
Sean di sana duduk sambil meminum kopi favoritnya sambil memikirkan tentang hal-hal apa yang akan dirinya lakukan. Soal segala masalah rumit lainnya. Memikirkan hal-hal paling baik yang harus dirinya lakukan...
Memilih Ibunya atau...
Ah... Bahkan Alena tidak memiliki beberapa perasaan khusus padanya?
Keluarga nya?
Apakah Ibunya bahkan peduli padanya?
Perasaan putus asa tiba-tiba memasuki hati Sean, bahwa mungkin tidak ada orang yang benar-benar menginginkan dirinya, perasaan hampa dan kekosongan mulai menguasai hatinya, memberikan Sean merasa semakin terpuruk dan hancur.
Pada akhirnya semua orang hanya ingin memanfaatkan dirinya untuk Keinginan mereka sendiri...
Ketika Sean melamun, Alena segera tiba.
Ya, Alena tentu saja membutuhkan banyak upaya untuk bisa sampai di sini, keluarganya masih sangat marah dengan dirinya sejak dirinya ketahuan menikah dengan Sean, namun dirinya juga tidak bisa memberikan alasan kepada keluarganya Kenapa dirinya masih ingin mempertahankan pernikahan ini...
Hanya...
Segalanya terasa rumit, walaupun sekarang dirinya sudah tidak dikurung di rumah namun sekarang ada perang dingin dengan keluarganya, yang tidak menyukai Pernikahan Alena.
Alena juga sangat pusing memikirkan soal hal-hal ini, Ayahnya bahkan menyarankan akan dirinya pindah ke Luar Negeri setelah menyelesaikan Perceraian. Jika tidak, Ayahnya yang akan mengurus agar dirinya tidak bisa bertemu Sean lagi.
Alena jelas tidak menyukai ide itu, namun tidak tahu harus berbuat apa.
Dan sekarang, tatapan Alena bertemu dengan tatapan Sean, mereka sudah cukup lama tidak bertemu, seolah Ada kerinduan masing-masing ketika mereka saling tatap satu sama lain.
"Alena..."
Mendengar nama itu Alena segera tahu yang ada di depannya adalah Sean, dan bukan Xavier. Alena tahu, dirinya tidak bisa meminta lebih.
"Ya, Sean, banyak hal yang ingin aku katakan padamu,"
__ADS_1
"Aku juga memiliki hal-hal yang ingin aku katakan padamu Kamu bisa mengatakannya duluan,"
Alena lalu mulai segera duduk dan menarik nafasnya dalam dalam mulai menceritakan tentang apa yang terjadi dan bagaimana akhirnya seluruh keluarganya tahu soal pernikahan mereka.
"Seperti yang aku duga sebelumnya, mereka tidak menyukai hubungan antara kita berdua dan menyuruh kita berpisah, Papa bilang, ini jalan yang terbaik tapi..."
Sean yang mendengar itu tertentu saja cukup terkejut, hah bahkan orang tua Alena jelas sekali tidak menyetujui hubungan mereka karena mereka tahu yang terbaik untuk Putri mereka bahwa tidak ada yang baik jika pernikahan ini diteruskan terutama karena, Keluarga Sean yang buruk.
Sean mengerti, pilihan mereka adalah untuk kebaikan Alena. Jika memikirkannya lagi, bukankah memang lebih mudah seperti itu?
Ini mungkin jalan terbaik yang bisa mereka berdua pilih?
"Jadi bagaimana jika kita mengakhiri pernikahan ini? aku sudah tidak peduli dengan surat perjanjian Mari kita bercerai sekarang saja," Sean mengatakan itu dengan nada tanpa keraguan, membuat Alena yang mendengarnya menjadi sangat marah.
"Kenapa kamu bisa berkata dengan mudah seperti itu? Tidakkah kamu tahu betapa susahnya aku mencoba membujuk orang tuaku?"
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Bukan aku yang kamu inginkan bukan? Ini adalah Xavier?"
