Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 35: Penyelidikan


__ADS_3

Ini adalah hari yang, lainnya, Vano tentu saja masih sangat curiga soal identitas dari Xavier itu, dia benar-benar ingin segera mengungkapkan identitas dari pria itu di depan Alena.


Siapa tahu, jika Xavier itu benar-benar hanya menipu Alena?


Setelah semua, Xavier itu tidak pernah melepaskan kacamatanya terlebih tidak pernah menjelaskan dia berasal dari mana ataupun dari fakultas mana semua yang ada dalam pemuda itu, berisi misteri.


Walaupun, Vano sendiri merahasiakan latar belakang keluarga nya, namun tetap saja bukankah Xavier ini lebih mencurigakan?


Jadi, itulah kenapa Vano hari ini sengaja menunggu di perpustakaan.


Vano yakin, dirinya cukup tahu kapan dua orang itu akan mengunjungi perpustakaan itu untuk janji bertemu.


Memang sangat buruk jika mereka berdua tidak bertemu di sini jadi perencana penyelidikan soal Xavier bisa gagal.


Vano duduk di dekat pintu, namun tentu saja sedikit menyembunyikan wajahnya agar tidak terlihat.


Dirinya hanya ingin mengamati dua orang itu dari jauh.


Rencananya hari ini setelah Alena dan Xavier bertemu, dirinya akan mengikuti Xavier sialan itu!!


Ya itu terlalu mencurigakan!!


Namun sayangnya, siang itu, orang yang ditunggu-tunggu oleh Vano tidak kunjung datang.


Malah yang datang adalah Kyla.


Kyla awalnya melihat-lihat ke arah perpustakaan sampai menemukan wajah yang familiar.


Itu adalah Vano.


Kyla memikirkannya mungkin tentang bagaimana dia duduk di dekat pintu dan berusaha menutupi wajahnya itu karena memiliki alasan yang sama dengannya?


Ya, Kyla juga ingin menyelidiki soal Xavier yang sering ditemui Alena ini.


Kyla menjadi tidak tahan jika Alena sampai ditipu atau di manipulasi oleh seseorang seperti itu.


Lagipula Alina itu sudah seperti kakak kandungnya sendiri, dirinya tidak akan rela jika ada seseorang yang menyakitimu.


Dan tentu saja Kyla ngerasa jika dirinya langsung memperingatkan Alena, Alena pasti tidak akan terlalu memperdulikan ucapannya.


Jadi yang paling penting sekarang adalah melakukan penyelidikan untuk mendapatkan data dan bekti yang akurat.


Jadi, dirinya bisa membuktikan bahwa Xavier itu, bukan Pria yang baik.


Jika dia benar-benar Sean di Brengsek itu, jelas dirinya tidak akan membiarkannya.


Setelah semua, Kyla juga tahu, tentang bagaimana hubungan antara keluarga dua orang itu sangat buruk dan permusuhan satu sama lain.


Jelas tidak ada yang baik jika dekat dekat dengan Sean, Alena sendiri juga membenci Sean.


Namun, itu akan menjadi kisah yang berbeda jika Sean, mencoba mendekati Alena dengan menyamar sebagai orang lain entah apa tujuannya, mungkin hanya ingin menipu Alena?


"Vano? Apakah kamu juga memiliki tujuan yang sama denganku?"

__ADS_1


Kyla mencoba menyapa Vano dengan ramah, yah cukup baik juga ada seseorang yang sama-sama memiliki kecurigaan.


Ya, itu artinya mungkin firasat yang Kyla miliki benar?


"Ya, Aku hanya menghawatirkan Kak Alena,"


Mendengar balasan lembut dari Vano, Kyla sedikit memiliki perasaan tidak nyaman.


Apakah Vano ini masih tetap berusaha untuk mengejar Kak Alena?


Nanti, jika terbukti Xavier itu penipuan, lalu Vano dan Alena...


Kyla yang mulai memiliki beberapa pemikiran tidak nyaman itu segera mencoba menggeleng kepalanya.


Yah, setidaknya Kyla cukup yakin jika Alena tidak memiliki perasaan sedikitpun pada Vano.


Itu hanya sebatas pertemanan.


Vano mungkin tetap akan dicampakkan pada akhirnya apakah Xavier penipu atau tidak.


Ketika Kyla memiliki pemikiran ini dirinya tiba-tiba merasa kasihan pada pemuda itu.


"Kamu benar-benar sangat perhatian,"


Ada nada sarkastik dari ucapan Kyla.


Vano, jelas tahu maksud dari gadis yang ada di depannya itu.


Seolah bilang padanya, bahwa perhatian dan kekhawatiran yang dirinya tujukan pada Alena, tidak ada gunanya karena Alena tidak menyukai dirinya.


