Menikah Dengan Sugar Daddy

Menikah Dengan Sugar Daddy
Cemburu?


__ADS_3

"Aera, bangun!" Mike berusaha menyingkirkan tangan Aera yang masih memeluk erat tubuhnya, masalahnya di luar sana matahari sudah tampak bersinar terang, dan mereka masih saja berpelukan di atas kasur akibat ulah Aera.


"Aera masih ngantuk, Dad!"


"Bangun!"


"Eeemm, Aera masih mau peluk!"


"Aera? Bangun nggak?!"


"Ish, jangan marah-marah napa, Dad! Aera kan cuman mau manja-manjaan aja!" Aera melepas pelukannya sambil menatap Mike dengan wajah cemberut.


"Bangun, cuci muka sana!"


"Kiss dulu!" ucap Aera dengan bibir monyong dan mata yang terpejam. Cukup lama, Aera akhirnya membuka mata, dan zonk, Mike sudah hilang dari hadapannya!


"Sialan berani-beraninya nolak Aera!" gerutu Aera kesal, dengan gerakan cepat ia turun dari kasur, bermaksud mencari keberadaan Mike, dan ternyata pria itu sedang di luar kamar, berbicara dengan seseorang.


"Daddy!" panggil Aera setelah lawan bicara Mike tadi pergi. "Dia siapa? Ngapain pagi-pagi ke sini?"


"Nggak penting!"


"Penting bagi Aera, mana dia pakek pakaian seksi lagi!"


"Masih pagi, jangan mulai drama!"


"Ish, makanya jawab, yang tadi siapa?"


"Keponakan Tuan Kob Sinn!"


"Dia ngapain ke sini? Apa perlu apa?"


Mike menatap Aera yang juga menatapnya dengan tatapan penuh intimidasi.


"Dia ke sini karena nomerku tidak dapat dihubungi!"


"Oh."


"Kamu kenapa?"


"Nggak apa-apa!" Aera kembali masuk, meninggalkan Mike yang mematung kebingungan.


Sebelum meninggalkan penginapan, Mike sempat bertanya apakah Aera ingin ikut dengannya? Tapi Aera menolak dan memilih untuk tetap di penginapan saja!


"Kalau kamu mau keluar, jangan lupa kabarin!"


"Iya. Hati-hati."


Aera menggeram kesal setelah kepergian Mike, pasalnya Mike tidak peka dengan perasaan Aera! Pria itu sudah menolak untuk menciumnya dan malah asik mengobrol dengan seorang wanita di depan kamar penginapan mereka!


"Aku lagi cemburu?" gumam Aera setelah terdiam sepersekian detik. "Ish, bodoamat! Dia kan Suamiku, jadi wajarlah aku cemburu!! Persetanan dengan cinta, intinya apapun yang menjadi milik Aera, nggak boleh didekatin sama orang lain!!"


*******


Mendekati jam makan siang, Aera mulai merasa bosan di dalam penginapan dan memutuskan untuk keluar mencari tempat yang cocok untuk makan siang!


Sesuai pesan Mike, Aera mengabari pria itu kalau dirinya akan keluar dari penginapan!


^^^Aera :^^^


^^^Daddy, Aera keluar buat makan siang.^^^


My Sugar Daddy :


Sendiri?


^^^Aera :^^^


^^^Pakek nanya!^^^


^^^Mau sama siapa lagi?!^^^


My Sugar Daddy :

__ADS_1


Pergi bersama Rut, dia akan mengantar dan menjagamu!


^^^Aera :^^^


^^^Rut? Siapa?^^^


Saat Aera sedang menunggu jawaban dari Mike, seorang pria tiba-tiba saja menghampiri Aera yang sudah berada di luar kamar penginapannya.


"Apakah Anda Nyonya Aera?" tanya pria itu sopan dalam bahasa Inggris.


"Iya, saya?"


"Saya Rut, Tuan Mike meminta saya untuk mengawal Anda!"


Aera terdiam sambil memperhatikan Rut dari atas sampai bawah, pria itu tampak terlihat lebih tua dari Aera, tapi lebih muda juga dibandingkan dengan Mike, ia mengenakan pakaian formal, dengan kemeja putih, jas hitam dan celana hitam panjang.