"Aku merasa ini jalan yang terbaik untuk kita berdua, Aku rasa Xavier juga akan menyetujui jalan ini karena ini yang terbaik, tidak ada hal baik jika kita terus bersama orang tuaku juga jelas tidak menyetujuinya dan menentang ini, sejujurnya Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padamu Jika kamu terus bersamaku,"
Kata-kata itu dikatakan dengan penuh kehati-hatian dan kepedulian terlihat khawatir pada Alena yang ada di depannya. Alena menjadi cukup kaget Bagaimana pemuda yang ada di depannya ini sangat khawatir tentang keadaannya.
Lalu tidak lama setelahnya, ketika Alena melamun karena bingung apa yang terjadi orang lain yang dia tunggu segera muncul.
"Lena, Aku juga merasa hal yang terbaik untuk Kita adalah mengakhiri hubungan ini,"
Alena yang mendengar suara dari orang yang dicintai yaitu segera menjadi marah lagi.
"Xavier... Kamu... Kenapa kamu bahkan setuju begitu saja kepada hal yang Sean putuskan?"
"Bukan seperti itu, Lena. Sean belum cerita bukan? Jika Keluarga Sean akhirnya tahu hubungan kita, tidak ada hal yang baik setelah mereka tahu mereka bahkan memiliki niat jahat padamu, tidak hanya Sean Aku juga merasa marah ketika mendengarnya jadi aku pikir pilihan yang terbaik adalah untuk mengakhiri hubungan kita untuk melupakan semua ini,"
Alena yang mendengar itu segera mengangkat tangannya dan menampar pemuda yang ada di depannya merasa sangat marah kenapa pemuda itu benar-benar langsung menyerah dengan semua ini seperti sebelumnya, padahal Alena sudah berusaha untuk mempertahankan semua ini namun Kenapa dia begitu mudah untuk menyerah?
__ADS_1
Begitu tamparan itu meluncur ke pipi pemuda itu, Sean segera kembali muncul.
"Aku rasa aku bisa menebak Apa yang terjadi, Xavier pasti setuju dengan pilihanku?"
Alena yang kembali melihat Sean, segera memiliki ekspresi yang rumit.
"Kenapa kamu juga begitu mudah menyerah seperti ini..."
Mungkin karena begitu banyak emosi yang Alena tahan selama berhari-hari, Alena menjadi menagis. dia menangis mulai meluapkan emosi yang terpendam rasa sakit di hatinya menahan semua ini di dalam hatinya betapa dirinya masih sangat menginginkan pemuda yang ada di hadapannya itu.
Sean yang melihat Alena menagis merasa tidak tahan, lalu segera berdiri dan memeluk Alena.
"Apa yang kamu tangisi? Kamu bahkan tidak benar-benar menyukaiku,"
"Tapi aku ingin bersama denganmu dengan Xavier,"
"Apakah kamu benar-benar menginginkan Xavier?"
"Ya, Aku sangat mencintai dia itulah kenapa aku membuat pilihan hari itu bukan? Dimana kita menghabiskan malam bersama, itu adalah pilihan yang aku buat agar aku bisa bersama dengannya,"
Sean yang mendengar itu entah kenapa hatinya merasa cukup sakit, ya setelah semua Sean juga tahu bahwa yang Alena inginkan adalah dirinya yang lain, Xavier.
Mungkin jika itu Xavier, dia bisa meninggalkan segalanya bahkan hal-hal rumit dalam keluarganya, dan Ibunya Isabella, dia akan bisa lebih leluasa dengan semua ini dan bisa bersama dengan Alena lebih mudah. Tidak akan ada keragu-raguan seperti yang dirinya alami.
"Apakah itu yang kamu inginkan?"
Alena segera melepas pelukan itu lalu menata pemuda yang memeluknya,
"Ya, Aku benar-benar selalu berharap bisa bersama dan tidak akan bercerai,"
Sean yang sudah menunggu jawaban itu lalu segera tersenyum,
"Kalau itu yang kamu mau, baiklah. Ini akan lebih baik setelah semua, biarkan Aku yang menghilang, toh pada akhirnya aku tidak diinginkan oleh siapapun, oleh Kamu... Oleh Keluargaku, Oleh Ibuku... Keberadaanku dari awal adalah keberadaan yang tidak diinginkan siapapun... Ini akan lebih baik jika aku menghilang Lalu kamu bisa bersama dengan Xavier,"
__ADS_1