
Sean yang melihat dua bersaudara itu sekarang menjadi bertengkar karena dirinya menjadi semakin bersalah, dia mencoba menghentikan Alena, lalu kembali untuk berlutut ditanah.
"Aku minta maaf, kalian boleh untuk tidak memaafkanku. Namun Aku hanya berharap jika kalian mau memberikan izin agar aku tetap bisa bersama Alena, aku tahu menurut kalian aku bukanlah orang yang layak karena keluargaku, namun demi bisa bersama dengan Alena, Aku berjanji akan meninggalkan semuanya. Keluarga Dirgantara memang begitu sulit dan jahat, tidak hanya kalian namun aku sejujurnya juga sudah tidak tahan berada di sana. Tempat yang menurutku bahkan tidak ada yang menyayangi atau benar-benar menginginkanku. Bersama Alenalah, akhirnya aku menemukan tentang tempat aku benar-benar di cintai, jadi Aku mohon, untuk jangan memisahkan kami berdua. Aku sangat mencintai Alena, Aku akan melakukan segalanya jika memang kalian akan memberikan persetujuan kalian padaku,"
Alex yang mendengar hal itu lalu segera tertawa seolah yang dikatakan oleh Sean adalah omong kosong, lalu segera berkata,
"Lalu Bagaimana jika aku memintamu untuk menghancurkan Keluarga Dirgantara?"
Sean yang mendengar itu segera menjadi diam walaupun dia sudah memutuskannya namun untuk mencoba menghancurkan keluarga itu jelas bukanlah hal yang mudah. Ngomong-ngomong, sudah ada seseorang yang akan melakukannya?
Kakak Tertuanya, Arthur Dirgantara. Sean merasa Kakaknya itu akan melakukannya.
Melihat kediaman Sean, Alex jelas menjadi marah dan berkata lagi,
"Lihat itu dia diam! Siapa yang tahu jika dia saat ini berpura-pura! Dia tidak lebih seperti Ayahnya yang bermuka dua itu!"
"Bukan seperti itu, Aku tentu tidak usah menghancur Keluarga Dirgantara, yah aku mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak bisa kalian percayai, namun Kakak Tertuaku, Arthur Dirgantara dia sudah merencanakannya, dan aku rasa aku hanya akan menghalangi jika aku terlibat atau jika kalian terlibat akan lebih mudah jika membiarkannya seperti ini... Kalian mungkin tidak percaya, namun hidup di Keluarga Dirgantara tidak mudah berkat Ayah kami..."
Semua orang menjadi diam mendengar itu, seolah-olah benar-benar tidak mempercayainya terutama Alex.
"Jangan kamu berbicara omong kosong!!"
Namun Emelin yang ada disana, yang kebetulan berkenalan baik dengan Ibu Arthur, Chintya segera maju ke depan, karena dia juga yang paling tahu hal-hal menyedihkan dimasalalu dan bagaimana sepasang Ibu dan Anak itu terpaksa kembali ke Keluarga Dirgantara, bahkan sampai detik kematian temannya itu, Emelin tidak pernah lagi bisa bertemu dengannya ada banyak penyesalan ketika memikirkannya.
"Aku akan mempercayai kata-katamu, Sean. Keluarga Dirgantara terutama Ayahmu... Juga Ibumu adalah orang jahat, namun jika kamu benar-benar ingin bersama Alena, itu artinya kamu harus menentang keluargamu sendiri orang tuamu sendiri Apakah kamu benar-benar sanggup?"
Sean yang mendengar kata-kata Ibu Alena itu segera berkata lagi dengan penuh kepastian,
"Ya aku akan melakukannya! Aku akan menentang keluargaku Demi Alena! Aku tidak akan lagi berurusan atau berhubungan dengan mereka aku akan memutuskan ikatan dengan Keluarga ku,"
"Namun Sean, ikatan darah tidak akan pernah bisa putus," kata Emelin lagi.
Sean yang mendengar itu segera menjadi diam karena yang dikatakan sebenarnya adalah kebenaran, masih sulit untuk Sean benar-benar meninggalkan Keluarga itu. Bagaimana dengan Ibunya setelah dirinya pergi?
Namun Sean segera teringat kata-kata kakaknya Arthur.
'Apakah kamu benar-benar layak berkorban sebanyak itu demi orang itu?'
