Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 50: Pilihan Terbaik


__ADS_3

Tiga Bulan Kemudian


Saat ini, tengah memasuki Liburan Semester untuk Alena dan Sean, Jadi mereka berdua memutuskan untuk berlibur ke suatu Villa. Dalam tiga bulan, tentu saja banyak yang terjadi, setelah Sean putus hubungan dengan Keluarganya itu. Maslahah Sean dengan Mantan Calon Tunangannya, Neila dan bahkan masalah Vano yang menyukai Alena. Namun hal-hal untungnya berjalan dengan baik, karena cinta yang mereka miliki cukup kuat, dan segera menyelesaikan masalah-masalah itu.


Jadi, setelah tiga bulan lamanya keduanya menahan diri, malam itu begitu mereka memasuki kamar Villa, Alena segera menyeret Sean keatas tempat tidur.


"Tapi, Alena Apakah tidak apa-apa jika kita melakukannya?" Tanya Sean pada sosok wanita yang ada di bawahnya.


"Tidak apa-apa, toh Kakak juga tidak tahu bukan? Asal kita pakai pengaman dengan baik, dan Aku tidak hamil, harusnya baik-baik saja sampai kita Lulus, Aku benar-benar tidak tahan Apakah kamu tidak begitu?"


Sean yang ditanya itu, segera mengagguk, dan berkata,


"Ya, Aku benar-benar belum melakukannya denganmu,"


Sean menunjukkan ekspresi penyesalan ketika mengatakan itu, ya karena yang melakukannya sebelumnya adalah dirinya yang lain.


"Pfff... Itu benar... Aku juga belum melakukannya dengan 'Sean', ini adalah hal-hal yang sangat disesalkan, sangat lama jika menunggu kita lulus,"


Ada nada manis ketika Alena mengatakan itu.


"Ya, kamu benar... Hah, kita belum melakukan apa-apa walaupun sudah menikah, ini benar-benar sangat berat,"


Alena yang mendengarnya lalu tersenyum dan segera menarik Pria diatasnya itu, dan menciumnya.


Itu ciuman yang sedikit agresif dari Sean yang membalas ciuman Alena. Alena tahu, dibandingkan dirinya yang lain yang lebih lembut, gaya Sean yang sedikit nakal, mungkin sudah Alena nantikan.


Bagaimana jika mereka melakukannya lebih dari ini?


Seperti apa rasanya?


Seberapa menyenangkannya itu?


Dalam tiga bulan, Alena terus kepikiran, namun hanya bisa menahan diri lebih banyak.


"Sean, Aku menyukaimu..."


"Ya, Alena Aku juga menyukaimu...."


Malam itu, menjadi 'Malam Pertama' Alena dan Sean yang di nantikan. Namun tentu saja, ketika terbangun di tengah malam Alena karena sebelumnya sempat ketiduran karena lelah, dan melihat Sean yang memeluknya, Alena merasa senang. Karena akhirnya, salah satu keinginannya terkabul untuk benar-benar melakukannya dengan 'Sean'nya.


Melihat Pria yang terlelap yang memeluknya, itu, Alena mencium bibir Sean singkat. Namun, segera mata itu segera terbuka, membuat Alena terkejut.


"Lena, selamat malam... Sepertinya kamu memiliki malam yang indah dan melupakan ku?"


"Xavier...."


Alena segera memalingkan wajahnya karena merasa malu, ya bukan berati dirinya melupakan sosok keberadaan Xavier. Xavier masih akan muncul kadang-kadang, secara random seperti sebelumnya.


"Kamu tidak merindukanku, Lena sayang?"


"Tentu saja aku merindukanmu, Xavier...."


"Hmm, ini terasa tidak adil jika hanya Sean saja yang memiliki malam yang indah? Bagaimana denganku? Hmm?"


Alena yang di goda oleh Pria itu segera memiliki wajah memerah, dirinya sudah menduga hal-hal ini, jika dirinya pasti tidak hanya akan dengan Sean saja, namun untuk melakukan tambahan bahkan di tengah malam, padahal sebelumnya baru selesai dengan Sean....


"Itu..."


Sebelum Alena lanjut berkata-kata, Xavier sudah menciumnya.


