ada aja, udah punya istri dan suami, cantik, ganteng dan sebaik itu, masih kurang apa coba, padahal juga mereka nggak kekurangan harta, ya? Aneh!" gerutu Aera ikut mengomentari.
"Ish, jauh-jauh deh, tanpa pelakor aja masih gini, apalagi ditambah ada pelakor, apa nggak hancur nih pernikahan?!" Aera merinding sendiri, tidak sanggup membayangkannya.
"Kamu nggak ada baju lain?" ucap Mike yang baru keluar dari kamar mandi.
"Hish, adalah, banyak, tapi di rumah!"
"Bocah!"
"Woi, Daddy?!" lanjut Aera.
"Hmm."
"Daddy ada niatan buat selingkuh nggak?"
"Nggak."
"Kenapa?"
"Aku benci pengkhianat!"
"Awas aja ya kalau sampai Daddy selingkuh! Aera cabik-cabik semua daging Daddy, sampai kesisa tulangnya doang!"
"Cih, kamu sendiri?"
"Aera? Selingkuh? Nggak level! Cewek mahal nih, Boss. Senggol dong!"
"Yakin?"
"Iya dong! Lagian mana bisa Aera berpaling dari suami sesempurna ini, udah ganteng, pinter, kaya! Ya walaupun sedikit ngeselin sih!" ucap Aera dengan mata yang berkedip-kedip ke arah Mike.
"Koala?"
"Apa!"
"Maaf."
"Eh? Kenapa lagi?"
"Maaf untuk malam itu."
Aera terdiam dengan pandangan yang tertunduk. "Udah lupain aja, Dad. Lagian nggak sepenuhnya salah Daddy, salah Aera juga!"
"Kalau seandainya itu terjadi lagi, apa kamu bakal ninggalin aku?"
Aera mengangkat kepalanya, menatap Mike yang duduk di tepi kasur. "Apakah satu kesempatan belum cukup untuk memperbaiki semuanya, Dad?"
__ADS_1
"Entah, aku takut akan mengulangi kesalahan yang sama!"
Aera yang menyadari perubahan raut wajah Mike pun langsung bangkit dari duduknya, mendekati Mike.
"Ayo mulai semuanya dari awal lagi!" Aera mengulurkan tangannya. "Anggap saja ini adalah pertemuan pertama kita setelah dijodohkan oleh kedua orangtua kita, bagaimana?"
Cukup lama tangan Aera terulur, hingga Mike menyambut uluran tangan itu, "Deal!"
"Oke, deal! Kenalin, aku Aera!"
"Mike!"
"Aku di sini sebagai istri!"
"Emang harus gitu?"
"Iya, Dad! Dan mulai sekarang jangan panggil aku, Koala, kura-kura, penyu, atau apapun itu lagi! Inget, ya! Panggil Aera! Atau Baby juga boleh!"
"Cih!"
"Coba tes dulu!"
"Apa?!"
"Panggilannya! Ayo, Dad!"
"Hmm. Aera."
"Baby-nya mana?"
"Babi---"
"Ish, Daddy!! Masak Aera disamain sama Babi!" Aera menggigit lengan Aera dengan gerakan yang begitu cepat! Meski begitu Mike tak merespon apa-apa, hanya menatap Aera sampai gadis itu melepas gigitannya.
"Udah?"
"Hehehe, nggak sakit?"
"Nggak."
"Daddy mau lagi?"
Mike menyodorkan lengannya pada Aera, "Gigit sampai kamu puas."
"Hiks, Aera udah kayak vampir aja ya nggak sih?"
"Lebih ke hewan buas sih!"
"Ih, kalau gitu Daddy yang jadi santapan empuknya!"
"Ya, ya, ya, silahkan!" Mike merebahkan tubuhnya di atas kasur, menatap Aera yang malah bengong! "Nggak mau tidur?"
"Mau!"
"Sini!" Mike menepuk lengannya. Dengan cepat Aera naik ke atas kasur, merebahkan kepalanya di lengan Mike dengan tangan kanan memeluk pinggang pria itu.
"Udah, sekarang tidur!"
"Ish, ucapin selamat malam kek, atau apa!"
"Hmm."
"Ayo, Dad!"
"Selamat malam!"
"Nggak gitu!"
"Bawel!"
"Selamat malam, Istriku, terus cium kening! Gitu aja nggak bisa! Dasar pa---"
"Selamat malam, Istriku. Emuach, udah, sekarang tidur yang nyenyak!"
"Aaaaaaa."
Aera menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada bidang Mike, ingin rasa Aera berteriak saking bapernya!
__ADS_1