Kyla segera duduk di samping pemuda itu dan berkata dengan ekspresi cemberut,


"Hah, kenapa kamu begitu menyebalkan? Soal ku hanya ingin memperingatkanmu demi kebaikanmu sendiri,"


"Kenapa pula kamu repot-repot? Kamu tidak perlu memikirkan soal kebaikan ku atau apapun, aku benar-benar tidak mengerti kenapa kamu benar-benar sangat ingin tahu soal urusanku ini, seolah kamu menyukaiku atau sesuatu,"


Kyla menjadi terdiam ketika pemuda yang ada di depannya itu benar-benar bisa menebak perasaannya dengan tepat.


Namun jelas, Kyla terlalu malu jika tertangkap basah dan mulai membuat alasan.


"Jangan bicara omong kosong,"


"Bukankah kamu duluan yang berbicara omong kosong dari tadi?"


Dua orang itu terlihat saling melotot satu sama lain menunjukkan ekspresi tidak senang.


Sampai akhirnya orang yang mereka tunggu tiba.


Itu adalah Xavier, yang baru saja datang sambil membawa minuman dingin yang biasa dia beli.


Kyla yang panik, segera mencoba menutupi wajahnya, dengan duduk mepet kerah Vano, dimana Vano saat ini menutupi dirinya dengan buku besar.


Vano merasa terganggu ketika gadis yang disampingnya itu tiba-tiba menghimpitnya, sampai-sampai Vano bisa mencium aroma dari gadis itu, aroma lembut seperti bunga.

__ADS_1


"Apa-apaan sih kamu!" Keluh Vano kesal.


"Sttt... Itu, Xavier datang!"


"Aku juga tahu kalau dia datang namun kenapa kamu menempel pada ku seperti ini seolah tidak ada tempat lain?"


Kyla sekarang baru menyadari jika jarak antara dirinya dan pemuda itu terlihat sangat sangat sangat dekat, membuat Kyla saling, dan hampir berteriak panik, namun Kyla segera mencoba menenangkan dirinya.


"Ini... Ini... aku hanya merasa bukan hal baik jika dia melihat wajahku bukan? Buku yang kamu bawa cukup besar, jika Aku tidak memperhatikannya dengan seksama aku mungkin bahkan tidak mengenalimu,"


"Hah, ternyata matamu sangat jeli juga, bisa menemukanku yang bersembunyi disini,"


Kyla juga tidak mengerti kenapa dirinya bisa mudah menemukan pemuda itu.


Hanya saja...


Ya, Kyla memang selalu bisa menemukan kemana pemuda itu bahkan di tengah keramaian, seolah-olah tatapannya tidak bisa memalingkan wajahnya dari pemuda itu.


Ya, namanya cinta, bisa datang secara tiba-tiba dan di waktu yang tidak terkira.


Itulah yang Kyla rasakan, bisa-bisanya dirinya naksir pada seseorang yang memiliki perasaan pada Saudaranya Alena!!


Ini jelas cinta terlalu misterius untuk dikatakan.


Dua orang itu segera kembali hening dan mulai memperhatikan orang yang mereka tunggu takut jika terlalu banyak bicara dan membuat keributan keberadaan mereka akan menghadiri mencolok dan diketahui oleh orang yang mereka tunggu.


Dan benar saja tidak lama setelah nya, Alena juga datang dan menemui Xavier.


Dua orang itu menghabiskan waktu sekali lagi di perpustakaan sambil saling bergandengan tangan, dan terlihat mengobrol dengan asik.


Vano yang melihat betapa atapnya dua orang itu hanya di liputi kemarahan di hatinya.


Apakah ini benar-benar Cemburu?


"Ah, kamu cemburu bukan? Lihatlah bagaimana mereka bahkan saling bertukar minum mereka, astaga bukankah itu terlihat seperti ciuman tidak langsung?"


"Hah, mereka berdua memang bisa bisanya ber mesra-mesraan di perpustakaan, hah Xavier itu, sangat pintar merayu orang,"


"Sudahlah, Vano bilang saja kamu hanya cemburu,"


"Kamu bisa diam tidak?"


Ya, selama pengawasan itu dua orang itu saling meledek satu sama lain.


Namun akhirnya juga diam karena merasa bosan juga.


Namun untunglah pertemuan antara Alena dan Xavier segera berakhir.


"Kak Alena, masih ada kelas setelah ini,"


"Aku akan mencoba mengikuti Xavier itu,"


"Aku ikut!"

__ADS_1


Pada akhirnya dua orang itu mulai mengikuti Xavier, yang menuju ke sebuah kamar mandi.


Yang membuat kaget, adalah ketika Sean segera keluar dari kamar mandi itu dengan gip di tangannya, selang sekitar 10 menit sejak Xavier masuk.


__ADS_2