Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 6: Tidak Terduga


__ADS_3

Saat ini, di sebuah ruangan disalah satu Rumah Sakit, terlihat ada seorang pemuda yang tengah melakukan konsultasi dengan dokter yang ada disana.


"Jadi Tuan Sean, keluhan apa yang saat ini anda miliki?"


"Sebenarnya beberapa saat yang lalu Aku merasa kehilangan ingatan ku, aku kehilangan ingatan ku beberapa jam dan tidak mengingat tentang apa yang terjadi di saat-saat itu, ini bukan seperti aku pingsan hanya saja... Aku merasa 'Dia' kembali muncul,"


Dokter yang mendengarkan itu lalu segera berkata lagi,


"Apakah kamu yakin soal itu?"


"Aku juga tidak tahu dokter hanya aku merasa, tidak bisa mengigat apapun, hal ini benar-benar tidak aku sukai,"


"Saya rasa kemungkinan besar ada pemicu tentang kejadian ini, bukankah sudah lama sejak dia tidak muncul?"


"Tidak, dia memang terkadang masih muncul namun ini sangat jarang dibandingkan ketika saya SMA, namun tetap saja hal-hal ini menggangguku,"


Dokter itu, terlihat mengangguk lalu mulai mencatat hal-hal yang baru saja di dengarnya itu.


"Baik, tunggu sebentar saya akan melakukan beberapa pemeriksaan,"


Mendengar itu, Sean hanya bisa memejamkan matanya.


Perasaannya kali ini begitu rumit mengingat kejadian yang menimpa dirinya sebelumnya.


Dirinya, tidak tahu apa yang terjadi hari itu, tentang kenapa dirinya dan Alena bisa ada di dalam satu kamar.


Hal-hal yang sangat mengganggunya dan bahkan, malah membuat dirinya terlibat dalam pernikahan dengan gadis itu.


Sungguh...


Sebenarnya apa yang terjadi hari itu?


Sayangnya, sampai pemeriksaan dan konsultasi itu berlangsung, tidak ada petunjuk apapun yang didapatkan.


Sean, hanya bisa keluar dari, rumah sakit itu dengan obat di tangannya.


Dirinya hanya bisa berharap jika, kejadian yang sama tidak terulang lagi.


Jadinya tidak menyukai Bagaimana tubuhnya disalahgunakan seenaknya.


Namun kata dokter, ada pemicu kenapa ini bisa terjadi...


Namun apa?


####


Hari-hari berlalu dengan cepat ketika libur semester, Alena sendiri lumayan menikmati liburan kali ini, hampir melupakan insiden yang terjadi di tempat camping sebelumnya.


Alena berusaha keras untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal itu menyebalkan itu, soal fakta bahwa dirinya telah menikah.


Namun jika memikirkannya lagi cukup membosankan menghabiskan liburan hanya di rumah, padahal hal-hal di semester depan akan menjadi lebih banyak kegiatan dan lebih sulit.

__ADS_1


Dirinya barusan sudah mendaftarkan untuk kelas di semester selanjutnya, jadi kurang lebih dulunya tahu mata pelajaran apa yang akan dipelajari di semester berikutnya.


Mungkin lebih baik untuk mencoba pergi ke perpustakaan yang ada di kampus untuk mengecek buku-buku yang mungkin dibutuhkan?


Owh, benar dirinya mungkin bisa juga bertanya pada beberapa kakak tingkat soal buku-buku apa yang akan dipakai, kebetulan dirinya memiliki cukup kenalan kakak tingkat karena dirinya sering melakukan berbagai macam kegiatan di kampus.


"Alena, kamu mau ke mana pagi-pagi sekali seperti ini sudah rapi?" tanya Emelin, Ibu Alena yang saat ini sedang bersantai di ruang keluarga.


"Aku ingin pergi ke kampus,"


"Astaga, kamu begitu rajin sekali padahal ini hari libur,"


"Aku hanya kebetulan tidak memiliki hal-hal untuk dilakukan, jadi aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kampus mencari bahan-bahan dan buku-buku yang akan dipelajari semester depan,"


"Owh benar, kenapa kamu tidak mengajak Kyla untuk pergi ke kampus bersama? Aku bisa mengajari dan memberikan kisi-kisi pelajaran kampus untuknya, kalian satu jurusan setelah semua,"


Alena yang diberitahu itu baru saja ingat jika, anak dari sepupu Ayahnya yaitu Kyla Aderson juga ada di kampus yang sama dengan dirinya.


Mereka sebenarnya cukup akrab, mungkin tidak buruk untuk mengajaknya juga lagi pula terlalu bosan untuk ke kampus sendirian dan tidak ada yang bisa diajak bicara.


"Tentu, aku akan mencoba menghubungi dia barangkali dia sengang,"


Dengan itu, Alena mulai membuka ponselnya dan mengirimkan pesan pada saudara jauhnya yang sedikit lebih muda darinya itu, yang sekarang juga merupakan adik tingkatnya di kampus.


Dan tidak lama sampai Alena mendapatkan balasan jika, Kyla mau.


Dengan itu Alena segera berpamitan dengan Ibunya itu dan pergi dari sana untuk menjemput Kyla.


####


Dan untunglah perpustakaan buka.


