Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 30: Tidak Suka


__ADS_3

Pada akhirnya, Vano hanya bisa pasrah duduk di samping Alena, ketika Xavier datang, dan segera mengobrol mesra dengan Alena.


Vano ingin mencoba mengajak bicara Alena, namun Xavier dari tadi selalu mencoba untuk mengajak Alena berbicara dengannya dan mengabaikan Vano.


Vano menjadi begitu kesal Bagaimana pemuda bernama Xavier itu dari tadi menyala setiap ucapannya.


Bahkan, ketika Vano bertanya Xavier malah yang menjawab, tidak membiarkan Alena menjawab, bahakan Xavier membuat bahan pembicaraan Vano menjadi topik yang dia bicarakan dengan Alena.


Vano menjadi kewalahan dengan sikap Xavier yang benar-benar terlihat sangat cerdik dan pintar berbicara.


Situasi itu berjalan untuk beberapa saat sampai kemudian, ada seorang gadis yang datang kesana.


"Kak Alena? Vano juga disini?"


Tatapan mereka bertiga segera menatap ke arah seorang gadis yang baru saja datang.


Itu adalah Kyla, saudara jauh Alena, yang cukup akrab dengan Alena, bahkan sudah Alena anggap sebagai adiknya.


"Kyla? Kamu ternyata di sini juga? Apakah kamu mencari beberapa materi untuk tugas kuliahmu?"


Kyla yang mendengar kata-kata ramah itu segera berkata lagi,


"Hehe, Kak Alena tahu saja, memang ada beberapa materi penting yang harus aku cari di perpustakaan, benar bukan Vano? Apakah kamu mencari buku untuk mata kuliah manajemen juga?"


Vano yang melihat Kyla lalu segera tersenyum dan menjawab,


"Itu bener, mau bagaimana lagi, Dosen meminta untuk membuatkan Presentasi dengan materi di buku itu,"


"Memang, buku itu terlalu susah untuk dicari di luar Jadi mau bagaimana lagi Aku harus ke perpus, mana dosennya cukup killer lagi,"


"Aku setuju denganmu, akan buruk jika tidak segera mengerjakan tugas itu,"


Alena melihat tentang dua orang itu sepertinya terlihat cukup akrab?


Alena ingat, saat awal semester memang dirinya memperkenalkan mereka berdua.


Hal-hal ini jelas membuat Alena menjadi penasaran jadi segera bertanya kepada mereka berdua,


"Kalian berdua sepertinya cukup saling mengenal dengan baik?"


Kyla yang ditanya itu segera merasa sedikit malu lalu menjawab,


"Aku dan Vano, kebetulan berada di kelas yang sama di beberapa mata kuliah lagi pula kami berdua satu angkatan,"


Alena yang mendengar itu segera mengangguk, dan berkata,

__ADS_1


"Ah, jadi begitu sangat Kebetulan sekali ternyata. Bagaimana jika Kyla duduk di samping Vano? Masih ada tempat kosong disana, dan lagi, Kyla kamu sudah menemukan buku yang kamu cari bukan?" Kata Alena sambil menatap sebuah buku yang saat ini ada di tangan Kyla.


"Emm benar, Aku baru saja menemukannya dan hendak duduk, mana tahu malah bertemu kalian, namun...."


Kyla tiba-tiba merasa sedikit ragu terutama setelah menatap seorang pemuda yang memakai kacamata, yang duduk disana.


Wajah pemuda itu, terlihat cukup familiar, terutama kacamata tebal itu.


Pemuda itu, yang di tatap oleh Kyla, lalu segera tersenyum dan berkata,


"Hallo, Kyla. Aku kira kita sudah pernah bertemu sebelumnya Ketika masih di SMA? Aku Xavier, Apakah kamu masih ingat?"


Kyla yang mendengar itu segera berkata dengan terkejut,


"Si Pria Breng..."


Sebelum Kyla bisa melanjutkan kata-katanya mulutnya sudah lebih dulu dibungkam oleh Alena.


Jelas, Alena tahu tentang bagaimana Kyla tidak begitu menyukai Xavier, terutama setelah Alena dulu pernah bercerita tentang bagaimana pemuda itu tiba-tiba menghilang tanpa kabar itu.


