Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 32: Perasaan Rumit


__ADS_3

lVano yang tiba-tiba mendapatkan pertanyaan semacam itu dari Kyla jelas merasa cukup kaget.


Apakah niat yang dirinya miliki untuk mendekati Alena terlihat begitu jelas?


Jadi, Vano segera balik bertanya daripada menjawab pertanyaan itu.


"Apakah itu terlihat jelas?"


Melihat pemuda yang ada di hadapan Kyla itu tidak membantah ucapannya ekspresinya menjadi semakin buruk.


"Ya, itu terlihat sekali tentang bagaimana kamu menatap Kak Alena, bagaimana cara aku menggambarkannya ya? Hmm, tatapan kagum dan penuh cinta? Lalu tentang bagaimana kamu tersenyum pada Kak Alena, aku pikir ini terlihat sangat jelas,"


Vano yang mendengar kata-kata Kyla barusan jelas saja tidak pernah mengira tentang hal-hal seperti itu.


Tatapan penuh cinta bagaimana?


Vano yakin dirinya tidak memiliki tatapan semacam itu pada Alena.


Dirinya tidak jatuh cinta pada Alena.


Dirinya mendekati Alena hanya demi misi balas dendam yang diringan miliki tidak lebih dan tidak kurang.


Kyla pastilah hanya berbicara omong kosong.


Karena mungkin, Kyla salah paham saja tentang tindakan yang dirinya miliki pada Alena yang memang ramah dan terlihat sedang mendekatinya.


Ya, Kyla hanya salah paham saja!!


Vano, mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri.


"Kamu terlalu berlebihan,"


"Namun itulah yang aku lihat apakah kamu benar-benar menyukai Kak Alena?"


Vano tentu saja merasa dirinya tidak menyukai Alena, namun demi rencananya Dia segera menjawab pertanyaan Kyla dengan kebohongannya.


"Ya, aku mungkin memiliki beberapa perasaan padanya,"


"Namun Vano, Apakah kamu tidak lihat tentang bagaimana Kak Alena bersama dengan Xavier?"


Ketika nama pemuda itu disebut ekspresi Vano juga menjadi buruk.


"Ya, Ada apa dengannya memang?"


"Kak Alena selalu menyukai pemuda itu, jadi aku menyarankanmu untuk sebaiknya menyerah saja daripada sakit hati,"


Ya, Kyla tahu bahwa Alena menyukai Xavier, bahkan walaupun Kyla juga tidak suka itu, namun Kakaknya Alena itu, bisa menjadi keras kepala pada saat tertentu.


Bahkan setelah dinasehati, Kak Alena tetap jatuh cinta, pada pemuda mencurigakan itu.

__ADS_1


Dan setidaknya perasaan itu tidak akan hilang dalam waktu singkat.


Kyla merasa cukup kasihan juga pada Pemuda di hadapannya itu, karena menurut Kyla, Alena memperlakukan Vano dengan baik tidak lebih karena Vano adalah teman sekaligus adik tingkatnya.


Tidak pernah memikirkan soal perasaan lebih daripada teman.


Ya, lebih baik menyerah daripada sakit hati kedepannya.


Vano, yang mendengar kata-kata Kyla itu, entah kenapa segera dipenuhi dengan kemarahan.


Menyerah katayan?


Tentu saja dirinya tidak akan pernah melakukannya.


Ya tidak akan!


Dirinya tidak akan pernah menyerah dengan rencana yang dirinya miliki.


Tidak akan pernah menyerah untuk mendekati Alena.


"Apa? Kenapa kamu begitu yakin dengan kata-katamu?"


"Hah, kamu mungkin tidak tahu ini, namun Kak Alena sudah menyukai Xavier sejak lama, bahkan sejak SMA. Yah, Kak Alena sudah menyukainya terlalu dalam bahkan ketika tahun-tahun berlalu sepertinya Kak Alena tidak pernah melupakan perasaannya itu, jadi aku merasa Jika kamu tidak memiliki kesempatan,"


"Apa? Itu jelas tidak mungkin,"


"Vano, aku hanya mengatakan kenyataan yang terjadi kamu jangan mengingkarinya,"


Ya, Vano jelas saja merasa heran dan tidak mengerti tentang hal-hal yang dilakukan oleh gadis yang ada di hadapannya itu.