"Mendadak punya sopir pribadi nih." Batin Aera. Tanpa banyak basa-basi Aera langsung mengangguk dan berjalan terlihat dahulu, Rut berjalan dua langkah di belakang Aera.


"Eh?" Aera mematung saat melihat sebuah mobil Lamborghini Aventador berwarna merah menyala terparkir di halaman penginapan, Rut berlari kecil membukakan pintu mobil untuk Aera.


"Silahkan, Nyonya."


"Terimakasih---"


"Saya harus mengantar Anda ke mana?"


"Saya mau makan siang, apakah kamu tau tempat makan siang yang menyediakan menu lokal di sekitar sini?"


Rut mengangguk dan mulai membawa laju mobil menuju salah satu tempat makan yang cukup terkenal, yaitu Soi Polo Fried Chicken, disebut oleh penduduk setempat sebagai satu tempat ayam goreng terbaik di Bangkok.


Ayam gorengnya dibumbui dengan lada hitam dan ditaburi bawang putih coklat keemasan yang renyah. Selain itu, Soi Polo Fried Chicken juga menyediakan beberapa menu vegetarian, tempat ini cocok untuk makan siang ataupun makan malam.


Selama Aera menikmati hidangan yang dipesannya, Rut dengan sabar menunggu, pria itu tidak mau diajak makan siang bersama oleh Aera, ia lebih memilih menunggu hingga kapan pun Aera selesai dengan kegiatan makannya.


Setelah merasa puas dengan makan siang yang sangat memanjakan lidah, kini Aera meminta Rut untuk mengantarnya menuju Swensen’s, salah satu toko es krim ingin sekali Aera kunjungi di Bangkok!


Saat Aera tengah asik menikmati es krim pesanannya, seseorang tiba-tiba saja memegang pundak Aera.


"Aera?"


"Duduk, Kak!" ucap Aera.


"Tadinya aku kira salah liat orang, ternyata beneran kamu, nggak berubah ya, masih sama kayak dulu!" ucap Yuda dengan tatapan yang tak lepas dari Aera.


"Hahaha, Kak Yuda bisa aja!" jawab Aera tersipu malu.


"Oya, kembaran kamu mana? Tumben sendirian?"


"Kaela? Dia kan lanjut kuliah di London!"


Yuda mengangguk-anggukkan pelan. "Terus kamu ke sini sama siapa? Mama Papa mana?"


"Eh, Kak Yuda belum tau ya kalau Aera udah nikah!"


"Nikah?"


"Iya! Baru-baru ini sih, belum lama!"


"Seriusan?"


"Iya, Kak. Hehehe, maaf nggak inget kasih undangan!"


"Sama siapa? Bara?"


"Eh, bukan, bukan sama Kak Bara! Kalau sama Kak Bara nggak mungkinlah Kak Yuda sampai nggak diundang dan nggak tau apa-apa!"


"Terus sama siapa?"


"Ada deh, kapan-kapan Aera kenalin kalau ketemu di Indo!"


"Yah, kamu! Emang sekarang suami kamu ke mana? Kok bisa tenang ya biarin istri semanis ini keluar sendirian di negeri orang!"


"Hahaha, dia lagi ada urusan, lagian Aera nggak sendirian juga sih sebenernya, ada yang nganterin!"

__ADS_1


"Ini kamu nggak becanda kan, Ra? Kamu nggak lagi boongin aku, kan? Kok aku benar-benar nggak tau kalau kamu udah nikah! Bara juga nggak ada cerita apa-apa!"


"Astaga, ngapain becanda Kak, Aera serius! Nih, cincin nikahnya Aera pakek!" Aera menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya.


"Hancur," lirih Yuda.


"Apa yang hancur, Kak?"


"Nggak apa-apa, aku baru inget kalau harus perbaiki vas bunga yang hancur di apartemen!"


"Ooo, vas bunga."


"Aera?"


"Iya, Kak?"


"Titip salam ya buat Bara, kalau ada waktu luang suruh di main ke sini!"


