
Alena yang ditinggalkan ditaman tiba-tiba itu, memiliki perasaan yang cukup rumit masih memikirkan soal kejadian sebelumnya.
Soal bagaimana pemuda itu, tiba-tiba memberikan ciuman padanya...
Hal-hal saat ini memang belum dikonfirmasi namun...
Bukankah itu artinya pemuda itu mungkin memiliki perasaan yang sama padanya?
Ciuman itu buktinya.
Alena cukup yakin, jika pemuda itu bukan tipe orang yang suka main-main seperti Sean, yang asal cium orang tanpa banyak berpikir, yang pernah mencuri ciuman pertamanya dulu dengan seenaknya.
Namun ciuman kali ini, jelas sesuatu yang berbeda, pemuda itu bahkan akan mengatakan semuanya dengan jelas di pertemuan mereka berikutnya.
Alena kurang lebih merasa sangat yakin tentang apa yang akan dikatakan pemuda itu berikutnya.
Akhhh...
Hanya memikirkan saja, jika orang yang dirinya sukai ternyata memiliki perasaan yang sama dengannya ini benar-benar hal yang sangat luar biasa...
Cinta yang dirinya miliki, ternyata dibalas oleh orang yang dirinya sukai.
Ini adalah sebuah perasaan bahagia untuk Alena.
Sampai Alena tidak bisa berhenti tersenyum, bahkan saat Alena sampai di Rumah.
Saat itu, Kyla kebetulan datang ke Rumah Alena untuk berkunjung, dan bertemu Alena di teras, merasa aneh tentang bagaimana Alena tersemyum terus itu.
"Kak Alena kenapa?"
Alena yang mendengar suara saudara jauhnya itu segera tersadar dari lamunan nya.
"Apanya yang kenapa, Aku tidak kenapa-napa," kata Alena mencoba bersikap biasa saja.
"Halah, Lalu kenapa Kak Alena dari tadi tersenyum tidak jelas seperti itu?"
Alena tentu saja tidak menyadari ekspresi macam apa yang dirinya buat sejak tadi.
"Apa? Tersenyum apa? Aku tidak tersenyum apapun,"
"Astaga, Kak Alena, Kakak tidak bisa menyembunyikan sesuatu dariku,"
Alena yang merasa tertangkap basah itu jelas merasa sedikit malu dan mencoba untuk mengalihkan topik.
"Aku tidak menyembunyikan apapun dan Kenapa kamu tiba-tiba di sini?"
"Kak Alena sepertinya baru saja mencoba mengalihkan topik,"
Alena yang semakin dituntut oleh Kyla, akhirnya merasa menyerah.
Sepertinya tidak apa-apa jika bercerita dengan saudara jauhnya ini?
Setidaknya tidak seperti Kakaknya Julio yang akan mengejeknya, Kyla harusnya bisa menjaga rahasia?
Bagaimanapun juga, Ayahnya saat ini masih melarang dirinya untuk memiliki hubungan percintaan ketika masih di bangku kuliah.
Dirinya setidaknya ingin menyembunyikan hubungan cinta kecil yang dirinya miliki.
Kalau memikirkan soal hubungan...
Alena tiba-tiba merasa kesal.
Dirinya sudah Menikah?
Lalu nanti bagaimana jika dirinya dan Xavier memiliki hubungan?
__ADS_1
Jika Xavier tahu jika dirinya sudah menikah...
Akhhh...
Kalau dipikir lagi, nanti ketika dirinya sudah bercerai dirinya menjadi janda...
Bagaimana jika Xavier nanti tidak mau lagi dengannya?
Sialan!
Ini semua gara-gara Pernikahan konyol dengan Sean sialan itu!
Bahkan walaupun sampai saat ini mereka tidak pernah berhubungan semacam itu...
Tetap saja...
Rasanya, terasa terikat memiliki rahasia semacam ini.
Tidak, Sean sendiri punya Tunangan?
Hah, Lalu kenapa jika nanti dirinya punya pacar?
Jangan hanya Sean yang bebas melakukan apapun yang dia suka, dirinya juga bebas memiliki hubungan dengan siapapun.
Yang paling penting adalah menyembunyikan hubungan pernikahan ini.
"Kak Alena? Ada Apa denganmu? Kenapa menunjukkan ekspresi tidak nyaman seperti itu sekarang? Baiklah aku tidak akan banyak mengoda Kak Alena, jika memang kamu tidak ingin cerita tidak masalah,"
Alena yang mendengar itu segera menghela nafas lalu menarik Kyla menuju ke halaman samping di mana di sana juga ada tempat duduk juga cukup sepi.
Alena melihat ke sekeliling tempat itu memastikan tidak ada siapa-siapa.
Kyla hanya mengikuti Alena dengan pasrah.
"Baiklah aku sepertinya tidak bisa menyimpan rahasia apapun padamu,"
"Apakah kamu masih ingat? Aku pernah memperkenalkanmu pada seseorang sebelumnya ketika di Perpustakaan di SMA dulu?"
Kyla mencoba menggali ke dalam ingatannya.
Lalu teringat, soal pemuda misterius yang membuat Alena patah hati itu.
"Maksud Kakak, Pemuda Brengsek yang bernama Xavier atau apalah itu?"