"Lena... Kamu tidak mau sekarang?"


Alena menatap Pria yang ada di depannya saat ini seolah merajuk manja ke arahnya, Alena mungkin tidak tahan dengan ekspresi itu lalu segera menjawab,


"Ya, mau...."


Malam itu, benar-benar menjadi malam yang cukup melelahkan untuk Alena, karena harus mengurus hal-hal dua kali lipat. Namun Alena senang dengan kehidupan barunya, ada sisi menyenangkan, seolah...


Memiliki Suami Dua...


Sial, Alena merasa gila karena memirkian ini, hal-hal yang jelas tidak boleh Sean atau Xavier tahu.


Dan begitulah, hari-hari indah liburan mereka di mulai.


Namun, tentu saja kebahagiaan tidak dirasakan oleh semua orang.


Tiga bulan telah terlalu sejak Sean pergi dari Rumah Keluarga Dirgantara. Tentu saja hal-hal Ini tidak membuat beberapa orang senang apalagi melihat sepertinya, Sean ada di pihak Keluarga Alena.


"Sial! Sean si Penghianat itu!" Kata Geovanni dengan marah.


Isabella yang sudah kena marah, belakangan itu tidak lagi bisa berkata apa-apa tidak pernah mengira jika putranya yang begitu patuh itu benar-benar segera keluar dari rumah itu dan melarikan diri. Dan dirinya sekarang berada di Rumah Keluarga Dirgantara dengan banyak penderita sejak Sean pergi, kena marah Suaminya terus-terusan.

__ADS_1


Saat ini, mereka tengah ada di depan suatu Villa tempat Alena dan Sean tinggal, kedua orang itu seperti habis menikmati liburan mereka dan berniat kembali ke Rumah Besar. Geovanni benar-benar tidak senang melihat putranya itu bersama dengan Putri keluarga musuhnya itu.


"Sialan! Si Penghianat harus disingkirkan!"


Isabella yang mendengar itu jelas merasa kaget.


"Geovanni! Apa yang coba kamu lakukan?"


Saat ini, mobil mereka tengah mengikuti Mobil milik Alena dan Sean, kebetulan saat ini mereka melewati sebuah tebing. Geovanni mulai menyusul mobil yang di naikin Sean, dan mulai menabraknya hingga mobil Sean menepi ke tepi tebing hampir jatuh.


Sean sendiri, tidak pernah mengira dirinya dan Alena akan di sergap seperti itu, terutama setelah melihat mobil yang menabrak mobilnya.


Itu adalah mobil Ayahnya...


Sean tidak pernah berpikir jika Ayahnya akan setega itu padanya...


Lalu Alena...


"Aku tidak apa-apa, Mari kita mencoba melarikan dulu dari sini aku sudah mencoba untuk memanggil bantuan tidak akan lama sampai bantuan tiba,"


Disisi lainnya, Isabella yang melihat Suaminya berhati dingin dan bahkan bersiap melenyapkan Putra mereka Sean itu, jelas menjadi marah.


"Geovanni! Mau bagaimanapun juga Sean adalah Putra kita! Kamu Jangan bersikap ke gabah seperti ini!"


"Diamlah! sejak dia menjadi penghianat Aku tidak pernah menganggapnya sebagai Putraku lagi!"


"Tapi dia masih Putra kita!"


"Apakah kamu tidak lihat dia sekarang bersama dengan putri dari keluarga terkutuk itu apakah kamu rela!"


"Tapi bukan berarti..."


Geovanni merasa muak segera menampar menepis Istrinya itu.


"Apakah sekarang kamu ada di pihak mereka hah? Menjadi penghianat?"


Isabella lalu mulai melihat kearah mobil yang ada di samping, dimana sedikit terlihat wajah Putranya Sean, yang saat ini panik. Tiba-tiba emosi rumit memasuki hatinya. Dalam tiga bulan ini, tentu saja ada rasa sedikit merindukan Putranya itu, bahwa selama ini Sean yang selalu ada disisinya dan membelanya setiap waktu.


Isabella lalu teringat, hal-hal yang Sean telah lakukan untuknya.


