Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku
Episode 38: Kisah Masalalu


__ADS_3

Sebuah jawaban yang tidak pernah akan Alena duga.


Ya, Alena jelas saja merasa bingung ketika pemuda yang ada di hadapannya bilang sesuatu seperti itu.


'Seseorang yang tidak ada di dunia ini?'


Alena yang mendengar kata-kata itu yang seolah dikatakan dengan nada sedih tiba-tiba memiliki firasat buruk.


"Apa.... Apa maksudmu?"


Pemuda yang ada di hadapan Alena itupun mendekat ke arah Alena, lalu menatapnya dengan ekspresi sedih.


"Seperti yang aku katakan, Xavier yang ada di hadapanmu ini secara teknis adalah sesuatu yang yang tidak ada,"


"Kamu Sean, kenapa kamu malah berbicara berpelik seperti itu kamu hanyalah seorang penipu! Kamu... Kenapa kamu mempermainkanku seperti ini Sean? Apakah itu menyenangkan untuk membuatku sebagai sosok yang berbeda?"


Alena diliputi dengan rasa dan kesedihan yang ada di hatinya memikirkan bahwa ini dirinya ditipu oleh teman yang ada di hadapannya itu.


Begitu ketika memikirkannya dirinya bertingkah seperti orang bodoh, seperti gadis bodoh yang jatuh cinta, apakah pemuda ada di atasnya itu menikmati permainannya itu?


Pasti dia tertawa, memikirkan bahwa permainan yang sukses untuk membuat dirinya tertipu.


Dia sangat pandai dalam berakting sampai-sampai Alena benar-benar merasa tertipu dan merasa jika mereka adalah dua orang yang berbeda.


Dirinya merasa dipermainkan oleh pemuda yang ada di depannya itu.


"Aku bukan Sean, namun secara teknis masihlah bagian dari Sean,"


Pemuda itu mulai mengatakan dengan tenang hal-hal dan rahasia yang seharusnya dirinya katakan.


Merasa jika tidak perlu lagi ada rahasia yang disembunyikan karena hal-hal sudah menjadi seperti ini.


Alena sekali lagi merasa tidak mengerti ketika mendengar kata-kata itu.


"Sungguh aku tidak mengerti apa maksudmu itu! Kenapa kamu tidak mengaku saja soal penipuan dan permainan yang kamu buat lalu katakan padaku apa maksudmu mempermainkan hatiku?"


"Lena, aku bersumpah aku tidak pernah berniat mempermainkanmu!!"


"Sean Cukup! Jangan panggil aku dengan nama sok akrab itu, itu hanya membuatku sangat muak!!"


Pemuda itu, menatap gadis yang ada di hadapannya ini yang saat ini selain diliputi dengan kemarahan air mata mulai tumpah dari sudut matanya.


Alena mungkin merasa tidak tahan dengan semua situasi kenyataan yang harus dirinya terima ternyata lebih berat daripada yang dirinya kira.


Alena sadar, ini mungkin karena rasa cinta yang dalam pada pemuda yang ada di hadapannya itu begitu besar, dan rasanya sangat sakit karena akhirnya dipermainkan seperti ini.


Pemuda itu merasa tidak tahan tentang bagaimana gadis yang ada di hadapannya itu sedih namun jika gadis itu tahu kenyataannya apakah itu tidak akan membuat dia lebih sedih?

__ADS_1


Bahwa dirinya bukanlah sesuatu yang ada di dunia ini, dirinya hanyalah salah satu bagian dari Sean, keperibadiannya yang lain....


Sesuatu yang mungkin hanya akan menghilang begitu saja...


"Lena, dengarkan kata-kataku baik-baik. Kamu mungkin tidak akan mempercayai, Aku memang bukan Sean yang kamu kenal, Sean tidak tahu tentang semua ini,"


"Kenapa kamu bertingkah seperti sedang membicarakan orang lain? Kamu jelas Sean!"