"Hehe, Kyla, kamu pasti mengingatnya bukan?"


Alena jelas segera menatap Kyla dengan pandangan tajam seolah-olah memberikan kode agar Gadis itu tidak berkata macam-macam.


Kyla tentu saja, tidak suka ketika menatap wajah penuh tipu muslihat dari Xavier itu, namun tetap segera memasang senyumnya dan berkata,


"Begitulah ini benar-benar sangat kebetulan,"


Kyla yang melihat wajah pemuda itu, jelas merasa tambah kesal, apalagi melihat bagaimana Alena terlihat dekat dengannya.


Tadi Kyla sempat memperhatikan tentang bagaimana dua orang itu saling berbicara dengan akrab.


Pria Brengsek penipu!!


Kali ini trik apa lagi yang dia coba?


Dia berani-beraninya, mencoba mendekati Kak Alena!


Apakah tidak cukup dia menghilang tiba-tiba dulu setelah memberikan harapan pada Kak Alena?


Vano melihat bagaimana Kyla tidak menyukai, Xavier.


Hal ini membuat Vano tiba-tiba memiliki sebuah ide Bagaimana jika dirinya mempengaruhi Kyla?


Mungkin nanti Kyla yang lebih dekat dengan Alena, bisa membuat Alena jadi jauh dengan Xavier?

__ADS_1


Ide-ide ini terlihat layak.


Kyla lalu segera duduk di samping Vano, mereka berempat sempat mengobrol sebentar namun akhirnya tetap fokus untuk membaca buku.


Sampai kemudian, Alena pamit pergi karena ingin pergi ke suatu tempat dengan Xavier.


Vano, Tentu saja tidak bisa menghentikan kepergian mereka berdua hanya bisa menatap keduanya dengan ekspresi kesal.


Begitu pula dengan Kyla, yang menghawatirkan Alena.


Kyla benar-benar merasa tidak senang tentang bagaimana dua orang itu menjadi sangat dekat.


"Kyla, kelihatannya kamu tidak menyukai pemuda bernama Xavier itu?"


Kyla yang tiba-tiba ditanya itu segera menjawab secara langsung,


"Memang, Aku tidak suka dengan pria itu dia itu terlalu aneh,"


"Aneh Bagaimana maksudmu?"


"Apakah dia pernah membuka kacamatanya? Dia tidak pernah melakukannya dari dulu dia bahkan tidak pernah menyebutkan di mana kelasnya ketika kita masih di SMA, dia juga tidak menyebutkan nama lengkapnya, apalagi alamat rumahnya, dulu, ketika masih di SMA dia tiba-tiba saja menghilang seperti bagaimana dia tiba-tiba datang dan muncul di depan Kak Alena, Bukankah itu semua terdengar aneh?"


Vano yang baru saja mendengar semua itu jelas merasa cukup kaget.


Vano awalnya mengira, jika Xavier tidak menyebutkan dia dari fakultas apa padanya karena mereka tidak begitu dekat.


Namun tidak mengira, bahkan mungkin Alena juga tidak di beri tahu?


Jelas ada hal-hal aneh soal ini.


"Kamu bener, aku memang cukup curiga dengan pria itu yang tiba-tiba saja mendekati Kak Alena, aku sering melihat mereka kadang bertemu di perpustakaan,"


Kyla melihat bagaimana Vano mengatakan itu dengan serius, namun Kyla tiba-tiba menjadi teringat sesuatu,


"Owh? Vano, jika aku memikirkannya Bukankah kamu juga memiliki beberapa hal tentang Kak Alena?"


Vano yang mendengar pertanyaan itu segera menjadi cukup panik dan berkata lagi,


"Apa maksudmu?"


"Vano, kamu tidak perlu menyembunyikannya padaku Apakah kamu sebenarnya memiliki beberapa perasaan pada Kak Alena?"


Kyla tentu saja merasa tidak senang Ketika menanyakan pertanyaan ini.


Hanya, hatinya begitu rumit sekarang.

__ADS_1


Melihat orang yang dirinya sukai, menatap kearah gadis lain seperti itu.


__ADS_2