Saat mereka memasuki Keluarga Dirgantara untuk pertama kalinya.


'Ya, Mama demi Mama bahagia Aku akan melakukannya,'


'Ini adalah hadiah ulang tahun untuk Mama,'


Disaat itu, dimana tidak ada yang peduli, walaupun hanya hadiah kecil dan kue ulang tahun kecil, namun Sean selalu ada untuknya. Putranya satu-satunya yang berharga.


Ya, kenapa baru sekarang dirinya menyadarinya setelah kehilangan dia?


Bahwa, Putranya Sean yang satu-satunya dia miliki dan selalu ada disisinya selama ini.


Tidak, Sean saat ini masih ada, hidup dan bernafas, sedang mencari jalan kebahagiaannya sendiri.


Penyesalan terkadang datang terlambat, namun ini belum terlalu terlambat.


Tatapan Isabella lalu bertemu dengan tatapan Sean dari balik jendela.


Ah...


Putranya, Sean sekarang sudah besar....


Waktu benar-benar cukup cepat berlalu?


Sekarang, Putranya sudah mencoba menemukan kebahagiaannya sendiri, jadi ini yang bisa dirinya lakukan walaupun ini sudah terlambat.


"Geovanni!! Kamu jangan pernah menyentuh Putraku!"


"Apa-apaan kamu Isabella! Lepaskan Aku atau kita akan jatuh!"


Mereka berebut stir mobil, jadi dari pada menabrak mobil Sean yang ada di ujung pembatas jalan itu, mobil mereka sendiri yang akhirnya babals jatuh.


Sean dan Alena menyaksikan kejadian itu dengan ekspresi kaget, terutama Sean, yang tadi sempet bertemu dengan tatapan Mamanya.


Bagaimana cara Sean mengantarkannya?


Ini seperti, Sean akhirnya menemukan kasih sayang yang dirinya cari dari Mamanya...


Namun Mamanya telah...


"Tidak.... Mama...."

__ADS_1


Walaupun telah lolos dari maut, namun hati Sean menjadi hancur ketika di hadapan dengan situasi itu, Sean mulai menagis.


Alena yang melihat, Sean jelas mencoba menenangkannya. Alena juga tidak akan pernah mengira jika kejadiannya Sampai separah ini.


Hal-hal ini tentu masih sangat berat untuk Sean.


"Sean... Menagislah, tidak apa-apa aku akan di sini menemanimu,"


Sean lalu mulai menggenggam kalung liontin yang dikembalikan oleh Alena. Sebuah kalung liontin hadiah dari Mamanya, yang bertuliskan namanya, di masing-masing sisi.


Sean


Xavier


Perasaannya menjadi hancur ketika memikiran semua ini...


Dirinya kira, dirinya masih terlepas dari perasaannya namun ternyata dirinya masih memiliki kepedulian kepada Ibu Kandungnya...


Namun sayang takdir berkata lain....


Seolah ini sebuah akhir, namun ini adalah sebuah awal.


Dirinya tidak bisa menjaga Mamanya pada akhirnya, namun dirinya masih memiliki Alena.


Dirinya pastikan akan melindungi, Alena dengan baik, dan membuat Alena bahagia.


"Alena, kamu akan selalu disisiku?"


"Ya, Sean. Aku di sini dan tidak akan kemana-mana,"


Alena, sekali lagi hanya bisa menghibur Sean disana, untuk melewati semua hal-hal berat dan mengejutkan ini.


####


Satu Tahun Kemudian


Saat ini, adalah sebuah Acara Launching Perusahaan Baru yang bernama, X.S.A Corporation sebuah Perusahaan yang Sean dan Alena dirikan setelah lulus dari Universitas. Ini adalah Perusahaan baru, untuk mereka berdua yang baru saja memulai bisnis baru.


Banyak hal yang terjadi, namun saat ini Alena dan Sean yang berdiri di tempat peresmian terlihat sangat senang dan serasi satu sama lainnya.


Hari ini juga merupakan hari yang penting untuk mengungkapkan soal pernikahan mereka secara resmi kepada publik.