"Ya, Aku adalah Sean, namun juga bukan benar-benar Sean, aku adalah bentuk dari kepribadian lain yang dia punya, Aku di sebut Xavier,"


Alena yang baru saja mendengar itu jelas saja semakin sok dan merasa tidak percaya dengan hal-hal yang barusan didengarnya.


"Hah? Kebohongan apa lagi sekarang yang sudah kamu buat? Kamu dulu mengaku adalah saudara kembar Sean, namun sekarang kamu bilang kamu adalah Sean yang lain? Kamu pikir aku akan percaya dengan cerita konyol yang kamu buat itu?"


"Lena, aku minta maaf karena membohongi sebelumnya itu karena jika aku mengatakan atau menceritakan kenyataan kamu pasti tidak akan percaya,"


"Ya, siapa yang akan percaya Sean memiliki dua kepribadian?"


"Namun itu adalah kenyataannya tidakkah kamu melihat bagaimana aku dan dia adalah sosok yang benar-benar berbeda? Aku bisa ada seperti ini, karena kelemahan Sean, Sean selalu mendambakan dirinya menjadi sosok yang sempurna, dengan harapan bisa membuat Ibunya menyayaginya, dan Ayahnya bangga padanya... Jadi dia membuang semua kelemahan yang ada dalam dirinya untuk menjadikan dirinya Sean yang sekarang, termasuk hatinya... Masa lalu kami berdua bukanlah sesuatu yang indah,"


Alena jangan dengarkan cerita itu jelas saja tidak tahu apakah harus percaya atau tidak.


Namun bagaimana jika yang dikatakannya itu benar?


"Kamu pikir aku akan percaya dengan cerita omong kosong yang kamu miliki?"


"Tunggu! Brengsek!! Apa yang coba kamu lakukan!!"


Ya, Alena jelas menutupi matanya, tidak mengira jika pemuda yang ada di hadapannya itu benar-benar menjadi gila dan tidak tahu malu mencoba untuk membuka bajunya di tempat seperti ini.


Apakah ini cara pemuda itu merayunya??


Dengan tubuhnya?


Sungguh tidak tahu malu!!!


Xavier tetap melanjutkan hal-hal yang dirinya lakukan membuka sebagian bajunya, lalu menujukan punggungnya yang penuh bekas luka.


Alena yang tidak mendapatkan tangapan itu, diam-diam sedikit mengintip dari balik tangannya, jelas saja merasa cukup kaget ketika dirinya dihadapkan dengan bagian belakang tubuh pemuda yang ada di hadapannya itu.


Ya, disana ada berbagai bekas luka, entah itu seperti bekas cambukan atau bekas pukulan?


Ada beberapa memar ungu di sana Dan juga beberapa garis-garis luka seperti sebuah luka lama.


Hanya memikirkannya saja tiba-tiba membuat Alena takut, dan cemas, itu jelas terlihat cukup menyakitkan bahkan walaupun itu adalah luka-luka lama.


"Kamu...."

__ADS_1


Xavier segera kembali memakai bajunya, dan berbalik menatap Alena.


"Bukankah kamu tahu? Aku baru memasuki Keluarga Dirgantara ketika berumur 10 tahunan, pada dasarnya, aku adalah anak haram di luar nikah, seorang anak yang tidak diharapkan oleh siapapun, bahkan oleh Ibuku sendiri,"


Kata-kata itu dikatakan dengan nada penuh kesedihan seolah mencoba memutar ingatan masa lalu, dan disinilah, dia memulai ceritanya pada Alena.


Kisah tentang seorang anak yang tidak diinginkan, yang selalu berada di sebuah ruangan kecil, sendirian, walaupun anak itu sakit, tidak ada yang peduli atau memperhatikannya, tidak ada yang bertanya apakah dia lapar atau tidak, dia begitu kurus dan kecil, terkadang Mamanya hanya pulang membawa sedikit makanan namun hanya membaginya sedikit pada anak itu.