Namun ada hal yang tidakAlena duga, bahwa perpustakaan itu sepertinya cukup ramai.


Mungkin ada banyak mahasiswa yang mengurusi skripsi bahkan di hari libur seperti ini, para Kakak tingkat memamg sesuatu, tahun depan dirinya juga mungkin akan memulai mengerjakan skripsi, waktu benar-benar tidak terduga, dirinya sebentar lagi memasuki semester ke-6.


"Alena, ternyata tempat ini cukup ramai juga aku penasaran apakah ada tempat duduk yang kosong untuk kita?"


"Aku juga tidak tahu aku harap ada beberapa tempat satu kosong, sebaiknya kita mencari buku dulu baru mencari tempat duduk,"


"Itu benar,"


Dua orang itu segera mulai berkeliling ke arah buku-buku yang mereka cari, Alena sebelumnya sudah memberikan petunjuk pada Kyla buku apa yang akan dia cari, jadi mereka berdua memutuskan untuk berpisah untuk menghemat waktu dalam mencari buku-buku.


Alena berkeliling mencari buku-buku sambil menatap ke arah bantalnya yang berisi daftar buku yang dikirimkan salah satu temannya yang merupakan kakak tingkat.


"Management Keuangan... Harusnya buku itu ada di sekitar sini,"


Dan tidak lama sampai Alena menemukan buku yang dicarinya, sayangnya buku itu berada di rak yang cukup tinggi, membuatnya kesulitan.


Ketika menatap buku di rak paling atas itu tiba-tiba, Alena teringat dengan kenangan lamanya ketika masih di SMA.

__ADS_1


Dulu ada seorang siswa yang selalu menolongnya untuk mengambilkan buku-buku yang ada di rak atas.


Seorang pria misterius yang tiba-tiba muncul di perpustakaan, juga seseorang yang menghilang tiba-tiba tanpa memberikan kabar.


Mereka berdua saat itu sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan, dan sering membicarakan berbagai hal, mulai dari pelajaran atau hobi.


Seorang Pria misterius yang selalu mengenakan sebuah kacamata tebal dan menutupi sebagian matanya dengan rambutnya, jadi dirinya tidak pernah benar-benar melihat wajah pria itu tanpa kacamatanya.


Walaupun begitu namun sosok itu benar-benar berkesan didalam hatinya.


Dirinya tidak tahu kenapa belakangan ini ingatan-ingatan lamanya kembali, apakah mungkin itu karena insiden yang menyimpannya sebelumnya?


Ketika dirinya jatuh ke sungai dirinya merasa, mendengar suara dari orang itu.


Bahkan sampai sekarang dirinya juga masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tentang bagaimana dirinya bisa selamat dari hanyut di sungai?


Jika memikirkan soal pria misterius itu, Alena merasa sangat sedih karena mereka putus kontak tiba-tiba, dan tidak tahu kabar satu sama lainnya lagi, terlebih dirinya tidak memiliki nomor telepon atau identitas lengkap dari pria itu.


Hanya sebuah nama, yaitu Xavier.


Ketika dirinya mengingat nama itu entah kenapa dirinya menjadi teringat dengan nama panjang seseorang.


Sean Xavier Dirgantara


Itu mungkin memang hanya kebetulan saja bagian dari nama mereka sama.


Memang dirinya dan Sean dulu berada di satu sekolah, itupun hanya di tahun terakhirsekolah mereka.


Namun dulu, dirinya jelas tahu bagaimana pria itu menghabiskan jam istirahatnya lebih memilih bermain-main dengan teman-temannya, berkencan dengan seorang wanita atau mungkin merokok di atap sekolah, seorang berandalan dan Playboy ketika masih di SMA.


Walaupun orang itu cukup pintar namun dia bukan tipe yang repot-repot mau pergi ke perpustakaan untuk belajar di sisa waktu senggangnya itu.


Ini juga selalu membuat dirinya bertanya-tanya, bagaimana bisa dirinya dulu kalah dalam rangkin dengan berandalan semacam itu?


Padahal dirinya rajin belajar bahkan ketika jam Istirahat, sedangkan orang itu hanya bermain-main dengan teman-temannya, namun dia selalu mendapatkan peringkat satu.


Dunia terasa tidak adil jika memikirkannya, hal-hal benar-benar sangat menyebalkan.


Alena akhirnya, berusaha sendiri untuk mengambil buku yang ada di rak paling atas dengan beberapa trik.


Setelah menemukan buku yang dicarinya itu, Alena mulai berkeliling lagi untuk mencari buku, mungkin karena dirinya terlalu fokus menatap ke arah ponsel, tidak melihat jika ada seseorang yang ada didepannya.


"Ma.... Maaf, Nona..."


Alena baru saja mendengarkan suara yang familiar, lalu ketika dirinya menatap ke atas pada pria yang menabraknya itu dirinya terkejut.


"Kamu.... Kamu Xavier kan?"


Pemuda yang ditabraknya itu lalu segera tersenyum dan berkata,


"Lena? Lama tidak berjumpa,"

__ADS_1


Jujur, Alena tidak tahu harus merespon seperti apa ketika dihadapkan dengan pemuda yang ada di depannya itu, sebuah pertemuan yang tidak pernah dirinya duga.


__ADS_2