Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 25: Kekasih


__ADS_3

Alena saat ini berada di perpustakaan bersama Vano, jelas merasa cukup canggung dengan kedatangan pemuda itu yang tiba-tiba karena pasalnya hari ini dirinya memiliki janji dengan Xavier, hal-hal yang perlu dibicarakan hanya mereka berdua.


Ketika Alena sedang sibuk dalam pikirannya itu tiba-tiba sebuah tangan segera menutup matanya.


Alena cukup terkejut dengan tidakkan tiba-tiba ini.


Namun, Alena cukup mengenali dengan aroma dari tangan yang menutup matanya itu.


Aroma mint yang khas, mungkin itu aroma parfum miliknya?


Alena selalu berada cukup dekat dengan pemuda itu, jadi cukup sadar dengan aroma parfum yang dia pakai.


"Xavier? Itukah kamu?"


Xavier yang terkejut karena Alena mengenalinya itu, segera membuka mata Alena, lalu dan tersenyum sambil menatap gadis itu,


"Aku terkejut kamu mengenaliku, namun bagaimana caranya kamu tahu itu Aku?"


Alena yang ditanya itu jelas menjadi memerah karena malu, merasa jika dirinya tidak mungkin menjawab pertanyaan itu.


Sesuatu seperti dirinya tahu karena aroma yang dimiliki pemuda itu...


Bukankah ini akan terdengar mesum?


Alena merasa malu sendiri ketika memikirkannya.


Vano yang melihat tentang dua orang itu terlihat sangat akrab satu sama lain jelas merasa kesal, lalu mencoba menyapa pemuda yang baru datang itu.


"Emm, Xavier? Kamu disini juga?"


Xavier lalu menatap kearah Vano sambil terus memasang senyumannya, lalu segera merangkul tangan Alena dengan cukup mesra sambil berkata,


"Aku hari ini ada janji dengan, Alena, mari Alena kita pergi ke suatu tempat, Bukankah ada hal-hal yang harus kita berdua bicarakan? Hanya berdua saja,"


Alena yang tiba-tiba di rangkul itu, menjadi cukup gugup, lalu hanya segera menjawab,


"Ah, benar Aku memiliki janji dengannya,"


Vano segera menujukan ekpersi yang tidak enak ketika Xavier baru saja memamerkan senyum penuh kemenangan menandakan, Alena lebih memilih bersama dengannya daripada Vano itu.


"Jadi begitu, Aku tidak tahu jika kalian memiliki janji, Apakah keberadaanku mengganggu kalian?" Tanya Vano lagi mencoba basa-basi.

__ADS_1


Alena ingin menjawab, tidak namun sebelum Alena bisa menjawab pemuda yang merangkulnya itu sudah menjawab lebih dulu,


"Syukurlah jika kamu sadar, baik sampai jumpa kapan-kapan, Aku akan membawa Lena pergi," katanya lalu langsung menyeret Alena pergi dari sana.


Alena hanya sempat berbalik, dan mengucapkan perpisahan pada Vano dengan canggung, sambil mengikuti dengan pasrah ke mana pemuda yang menyeretnya itu membawanya.


Mereka berdua, berjalan cukup jauh dari sana, sampai keduanya berada di sebuah ujung taman kampus yang cukup sepi tertutup dengan pohon-pohon.


Dan sekarang ketika mereka berhenti disana, dua orang itu saling diam satu sama lain, hanya bertatapan cukup lama, menatap satu sama lain seolah penuh kerinduan.


Padahal baru 3 hari mereka berdua belum bertemu.


Alena juga merasa aneh, namun walaupun itu tiga hari, tetap saja perasaan yang tertahan selama 3 hari ini segera muncul.


Hal-hal yang belum terselesaikan 3 hari yang lalu...


Namun Alena sendiri, tidak tahu harus memulai dari mana Dirinya tidak mungkin untuk mulai membahasnya duluan bukan?


Namun kenapa Pemuda yang ada dihadapannya itu, juga tidak kunjung membuka percakapan, hanya menatap kearah Alena.