Kyla sendiri yang mendengar kata-kata itu segera menghela nafas dan berkata,


"Aku hanya mengatakan ini demi kebaikanmu sendiri,"


"Kamu tidak mengerti apapun tentang aku Jadi bagaimana bisa itu demi kebaikanku? Kamu jangan lancang untuk mengurusi urusanku! Ini tidak ada hubungannya denganmu!"


Kyla melihat nada permusuhan dari pemuda yang ada di hadapannya ini.


Kyla juga merasa bahwa hal-hal yang barusan dirinya katakan terlalu berlebihan.


Ya, Kyla juga tahu, dirinya baru saja bersikap lancang dan mulai mengurusi urusan pribadi pemuda yang ada di hadapannya itu.


Dirinya tidak tahu kenapa melakukan itu...


Hanya saja, Kyla merasa, tidak ingin pemuda di hadapannya itu menjadi sedih.


"Sudahlah, aku minta maaf jika aku berbuat tidak sopan dengan mengurusi urusanmu. Kamu tidak perlu terlalu memikirkan ucapanku, aku hanya sekedar memberikan beberapa Nasehat apakah kamu menurutinya atau tidak Itu terserah kamu,"


Setelah mengatakan itu, Kyla memutuskan untuk segera pergi dari sana dengan perasaan yang rumit.

__ADS_1


Vano yang ada di perpustakaan, jelas merasa tidak nyaman.


Kenapa dirinya begitu kesal setelah tahu jika Alena dekat dengan Pria lain?


Apakah ini hanya sebatas perasaan kesal karena rencana yang dimilikinya mungkin bisa gagal?


Ataukah ada perasaan-perasaan lain yang sudah timbul?


Vano mulai kembali teringat pertemuan pertamanya dengan gadis itu di awal universitas.


Dirinya sudah merencanakan rencana itu sejak memasuki universitas yang sama dengan Alena.


Setelah melakukan beberapa penyelidikan dan akhirnya susah payah bisa memasuki Universitas itu.


Mereka pertama kali bertemu saat masa orientasi.


Lalu, setelahnya Mereka ada di sebuah organisasi yang sama.


Jadi kurang lebih sudah cukup lama mereka berdua saling kenal.


Banyak hal yang sudah terlewati di hari-hari itu.


Alena...


Ya, Vano jujur terkadang merasa cukup takjub dan kagum dengan gadis itu yang selalu memperlakukan orang-orang dengan sama dan tidak membeda-bedakan orang.


Dimana Alena pernah membela seseorang yang kena buli, karena tidak memiliki seorang Ayah.


Ya, Apakah sejak itu dirinya mulai memiliki perasaan aneh?


Tidak-tidak, ini jelas tidak boleh terjadi, dirinya hanya harus fokus pada rencananya.


Dan sekarang hal yang harus dirinya lakukan adalah untuk menyelidiki Pemuda bernama Xavier itu.


####


Di tempat lainnya saat ini, Alena bersama dengan Xavier di ujung taman yang sepi.


Menikmati Waktu mereka berdua duduk di rumput, dibawah pohon, menikmati cuaca yang indah siang itu.


Pemuda yang ada disamping Alena itu, saat ini sedang melepas kacamatanya.


Alena yang menatap wajah pemuda itu, masih tidak terbiasa dengan wajah itu.


"Alena, Aku pikir kamu harus mulai terbiasa dengan wajah ini sekarang,"


"Rasanya benar-benar cukup aneh untukku melihat wajah itu,"


"Tapi mau bagaimanapun juga, ini adalah wajah kekasih mu? Apakah Sean seburuk itu dimatamu?"

__ADS_1


Alena yang mendengar pertanyaan itu segera menjawab dengan penuh kebencian.


"Ya, dia seburuk itu, tidak tahukah kamu? Dulu Sean pernah mencoba untuk memasukan mobil Kakakku ke Jurang, sangat beruntung Kakakku bisa selamat, hal-hal itu adalah hal-hal yang tidak bisa dimaafkan,"


__ADS_2