Mama Sean, Isabella sejak kecil tidak pernah benar-benar menunjukkan rasa kasih sayangnya pada Sean, Sean sadar namun masih buta untuk mendapatkan rasa kasih sayang darinya bahkan sampai detik ini. Mamanya yang berharga, setidaknya merawatnya dari kecil dan tidak pernah meninggalkan dirinya. Bahkan walaupun setelah semua kemerosotan dan hidupnya yang sulit.
Namun selama di dalam Keluarga Dirgantara....
Mamanya juga semakin banyak menuntut demi bisa memuaskan Ayahnya yang tidak pernah puas, dan hal-hal menjadi begitu sulit. Tidak sekalipun Mamanya membela dirinya di depan Ayahnya.
Apakah benar-benar layak untuk bertahan?
Sean sampai detik ini dipenuhi dengan keraguan.
Emelin melihat sikap diam Sean itu, lalu akhirnya segera berkata,
"Sean, keluarga kami tidak sejahat keluargamu yang akan menuntut begitu banyak hal, setelah semua kalian masih berhubungan darah, Kami tidak akan meminta yang macam-macam, hanya setidaknya aku menuntut janji padamu untuk tidak lagi mematuhi ucapan mereka atau menuruti keinginan keluargamu itu itu sudah lebih dari cukup,"
Alex yang mendengar kata-kata Mamanya itu jelas merasa tidak terima.
"Mama! Kenapa Mama memberikan Restu pada mereka ini benar-benar tidak masuk akal! Papa coba katakan sesuatu! Papa tidak memberikan Restu pada mereka bukan?"
Seorang pria di sana yang dari tadi diam dan hanya mengamati situasi, yang juga merupakan kepala keluarga, saat ini mulai ditatap oleh semua orang seolah-olah keputusannya benar-benar ditunggu.
Antony, lalu mulai berdiri dari tempat duduknya, mendatagi Sean lalu segera memukul Sean dengan keras di perutnya. Melihat itu, Alex jelas segera dipenuhi dengan rasa kesenangan sepertinya ayahnya juga tidak setuju dengan itu namun kata-kata berikutnya jelas membuat Alex terkejut.
"Aku tahu, Bagaimana posisi memiliki sebuah Keluarga yang Berantakan dan buruk, ingin bertahan namun begitu sulit, ingin melepaskan namun tidak bisa, tapi jika dibiarkan, hanya menjadi duri dalam daging, seperti kanker yang menggerogoti tubuh. Aku kenal dengan orang-orang semacam itu, dan Aku juga kenal seseorang yang memiliki posisi hampir sama denganmu,"
Beberapa orang di ruangan itu tentu segera terkejut ketika mendengar kata-kata itu namun beberapa orang lainnya terlihat seperti tahu betul apa yang dikatakannya.
__ADS_1
Semua orang hanya mendengarkan kata-kata itu sambil menahan nafas seolah menantikan apa yang dikatakannya berikutnya.
"Namun pada akhirnya, beberapa orang menemukan cinta mereka dan memiliki akhir yang bahagia. Kalian setidaknya pernah mendengarnya sekali, Kisah Tuan Muda Keluarga Anderson yang cukup Populer, Raka Anderson dan Alyssa Callisto, Kedua Sepupuku itu,"
Tentu semua yang ada di ruangan itu tahu betul tentang kisah yang populer itu, bagaimana Tuan Muda itu sempat menentang Orang Tuanya untuk bersama dengan orang yang di cintainya. Orang tuanya itu yang memiliki sejarah yang buruk dengan Antony dan Ayahnya, masih Pamannya sendiri.
Antony lalu segera melanjutkan kata-katanya,
"Aku percaya semua orang bisa berubah, semua orang pernah memiliki masalalu yang kelam, dan sedikit tersesat, namun pada akhirnya beberapa orang bisa kembali ke jalan yang benar walaupun beberapa orang lainnya tetap ada dijalan yang salah. Benar begitu sayang? Kamu sudah pernah mendapatkan pencerahan sebelumnya? Aku masih percaya seseorang bisa benar-benar berubah, dan bisa menjadi seseorang yang lebih baik," Kata Antony lagi pada Istrinya, Emelin.
"Hah, Kenapa kamu mulai mengingat masa laluku?" kata Emelin yang menunjukkan ekpersi malu setelah mengigat masalalunya.