Alena yang di tatap dengan begitu Interes itu menjadi malu.


Dirinya ingin bertanya, namun pemuda yang ada dihadapannya itu malah mendekatkan wajahnya, dan kali ini mencium bibir Alena lagi.


Dan sekarang setelah waktu berlalu, dan ciuman itu di lepaskan, keduanya mula kembali saling tatap namun kali ini pemuda yang ada di hadapannya Alena, segera membuka percakapan lebih dulu,


"Lena... Aku mencintaimu, apakah kamu ingin menjadi Kekasihku?"


Itu adalah sebuah kata-kata resmi, game seolah-olah ingin mempertegas hubungan antara mereka berdua mulai dari sekarang.


Alena tentu saja cukup terkejut dengan perkataan tiba-tiba itu, walaupun dirinya sudah memperkirakan nya namun untuk benar-benar mendengar kata-kata itu dari pemuda yang ada di depannya adalah sesuatu yang berbeda.


Ini tidak jantungnya berdebar dua kali lipat lebih dari biasanya...


Tatapannya menatap pemuda yang ada di hadapannya seolah tidak ingin melepaskannya...


Alena sejujurnya, juga mengiginkan Pemuda yang ada di hadapannya ingin menjadi miliknya dan menjalin hubungan dengannya...


Namun apakah tidak apa-apa...


Dirinya saat ini sudah menikah dengan orang lain...

__ADS_1


Rasanya cukup canggung....


Apakah tidak apa-apa?


"Lena? Apakah kamu tidak mau?"


Alena yang segera melihat tatapan penuh kekecewaan itu segera berkata,


"Bukan seperti itu, hanya saja...."


"Hanya saja apa?"


"Aku... Aku mungkin tidak seperti yang kamu kira..." Kata Alena ragu.


Namun pemuda dihadapannya itu segera tersenyum,


"Tidak apa-apa, Lena... Aku akan menerima mu apa adanya karena aku sangat mencintaimu, aku sangat ingin menjadikanmu milikku.... Mungkin kata-kataku ini terdengar omong kosong di matamu namun inilah perasaanku yang sebenarnya... Baik dulu, atau sekarang... Aku selalu menyukaimu..."


Alena yang tipe-tipe mendegar itu, segera terdiam, menjadi cukup terkejut dengan pengakuan itu bahwa ternyata pemuda yang ada di hadapannya ini sudah menyukainya begitu lama.


"Namun kenapa kamu dulu pergi tiba-tiba jika kamu menyukaiku?"


Pemuda itu, segera menunjukkan ekspresi sedih seolah-olah tidak tahu harus berkata apa.


"Saat itu aku tidak bisa apa-apa... kan walaupun aku ingin bertemu denganmu namun aku tidak bisa melakukan apapun..."


Ada nada penuh kekecewaan dan kesedihan dari kata-kata itu.


Alena ya menatap itu jelas merasa tidak tega dan segera memeluk pemuda yang ada di hadapannya itu.


"Tidak apa-apa itu sudah masa lalu aku tidak akan mengungkitnya lagi, namun mulai dari sekarang kamu tidak boleh pergi tiba-tiba dariku, apakah kamu mengerti? Karena kamu sekarang adalah Kekasihku..."


Pemuda itu, memeluk Alena semakin erat, dan berkata,


"Ya, Aku sekarang milikmu, Kekasihmu... Aku akan selalu di sisimu pasti aku akan mencoba semampuku...."


Alena tentu saja tidak mengerti ucapan pemuda itu namun hanya segera memeluknya dengan erat seolah-olah tidak ingin berpisah dengannya.


Alena hanya berharap bahwa hubungan ini bisa bertahan lama...


Ya, dirinya yang sekarang sudah memiliki Kekasih...

__ADS_1


Xavier...


Namun sebelum itu, ada hal lain yang ini dirinya pastikan yaitu identitas pemuda yang ada di hadapannya ini...


__ADS_2