
Sean mulai banyak berpikir tentang apa yang harus dirinya lakukan sekarang apakah menuruti kata-kata ayahnya atau tidak.
Namun jelas bukan hal baik jika dirinya menolak sekarang jadi mari berpura-pura dulu untuk menerimanya.
"Baik, Ayah. Aku akan memerintahkannya sesuai perintah mu,"
"Itu bagus sekali, kamu bisa meminta beberapa bantuan dari Pamanmu Viktor jika ada masalah, dia biasa mengurus hal-hal ini, dan ingat jangan sampai gagal,"
"Ya,"
Setelah puas dengan jawaban Sean, Geovanni segera menyuruh putranya itu untuk pergi dari sana, lalu segera menelepon Viktor, temannya.
"Viktor, kamu bantu Putraku Sean untuk mengurus sabotase Proyek Perusahaan yang dikelola Alex, nanti dia yang akan memberimu rincian rencananya,"
'Tentu saja, Aku pasti akan membantu calon menantuku ini, semua pasti beres tanpa gagal,"
"Bagus,"
'Ngomong-ngomong Bagaimana rencana soal pertunangan putra-putri kita? Rencana sebelumnya gagal karena kecelakaan tidak terduga,'
Mendengar itu, Geovanni menjadi diam, terlihat sedang memikirkan rencana.
"Mari Biarkan anak-anak kita saja yang menentukan, bukankah itu lebih baik?"
'Kamu benar, Aku nanti akan menyuruh Putriku untuk mengurusnya, kita tinggal menerima beres saja pertunangan mereka,'
"Ya, sebenarnya aku ingin putra-putri kita segera menikah namun setidaknya masih menunggu mereka lulus kuliah dulu,"
'Kamu benar, mereka masih cukup muda, setidaknya tidak apa-apa Bertunangan dulu, nanti kalau mereka sudah lulus kita akan langsung mengadakan acara pernikahan,'
"Tentu saja,"
####
Disisi lainnya, saat ini Sean sudah kembali masuk ke dalam ruangannya beserta dengan dokumen-dokumen yang diberikan oleh ayahnya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang,"
Sean lagi-lagi masih binggung sendiri, dirinya tidak bisa melakukan hal-hal jahat kepada Keluarga Alena lagi, sekarang bahkan sulit untuk memikirkan Jika hubungan antara dirinya dan Alena menjadi semakin buruk lagi.
Sean berpikir cukup lama sambil menatap ke arah dokumen-dokumen itu. Dan setelah beberapa saat dia akhirnya memutuskan.
"Baik, mari berpura-pura membuat sabotase itu, namun biarkan itu gagal, namun karena ini juga di awasi oleh Paman Viktor, Aku harus hati-hati pada Rencana ini. namun yang membuatku heran bagaimana ayah bisa mendapatkan dokumen-dokumen rahasia ini?"
Seharian itu, Sean mempelajari dokumen-dokumen itu, sambil mencoba memikirkan rencana yang bagus yang mungkin saja gagal.
Dan setelah memiliki beberapa rencana, Sean mulai menelepon Viktor, untuk konsultasi soal rencananya.
'Ya, itu bagus, aku akan mulai menyuruh orang-orangku untuk melakukannya sesuai Rencanamu,'
"Tunggu, Paman. biar aku sendiri yang menyuruh orang-orang ku untuk melakukannya Paman tidak perlu repot-repot,"
__ADS_1
'Tentu saja, nanti beri Aku kabar jika kamu sudah menyuruh anak buahmu,'
"Tentu saja, Paman, Recana ini akan dilaksanakan sekitar beberapa hari lagi,"
'Lebih cepat memang lebih baik,'
Telepon itu, di tutup dan Sean merasa lega karena rencananya setidaknya disetujui oleh Viktor, dan karena Sean sengaja menyuruh bawahannya dirinya bisa merencanakan agar sabotase itu gagal dengan memberikan beberapa perintah yang sedikit salah.
Ya, atau ada baiknya dirinya diam-diam memberi tahu Kakak Alena soal ini?
Tidak, itu malah akan menjadi semakin mencurigakan.
Di sisi lain telepon, Viktor yang baru saja menerima telepon dari Sean, tiba-tiba merasa memiliki firasat tidak enak.
"Hmm, Aku harus mengawasi anak itu, dia masih muda setelah semua, walaupun rencana yang dia buat cukup bagus namun masih ada resiko gagal, kegagalan jelas tidak bisa di terima, mungkin Aku perlu menyuruh anak buahku juga untuk mengawasinya, dan membuat rencana cadangan,"
####
Ini adalah hari baru, tentu saja Alena saat ini mulai berangkat ke Kampus seperti biasanya. Alena Sudah beberapa hari tidak melihat Sean ke kampus entah kenapa.
Alena tentu saja, masih memiliki banyak pikiran terutama sejak Mamanya tahu hubungan antara dirinya dan Sean, dan untungnya untuk sementara, Mamanya mau merahasiakan dulu hubungan mereka berdua.
Namun, Mamanya jelas melarang keras bagaimana jika mereka berdua melakukan hal-hal lebih sebagai Suami Istri, terutama sebelumnya Mamanya juga memergoki Alena yang habis melakukan hal-hal semacam itu dengan Sean.