Antony lalu hanya tersenyum, dan mulai melanjutkan kata-katanya lagi,
"Jadi, Sean Aku akan memberimu satu saja kesempatan, kesempatan untuk membuktikan Apakah kamu benar-benar bisa berubah dan berjalan di jalan yang benar, dan membiarkanmu bersama dengan Alena, namun awas saja jika kamu sampai membuat Putriku tersayang ini menagis sekali saja, tidak akan pernah ada kesempatan lagi untukmu, apakah kamu paham?"
Sean dan Alena termasuk semua orang yang ada dalam ruangan itu jelas saja menunjukkan ekspresi terkejut, tidak mengira jika Ayah Alena akan setuju. Sean juga segera berkata dengan penuh keyakinan, seolah mengikarkan janjinya.
"Tentu saja, Aku berjanji akan berubah menjadi orang yang lebih baik, dan agar selalu bisa membuat Alena bahagia, Aku pastikan Aku tidak akan pernah membiarkan Alena meneteskan Air Matanya sedikitpun,"
Kata-kata yang penuh dengan kepastian, Antony dan Emelin yang mendengarnya lalu segera tersenyum.
"Ya, aku akan memegang janjimu," kata Antony lagi.
"Hah, Putriku Alena sudah dewasa dan sekarang sudah jatuh cinta apalagi yang bisa aku lakukan? Jadi Alena, awasi baik-baik suamimu, pastikan dia tidak tersesat lagi," kata Emelin pada Putrinya itu.
"Ya, Mama. Aku akan mengawasi Sean dengan baik,"
Alex disini yang mendengar persetujuan dari orang tuanya itu segera menujukan ekpersi tidak senang dan berkata lagi,
"Tapi Papa... Apa yang telah Sean lakukan tidak bisa di maafkan! Aku tidak bisa segera setuju dengan ini!"
Natasya, Istri Alex yang dari tadi diam dan membiarkan suaminya itu, segera merangkul Suaminya itu, dan memberikan nasehat,
Alex yang mendengar kata-kata Istrinya itu seolah sedang merenungkan situasinya. Mengigat hal-hal dimasa lalu, dimana dirinya dan Natasya pernah melewati masa-masa sulit, namun berkat cinta yang mereka miliki, mereka berdua Akhirnya bisa menemukan kebahagiaan yang sekarang. Alex masih merasa marah pada Sean, namun melihat seperti Alena percaya dan jatuh cinta pada Sean, Alex pada akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.
Karena jika dirinya juga ada di posisi yang harus dipisahkan dengan Natasya, dirinya tidak akan senang, karena begitu mencintai Istrinya ini.
"Hah, baiklah jika memang Alena begitu keras kepala, sama seperti Papa yang memberikanmu kesempatan, Sean. aku juga akan memberimu satu kali kesempatan jika sampai kamu membuat Adikku menangis atau menderita kamu harus berhadapan denganku!"
Sean yang mendengar hal itu segera merasa lega, dan sekali lagi berkata dengan penuh kepastian,
"Tentu saja aku berjanji atas namaku, akan selalu membuat Alena bahagia,"
Alex yang mendengar itu lalu segera terdiam sebentar dan seolah memikirkan sesuatu, dan tiba-tiba memikirkan sebuah ide.
"Namun, Sean Aku memiliki beberapa syarat tambahan untukmu, tidak tapi ini syarat tambahan untukmu juga Alena," kata Alex lagi.
Sean dan Alena yang saat ini berdiri di sana saling menatap satu sama lain terlihat bingung lalu segera bertanya,
"Apa itu, Kak Alex?" Tanya Alena penasaran.
Alex lalu menatap dua orang itu bergantian, dan berkata,
"Sebelum kalian lulus Kuliah, Kalian jangan pernah berhubungan Suami Istri, tahan sampai kalian Lulus dan benar-benar dewasa,"
Alena dan Sean yang mendengar semua itu jelas saja menunjukkan ekspresi terkejut, terutama Alena.
"Apa-apaan itu, Kak Alex? Ini benar-benar tidak adil! Tidak masuk akal! Aku dan Sean toh sudah Dewasa!" Kata Alena protes.
Namun berkebalikan dengan Alena, Sean segera memberikan jawaban persetujuannya.
