Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 34: Kurang Ajar!!!


__ADS_3

Sean yang tenggelam dalam pikirannya itu juga tidak mengerti tentang sikapnya ini.


Ya, kemarahan ketika memikiran Alena bersama dengan Pria lainnya.


Mungkinkah ini sikap posesif miliknya saja karena status Alena sebagai Istirnya?


Ya, semacam tidak rela Alena yang saat ini masih memiliki status sebagai Istrinya disentuh oleh pria lain semacam itu.


Padahal, Sean sendiri belum pernah menyentuh gadis yang ada di hadapannya itu.


Tidak pernah sekalipun, hanya sekali sebuah ciuman singkat sebelumnya.


Jadi, kali ini Sean tanpa pikir panjang menarik gadis yang ada di hadapannya itu lebih dekat dengannya, lalu segera memberikan sebuah ciuman.


Alena sendiri, jelas merasa kaget dengan ciuman yang tiba-tiba itu.


Ciuman Sean sangat agresif, namun juga ternyata cukup menyenangkan.


Alena entah kenapa terbawa suasana oleh ciuman itu.


Bibir hangat yang terasa sama, dan ciuman yang terasa sama.


Membuat Alena entah kenapa tengelam dalam ciuman dalam itu.


Begitu pula dengan Sean, yang merasa gila dengan tindakannya itu.


Mereka berciuman sangat lama, sampai keduanya hampir kehabisan nafas.


Ciuman itu, di lepaskan sesaat.


Alena manatap wajah yang familiar didepannya.


Mungkin karena Alena belum lama ini, berciuman dengan seseorang dengan wajah yang sama, Alena hampir melupakan siapa yang ada di hadapannya ini.


Wajah tampan yang memukau.


Bibir lembut yang menyenangkan dan terasa hangat.


Sean sendiri, yang merasa terbawa dalam luapan keinginan dalam hatinya, dan segera menarik Alena kembali, untuk menciumnya lagi.


Dua orang itu, tiba-tiba tengelam dalam keinginan.


Alena sendiri, entah kenapa terbuai dengan ciuman yang terasa menyenangkan itu, lebih dalam, dan lebih bergairah.


Sean jelas lebih bersikap nakal, saat ciuman berlangsung tangannya sudah meraba kemana-mana, dan memasuki lokasi-lokasi tertentu.


Tepat ketika Alena merasakan bagian paling pribadi miliknya disentuh oleh tangan hangat, Alena segera sadar kembali ke kewarasannya, dan mengigit bibir Sean dengan kejam, lalu mendorong Sean menjauh.


"Brengsek!! Kurang Ajar!! Apa yang kamu lakukan??"


Alena jelas merasa sangat malu sekali, merasa dirinya tiba-tiba gila, membiarkan bajingan busuk itu menyentuhnya.

__ADS_1


Mulai membenarkan roknya yang berantakan itu.


Sungguh!!


Alena merasa ceroboh dan lengah.


Sean merasakan bibirnya yang digigit itu benar-benar terasa sakit.


"Ini sakit sialan!"


Alena memukul kepala Sean dengan Tasnya saking marahnya!


"Bajingan Sialan!!"


Wajah Alena menjadi merah padam, di penuhi kemarahan dan rasa malu.


Jika seperti ini, bagaimana dirinya bisa berhadapan dengan Xavier nanti?


Sean benar-benar kurang ajar!!


Sedangkan, Sean yang juga sadar tidakannya terlalu gila, hanya berkata dengan nada tidak menunjukan rasa bersalah sama sekali.


"Kenapa kamu marah seperti itu? Kamu harus tahu, Alena mau bagaimanapun juga, Aku adalah Suamimu, sangat sah dan legal untukku menyentuh dan melakukan apapun padamu, lagipula kamu terlihat menyukainya,"


Alena sendiri, tidak tahu harus menjawab apa, karena kenyataan yang di katakan Sean kurang lebih benar.


Sean, sangat sah dan legal untuk menyentuhnya, karena Sean adalah Suaminya.


Hanya saja, jelas ini tidak benar!!


"Siapa yang menyukainya? Aku sudah bilang padamu sebelumnya, Aku tidak sudi untuk kamu sentuh!"


Sean lalu segera tertawa dan berkata lagi,


"Ah, benar bukankah kita belum melakukan malam pertama kita?"


Alena merasa Pria yang ada di hadapannya itu berkata hal gila,


"Kamu pikir aku mau! Bahkan walaupun dunia terbalik, Aku tidak akan mau tidur denganmu! Bahkan walaupun kamu satu-satunya Pria di dunia ini!"


"Pfff, Alena aku takut kamu kenakan kata-katamu sendiri,"


Alena merasa pusing segera menampar Sean sekali lagi, Sean tidak mengatakan apapun atau menahan Alena lagi.


Hanya membiarkan Alena pergi begitu saja.


Sean juga merasa dirinya benar-benar gila, apalagi setelah menyadari ada segitiga kecil di celananya sekarang.


Bagaimana bisa dirinya memiliki keinginan semacam itu pada musuh bebuyutannya itu!


Sialan, hal-hal ini sulit dimengerti.

__ADS_1


Alena segera lari dari sana, dan menuju ke kamar mandi, benar-benar merasa dirinya tidak masuk akal.


Bagaimana bisa dirinya menikmati semua ciuman itu dan tenggelam didalamnya!


Hanya saja...


Wajah Sean sangat mirip dengan Xavier, rasa ciuman mereka sama...


Hanya...


Walaupun sekarang hanya ada rasa jijik ketika Alena memikiran ciuman Sean dan tindakan tidak senonohnya itu.


Sial, kenapa dirinya seperti ini?


Hampir tidak bisa membedakan, mana Sean mana Xavier...


Hah, kenapa pula mereka harus memiliki wajah yang mirip?


Wajah tampan terkutuk sialan!


####


Di tempat lainnya, saat ini Vano sedang berada di depan komputernya, baru saja menghack data mahasiswa di Kampus, untuk menyelidiki soal Xavier itu.


Namun, dirinya tidak menemukan sama sekali identitas Pria itu dimanapun di kampus itu.


Hanya ada satu nama yang cukup cocok.


Sean Xavier


Tidak ada orang yang bermana Liam Xavier seperti Alena yang memperkenalkan nama itu, ketika dirinya bertanya soal nama panjang Pria itu.


Vano tentu saja, kenal dengan Sean Xavier Dirgantara, dari Keluarga musuh dari Keluarga Alena.


Namun, jika memperhatikan lagi, Vano merasa wajah Xavier ini mirip dengan Sean dalam beberapa hal?


Hanya, kacamata tebal itu, yang membuat itu terasa berbeda.


Hal-hal ini jelas saja terlalu mencurigakan.


Vano lalu mengirimkan pesan pada, Kyla bertanya lagi soal data Xavier.


'Dia? Ya, dulu satu SMA dengan kami, SMA Elite Y,'


Vano jelas juga sudah memeriksa daftar siswa di angkatan Alena dari SMA itu, namun sekali lagi tidak menunjukkan data apapun.


Selain nama Sean Xavier Dirgantara.


"Kyla, apakah kamu tahu? Nama panjang Sean, Sean Xavier Dirgantara, dia biasanya hanya menuliskan nama depan dan nama belakangnya saja, Aku hanya tiba-tiba merasa curiga soal itu,"


Kyla yang ada di ujung telepon ketika mendengar kata-kata Vano, jelas merasa kaget sekali.

__ADS_1


Dirinya tidak pernah memikirkan kemungkinan itu.


Hanya saja...


__ADS_2