"Alena, ingat kamu jaga jarak dengan Sean itu, aku tidak mengerti kenapa kamu tiba-tiba bisa suka dengannya, namun jelas kamu harus hati-hati padanya,"
Itu adalah kata-kata Julio yang kebetulan Hari ini berangkat ke kampus bersama Alena.
"Namun Alena, aku masih penasaran Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan Sean itu? Sungguh, kalian bahkan sudah...."
"Diamlah, Aku tidak ingin membicarakannya,"
"Apakah ini ada hubungannya dengan apa yang di katakan Keyla itu? Soal Sean yang mendekatimu dan berpura-pura menyamar sebagai seorang pria cupu bernama Liam Xavier?"
Alena merasa kesal tentang bagaimana saudara laki-lakinya itu sangat kepo dan banyak tanya, namun dirinya juga merasa sedikit bermasalah karena menyimpan begitu banyak rahasia sendirian setidaknya ingin sedikit berbagi cerita.
"Apakah kamu percaya jika Sean sebenanya memiliki Kepribadian lain?"
Julio yang mendengar itu segera menunjukkan ekspresi terkejut dan segera,
"Kepribadian Psikopat maksudmu? Jika aku memikirkannya lagi, orang itu memang terlihat seperti Psikopat,"
Alena yang mendengar itu hanya segera menghela nafas sepertinya tidak ada hal baik jika bercerita kepada Julio, namun Alena juga tidak merasa bercerita pada Keyla adalah hal baik, Keyla terlihat tidak suka bagaimana dirinya memiliki hubungan dengan Sean.
"Ayolah, Alena aku hanya membuat lelucon jangan memasang ekspresi seperti itu? Bukankah kamu juga baru saja membuat lelucon?"
"Aku serius,"
Julio kali ini menunjukkan ekspresi lebih terkejut lagi.
"Sungguh? Bagaimana bisa?"
__ADS_1
Alena lalu mulai menceritakan dalam perjalanan tentang hal-hal soal Sean dan Xavier, yang membuat Alena pusing.
"Astaga? Sungguh? Hal-hal seperti itu benar-benar terjadi?"
"Kak Julio, ingat apa yang aku katakan adalah rahasia jangan pernah menceritakan ini kepada siapapun kepada Mama atau kepada orang lain pokoknya,"
"Baik-baik aku pasti akan merahasiakannya. Aku masih penasaran, jadi kamu menerima Sean begitu saja begitu?"
"Apa? Kak Julio tidak pernah jatuh cinta jadi kamu pasti tidak mengerti, ini rumit, Aku tidak bisa membayangkan Xavier menghilang lagi,"
"Namun Alena, dia bukan benar-benar seseorang yang ada,"
"Kamu tidak tahu apa-apa,"
"Lalu bagaimana dengan Sean menurutmu? Apakah kamu memiliki perasaan khusus padanya?"
Alena yang tiba-tiba ditanya itu segera menjadi diam karena tidak tahu harus menjawab apa.
Julio yang melihat saudaranya itu diam hanya segera menghela nafas lalu mencoba untuk memberikan nasehat kepada saudaranya itu.
"Alena, Aku akan memberitahumu sesuatu, menurutku bagaimanapun kamu bilang Sean dan Xavier terlihat seperti orang yang berbeda namun mereka adalah satu orang, sesuatu yang tidak akan terpisahkan, jika kamu benar-benar menyukai Xavier, kamu juga harus menerima dia sebagai Sean, Xavier hanya bagian lain dari Sean, pada dasarnya mereka adalah orang yang sama, Sean Xavier Dirgantara, kamu tidak bisa membenci atau menyukai hanya satu sisi dari dia, karena itu hanya akan membawamu dalam masalah,"
Alena cukup terkejut tentang bagaimana saudara kembarnya itu memberikan beberapa nasehat.
Alena hanya tidak tahu harus seperti apa...
Hal-hal yang dikatakan oleh Kakaknya bisa jadi benar.
####
Siang itu, di sebuah ruangan terlihat seorang Pria Tampan sedang sibuk mengerjakan beberapa berkas di depannya, sampai tiba-tiba, dia mendapatkan sebuah telepon,
"Ya, ada apa?"
'Tuan Alex, kami memiliki beberapa masalah soal Proyek yang kami kerjakan,'
"Kenapa itu?"
'Sepertinya, Proyek kita di Distrik A ada yang mensabotase, hal-hal saat ini menjadi cukup berantakan di sini,'
Ekpersi Alexander segera menjadi buruk, namun dia segera mencoba menormalkan ekspresinya.
"Apakah kamu sudah mencoba mencari orang-orang mencurigakan di sekitar arena project?"
'Ya, kami sudah memeriksa kamera CCTV, hanya ada sebuah mobil mencurigakan yang sempat berhenti di dekat arena Proyek, kami akan mengirimkan video mobil itu,'
Alex lalu segera menatap kearah ponselnya, di mana Di sana ada sebuah video walaupun singkat tentang sebuah mobil yang terlihat familiar.
Alex jelas tidak akan pernah melupakan bentuk dan warna mobil itu, mobil yang sama yang pernah menabraknya, hingga membuat mobilnya sempat masuk jurang.
Ekpersi, Alex segera menjadi dipenuhi dengan kemarahan dan rasa kesal.
__ADS_1
"Sean dari Keluarga Dirgantara itu! Jadi dia masih benar-benar berani membuat masalah denganku? Hah, benar-benar Kurang Ajar,"