"Hari ini merupakan sebuah hari yang penting, selain juga merupakan Launching Perusahaan hasil kerja sama antara Aku, Sean Xavier Dirgantara dan Alena Smith, kami juga ingin berbagi sebuah kabar gembira,"


Orang-orang yang melihat hal itu segera menantikan kabar bahagia itu sekaligus bertanya-tanya karena sejak kejadian kecelakaan hari itu, banyak hal yang berubah, terutama sejak Perusahaan Dirgantara kabarnya mulai menjalin kerja sama dengan Perusahaan milik Keluarga Smith, yang kabarnya adalah perusahaan saingan yang menjadi musuh bertahun-tahun.


Hal-hal itu jelas menjadi kegemparan, terutama perkembangan kerja sama mereka bahkan sampai dalam mulai membuat Perusahaan Baru seperti sekarang, yang di Ketuai oleh Sean dari Perwakilan Perusahaan Dirgantara dan Alena dari Perusahaan Smith.


Semua orang juga jelas sadar ada beberapa hal yang sedikit aneh soal kerja sama ini, beberapa orang yang suka bergosip mungkin sudah mulai memikirkan tentang hubungan antara Alena dan Sean.


Namun sayangnya, rumor yang beredar dan pikiran mereka masih sedikit terlalu tertinggal dari kenyataan yang ada. mereka mungkin hanya berpikir hari ini pengumuman pertunangan atau sesuatu namun pada kenyataannya pengumuman itu jauh melebihi ekspektasi semua orang.


"Aku dan Alena, sebenarnya sudah menikah sejak lebih dari 1 tahun yang lalu, Aku tahu ini mengejutkan Namun karena usia kami saat itu masih cukup muda dan masih di Universitas kami memutuskan untuk menyembunyikannya dulu. Kami berdua merasa saat ini adalah saat yang tepat untuk mempublikasikan Hubungan kami, bahwa Alena Smith adalah Istriku, Sean Xavier Dirgantara,"


Sebuah pengumuman itu benar-benar semua orang ada di ruangan itu benar-benar tidak mengira tentang berita yang mereka dengar.


Alena sendiri, menatap kearah Suaminya, Sean yang benar-benar telah berubah sejak kejadian 1 tahun yang lalu. Ya, Sean yang menjadi lebih semangat walaupun hatinya hancur setelah kejadian itu, namun Sean segera cepat bangkit kembali tujuannya hanya satu untuk membuat dirinya bahagia.


Alena tidak pernah menyesali pilihan yang dirinya buat untuk menerima Sean apa adanya dengan semua yang kekurangan yang dia miliki. Alena selalu merasa bahwa pilihannya untuk bersama dengan Sean adalah sebuah pilihan paling baik yang dirinya pilih.


Sebuah pilihan yang membawa dirinya dalam kebahagiaannya saat ini, bahwa dengan cinta yang mereka miliki, mereka menemukan kebahagiaannya baik dulu sekarang ataupun jauh di masa depan nanti.


Keberadaan Sean, yang membawa Alena dalam kebahagiaan baru, Pria yang dia cintai, Sean Xavier Dirgantara, pilihan Terbaik Alena.


...****************...


...TAMAT...


...****************...


Catatan Penulis: Terimakasih atas dukungannya selama ini, apalagi Barangkali ada yang membaca Tiga Rangkaian Series Novel ini?


Di Mulai dari Generasi 1, Kisah Antony Callisto dan Emelin Smith di Novel: Suami Bayaranku Yang Dingin


Series ke 2, dengan tokoh Alexander Smith dan Natasya Scarett dalam Novel: Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya


Dan akhirnya Series ke 3 ini, Kisah antara Alena Smith dan Sean Xavier Dirgantara, dalam Novel ini.


Banyak hal yang terjadi, buat yang hanya menikmati series ini tidak apa-apa, terimakasih telah membaca sejauh ini jika kalian tertarik atau penasaran bisa baca series-series dari kisah ini sebelumnya yang mungkin sama menariknya dengan kisah ini.


Sekali lagi, terima kasih kepada semuanya telah membaca dan memberikan dukungan baik like, komentar, gift atau vote.

__ADS_1


Sampai Jumpa di Novel Berikutnya 😊😊😊😊


__ADS_2