Alena yang menunjukkan ekspresi ganas dari saudaranya itu jelas merasa tidak nyaman.
"Dia tidak brengsek,"
"Lalu jika bukan Brengsek apa namanya? dulu Kak Alena cerita tentang bagaimana pemuda itu menghilang tiba-tiba dan tidak menghubungi Kak Alena, dia yang tidak pernah ada kabar Bahkan dia selama ini tidak pernah memberikan identitasnya yang benar pada Kakak, padahal dia selalu mendekati Kakak,"
"Astaga, tidak seperti itu, dulu hanya kebetulan saja kita sering bertemu lagi pula saat itu hanya perasaan sepihakku,"
"Tunggu, lalu apa Ini hubungannya dengan cerita Kakak? Jangan bilang kakak bertemu dengannya lagi?"
Alena yang mendengarkan tebakan Kayla itu hanya bisa mengangguk.
"Ya, kali ini kami memang bertemu lagi,"
Ekpersi Kyla segera menunjukkan ekspresi yang cukup buruk, memikirkan sebuah kemungkinan yang terjadi.
"Astaga, jangan bilang Kak Alena jatuh cinta lagi padanya?"
Alena lagi-lagi merasa terkejut tentang bagaimana tebakan gadis yang ada di hadapannya itu benar.
Kyla melihat ekspresi Alena yang terlihat pasrah itu.
__ADS_1
"Kak Alena, Kenapa Kakak bisa jatuh ke lubang yang sama? Kenapa Kakak jatuh cinta lagi pada Si Brengsek itu?"
"Kyla, Sudah aku bilang tidak seperti itu,"
"Lalu, apakah kali ini Kakak tahu dia ada di jurusan apa? Dimana dia tinggal? Berapa nomor telepon nya?"
Alena yang ditanya itu segera menggelengkan kepalanya.
Kyla sekarang hanya menghela nafas pasrah lalu mencoba memberi nasehat.
"Kak Alena, aku pikir pemuda itu hanya mempermainkanmu jika tidak kenapa dia merahasiakan begitu banyak hal soal dirinya? Bukankah dia hanya ingin bermain aman dengan Kak Alena? Lalu ketika dia puas dia bisa pergi kapan saja,"
Alena yang mendengar kata-kata Kyla segera terdiam.
Xavier sampai saat ini memang belum terbuka apapun padanya.
Dan bahkan setelah ciuman itu..
Pemuda itu juga tidak pernah menunjukkan wajahnya di balik kacamata itu...
Dirinya juga tidak tahu dari mana pemuda itu berasal...
Dirinya benar-benar tidak tahu apapun soal dia...
Hanya...
Apakah dirinya benar-benar hanya cinta buta padanya?
"Kak Alena, tolong dengarkanlah nasehatku jangan Kakak itu gampang percaya pada seorang Pria,"
"Kyla, kamu berbicara seperti kamu memiliki banyak pengalaman saja,"
Kyla yang memang belum pernah memiliki pacar itu segera menunjukkan ekspresi malu.
"Bu... Bukan seperti aku ingin menggurui aku hanya sering mendengar dari teman-temanku, bagaimana mereka bertemu dengan seorang Pria, berkencan lalu putus dengan buruk, Aku hanya tidak ingin Kakak mengalami hal-hal itu,"
"Aku mengerti maksudmu tapi..."
Kyla melihat bahwa gadis yang ada di depannya itu Sedikit keras kepala.
"Kalau begitu, setidaknya, bagaimana dengan melepas kacamatanya? Setidaknya itu hal yang mudah bukan? Lihat apakah nanti dia akan marah atau tidak, Jika dia marah berarti memang dia memiliki niat yang buruk pada Kakak,"
Alena terdiam sebentar ketika memikirkan itu apa yang dikatakan Kyla itu ada benarnya.
Masih terlalu banyak misteri tentang pemuda yang dirinya sukai itu...
Dirinya juga ingin tahu lebih banyak tentangnya.
"Kamu benar, aku pikir aku akan mencoba mencari tahu dia lebih dalam sekarang,"
"Ya, bila perlu periksa saja dompetnya sekalian, cari ktp-nya,"
"Kyla! Itu jelas tindakan illegal Aku tidak akan sejauh itu!"
Kyla lalu hanya segera mengangguk.
"Yah, aku rasa memang tidak perlu sejauh itu, hanya yang jelas Kakak harus tahu identitasnya yang jelas sekarang, sehingga Kakak bisa bertemu dengannya dan bisa mencarinya nanti kalau dia tiba-tiba menghilang, Jangan biarkan dia main-main denganmu Kak,"
Alena terdiam, terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Ya, sepertinya nasehat dari saudaranya itu benar.
Dan Alena akhirnya memutuskan di pertemuan berikutnya setelah dirinya mendengarkan kata-kata pemuda itu, dirinya akan mencoba melepas paksa kacamata yang dipakainya.
Dirinya ingin melihat sesuatu seperti apa di balik kacamata itu...
__ADS_1
Tentu saja dirinya tidak akan kecewa jika nantinya akan menemukan bekas luka atau sesuatu di sana...
Ya, dirinya harus melakukannya.