"Oke nanti Aera sampein, Kak Yuda sendiri kenapa nggak pernah balik ke indo lagi, lebih nyaman di sini ya?"


Yuda tersenyum kecil. "Ada banyak alasan, Ra."


"Em, gitu ya, Kak. Kak Yuda mau es krim?"


"Nggak tertarik lagi, udah ada yang lebih manis dari es krim di depan mata!" goda Yuda becanda.


"Hahaha, skill playboy-nya masih melekat ya, Kak? Udah dapet berapa selama di sini?"


"Oh jangan salah ya, Ra. Gini-gini aku udah tobat! Udah nggak mainin cewek lagi!"


"Iyakah? Aera sih lebih percaya batu bisa ngomong dari pada percaya sama omongan Kak Yuda!"


"Astaga nih anak, ya!" Yuda gemas sendiri hingga tanpa sadar ia mencubit pipi Aera.


"Tuh, kan, mulai nyubit-nyubit lagi! Kalau ada Kak Bara di sini, pasti tangan Kak Yuda udah dipatahin dari tadi!" kesal Aera sembari mengelus pelan pipinya.


"Hahaha, sayangnya dia nggak punya hak untuk itu lagi!" Yuda tertawa kecil karena teringat masa-masa di mana dia selalu dihalangi oleh Bara untuk menjahili atau sekedar menyentuh Aera! Masa di mana semua pertemanan dan kebahagiaan mereka sedang berada di puncaknya!


Di tengah obrolan Aera dan Yuda yang semakin seru karena sedang bernostalgia bersama, Aera dikejutkan dengan panggilan masuk dari Mike!


"Pulang!" Hanya satu kata itu yang terucap, lalu sambungan telepon terputus!


"Kenapa, Ra?"


"Em, kayaknya Aera nggak bisa lama-lama lagi deh, Kak. Aera harus balik ke penginapan sekarang! Nggak apa-apa, kan?"


"Nggak apa-apa, kamu masih lama kan di sini? Kita bisa ketemu lagi lain kali!"


*Iya, Kak. Maaf ya, Aera takut kena murka Suami!"


"Hahaha, salam untuk suamimu, bilang jangan marah-marah, entar istrinya kabur diculik orang!"


"Hahaha, ya udah kalau gitu, Aera duluan ya, Kak, see you!"


"Dah, hati-hati di jalan!"


Yuda memperhatikan Aera sampai ia masuk ke dalam sebuah mobil merah yang kemudian melesat menjauhi toko es krim. "Hancur, Bara pasti sekarang sedang hancur!"


Sudah tidak menjadi rahasia lagi di antara Bara dan Yuda mengenai perasaan Bara pada Aera. Bukan sekali dua juga Yuda memaksa Bara untuk mengungkapkan perasaannya, tapi Bara terus menolak dengan alasan takut kehilangan Aera! Dan sekarang? Dia benar-benar kehilangan gadis yang amat sangat dicintainya sejak lama!


"Bodoh! Dia sama sekali tidak mengabariku!" geram Yuda. Sejak Tiga tahun yang lalu Yuda tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di Indonesia, sejak Papa dan Mamanya bercerai, Yuda memilih ikut dengan Pamannya yang menetap dan bekerja di Thailand. Dan sejak saat itu juga hubungan pertemanannya dengan Bara semakin renggang, mereka sama-sama disibukkan dengan pekerjaan dan kehidupan masing-masing!


***********


Rut yang melihat seorang pria asing menghampiri Aera mulai waspada, tapi setelah melihat keduanya tampak akrab, Rut tidak bisa melakukan apapun selain memantau aktivitas keduanya.


Tuan Mike :


Kau masih bersama Aera?


^^^Rut :^^^


^^^Iya, Tuan.^^^

__ADS_1


^^^Nyonya Aera sekarang sedang berada di Swensen’s, bersama seorang pria, sepertinya teman dekat Nyonya Aera.^^^


Tidak ada balasan apapun dari Mike hingga Rut melihat Aera menerima panggilan masuk dari seseorang yang membuat Aera bergegas membereskan barangnya dan minta diantar untuk pulang!


__ADS_2