'Sangat merepotkan harus mengurusmu, kenapa kamu musti lahir segala? Setidakya, kamu bisa sakit saja dan mati, tapi kamu masih begitu sehat sampai sekarang, coba saja Aku tidak di awasi oleh para tetangga... Kamu sudah aku buang jauh-jauh!'


Kenangan buruk mulai kembali pada pemuda itu, tentu karena dia juga Sean, mereka berbagi ingatan yang sama.


Mungkin karena kesendirian dan kesepian, anak itu mulai berbicara sendiri, trauma masa kecil yang menyedihkan, hingga perlahan-lahan tumbuh sesuatu yang tidak seharusnya ada, sebuah suara yang muncul dikepalanya.


'Jangan sedih, Sean... Aku akan melindungimu...'


'Kamu siapa?'


'Aku adalah saudaramu, kamu bisa memanggilku... Xavier,'


Walaupun memiliki kehidupan sulit, anak itu selalu berusaha untuk tetap hidup, dan selalu mencoba mendapatkan kasih sayang dan cinta dari Ibunya.


Mencoba melakukan apa yang dia bisa, agar Mamanya memperhatikannya, mulai bersih-bersih dan beres-beres.


'Xavier, jika aku menjadi anak baik dan rajin Mama akan memperhatikanku?'


'Ya, Mama pasti akan memperhatikan kita,'


'Benar, Mama masih memberiku makan teratur setelah semua, dia pasti menyayagiku!'


Kepercayaan dari seorang anak yang bahkan belum berusia lima tahun, namun dia selalu menjadi anak yang cukup cerdas.


Kadang, masih ada beberapa tetangga yang memperhatikannya, membantunya dengan memberikan pakaian lama dan juga memastikan Ibu anak itu tidak menelantarkan anaknya, atau mencoba menyakitinya.


Namun hal itu malah membuat Ibu anak itu semakin tertekan, dan pada akhirnya selain kebutuhan pokok tidak pernah memperhatikan putranya.


Seorang anak yang selalu mendambakan cinta dan kasih sayang ibunya, tidak pernah menyerah.


"Kamu tahu? Mungkin baru setelah Ayah kandungku kembali dari Luar Negeri setelah sukses, Mama mengunakan Sean untuk masuk ke dalam Keluarga Dirgantara, namun orang-orang di keluarga itu jelas bukanlah orang-orang yang baik, kamu mungkin bisa menebak akhirnya seperti apa, dan Sean yang baik hati dan lembut menjadi sosok sampah semacam itu, Aku adalah sisa-sisa kelemahan yang dia buang untuk menjadi sosok sempurna, namun hal itu kadang membuat Sean tidak setabil, dan ketika memasuki masa remajanya, Aku sesekali bisa mengambil alih tubuhnya, dan itulah bagaimana aku bertemu denganmu, itu bukanlah sesuatu yang aku rencanakan, setidaknya ketika aku memiliki beberapa kebebasan aku hanya ingin melakukan hal-hal yang aku suka,"


Alena yang mendengar semua itu, entah kenapa menjadi percaya kepada kita itu namun juga begitu sedih ketika mendengarnya tidak bisa membayangkan nasib seperti apa atau hal semacam apa yang pernah Sean alami.


Sisi gelap yang selalu di sembunyikan, terlalu menyedihkan bahkan hanya untuk dibayangkan.


Lalu keberadaan Xavier....


"Jadi kamu benar-benar Sean yang lain?"

__ADS_1


"Terdengar tidak masuk akal bukan? Namun itulah kenyataannya, Aku, Xavier yang kamu suka bukan seseorang yang benar-benar ada, dan mungkin saja aku bisa tiba-tiba menghilang kapan saja, sama seperti tahun itu. Sejujurnya aku tidak ingin memiliki hubungan terlalu dalam denganmu, namun mau bagaimana? Cinta terkadang datang dengan tiba-tiba, aku juga terlalu takut untuk menceritakan semua ini padamu, setelah semua kamu membenci Sean, dan aku masihlah bagian dari Sean...."


__ADS_2