"Baik, Kak Alex. Aku akan pastikan untuk menahan diri dan tidak melewati batas dengan Alena, Aku berjanji," kata Sean dengan nada tenang.
__ADS_1
"Bagus, jaga kata-katamu, Sean!" Kata Alex merasa puas dengan syarat yang dirinya berikan.
Alena yang mendengar suaminya itu setuju dengan ucapan kakaknya jelas Merasa tidak senang.
"Sean? Kenapa kamu bisa-bisanya setuju dengan syarat tidak masuk akal itu? Setidaknya itu satu tahun lebih sampai kita lulus Universitas! Ini tidak masuk akal, jika Aku harus menahan diriku, benar-benar membuat frustasi,"
Sean yang mendengar protesan itu, segera menghela nafas dan berkata,
"Tidak apa-apa, Alena tahan saja sebentar. Ini untuk membuktikan cinta kita kepada mereka jika kita bisa, jika cinta yang kita miliki cukup kuat, lebih dari sekedar keinginan semata,"
Alena yang mendengar kata-kata itu akhirnya segera menghela nafas karena tidak memiliki pilihan lain.
"Baiklah, tidak akan melakukannya lagi sampai lulus,"
Ketika mendengar kata 'lagi', Alex segera menujukan ekpersi yang buruk dan bertanya dengan marah,
"Kalian!! Kalian berdua sudah melakukan hah? Benar-benar berani!!""
Alena yang mendengar kemarahan tidak masuk akal itu segera berkata dengan nada lelucon,
"Ini jelas masalah Pribadi antara Aku dan Sean, Kakak tidak bisa ikut campur!"
Natasya yang melihat suaminya itu masih keras kepala segera mencoba menenangkannya,
"Sudahlah, Alex jangan kamu marah seperti itu, yah namanya juga sudah cinta, apalagi mereka sudah menikah dan legal, hal-hal itu cukup wajar pula, dan sulit untuk menahan diri,"
Alex yang mendengar itu, segera menatap kearah Istrinya itu, berkata dengan nada manja,
"Hah, tapi Aku harus menahan diri sampai satu tahun kedepan karena kamu sedang hamil, Natasya,"
Natasya yang mendengar kata-kata Suaminya itu, segera menginjak Kaki Alex, merasa sangat malu dengan kata-kata itu.
"Kamu brengsek! Diamlah!"
Alena yang mendengar itu, lalu segera tertawa dan berkata,
"Kak Alex jadi ingin membagikan penderitanya? Kakak ini benar-benar menyebalkan!"
Keluarga itu lalu segera tertawa bersama, Sean jelas menjadi cukup kaget melihat betapa harmonisnya Keluarga itu, kehagatan yang sudah lama tidak dirinya rasakan, atau lebih tepatnya Kehagatan yang selama ini selalu dirinya coba cari namun tidak bisa dirinya temukan.
Baru saat inilah dirinya menemukannya, sebuah Keluarga yang hangat dan penuh kasih.
Sean baru merasakan perasaan haru, sampai sebuah suara membuyarkan lamunannya.
"Hey, Hey! Tidakkah kalian jahat? Kenapa kalian melupakan ku! Tidakkah ada yang ingin tahu pendapatku?"
Itu adalah Suara Julio, saudara kembar Alena yang dari tadi disana diam saja, di pojokan karena takut disalahkan dari tadi karena setelah semua, Julio masih yang jadi wali Pernikahan Alena dan Sean.
Semua tatapan segera mengarah ke Julio, dan Emelin yang berkata paling pertama,
"Astaga, Julio bukanlah kamu yang menjadi wali saat Pernikahan mereka? Jadi kami pikir, kamu selalu ada di pihak Alena,"
"Hphm, Aku di paksa oleh Dua orang menyebalkan itu!" Kata Julio menujuk kearah Alena dan Sean.
Alena lalu segera berkata lagi dengan ekpersi cemberut,
"Jadi Kak Julio berniat untuk menentang Kami sekarang?"
Julio lalu segera menghela nafas dan berkata lagi,
"Hah, ketika Cinta sudah berkata, apa lagi yang bisa dilakukan?"
"Jangan sok Puitis!"
__ADS_1
Sean sekali lagi tersenyum, memikirkan seberapa baik dan ceria keluarga ini, dirinya senang bisa menjadi anggota keluarga ini sekarang.