
Maria pun masih juga belum pulang dari mengambil kutipan dari para warga yang menjadi langganannya yang meminjam uang pada Maria.
"Vin, kamu serius sudah bertemu dengan Mala, apa yang sudah diceritakan Mala kepada kamu. Bagaimana kondisi Mala?", Steven memberi pertanyaan yang bertubi-tubi karena merasa penasaran dan rasa rindu Steven yang begitu dalam karena sudah 30 tahun lebih Mala meninggalkan nya.
"Serius pak, Vina sudah bertemu ibu Mala dan Hantu Mala ada di ruangan ini saat ini, kalau tidak darimana saya mengetahui nama Ibu Mala dan tahu kisah Ibu Mala?. Ibu Mala sangat sedih berpisah dengan bapak.
Maaf pak kalau saya lancang, tetapi semua yang saya katakan adalah pengakuan dari ibu Mala, bahwa Kematian ibu Mala itu adalah karena perbuatan jahat dari Maria", Vina bercerita perihal perbuatan jahat Maria.
"Maksud kamu apa Vin, bapak tidak mengerti", Steven kebingungan dan tidak paham maksud perkataan Vina.
"Begini pak, Maria adalah pembantu di rumah bapak sebelumnya. Karena ibu Mala dan bapak sangat menginginkan seorang anak lahir ditengah-tengah keluarga bapak.
Bapak dan ibu program untuk mendapatkan anak. Dari kesempatan inilah ibu Maria melancarkan aksi jahatnya.
Maria memberi racun pada minuman ibu, sehingga kondisi ibu Mala dari hari - kehari semakin lemah dan tidak bertenaga sehingga meninggal dunia", Vina memberitahu yang sebenarnya.
"Apa, jangan sembarangan bicara kamu Vin. Benar semua itu adalah perbuatan jahat Maria?, apa buktinya?", Steven marah setelah tahu perbuatan Maria.
"Menurut ibu Mala itu adalah perbuatan jahat Maria, dan ibu Mala bisa membuktikannya. Ibu Mala pergi mengikuti Maria sedang bertemu dengan temannya yang berkerja di rumah Sakit Harapan Indah sebagai perawat. Dan racun itu didapat ibu Maria dari temannya.
Bukankah akhirnya Keluarga bapak menjadi bangkrut setelah menikah dengan Maria?, itu semua karena temannya Maria selalu memoroti Maria.
Dan selalu mengancam Maria apabila Maria tidak memberikan sejumlah uang, maka Maria akan dilaporkan ke polisi atas pembunuhan secara berencana terhadap Ibu Mala.
Akhirnya Maria tidak sanggup lagi membayar sejumlah uang terhadap temannya, karena bangkrut", ucap Vina
Steven merasa yakin atas apa yang diceritakan Vina, karena darimana Vina tahu kalau Maria adalah pembantu di rumahnya awalnya.
__ADS_1
Dan memang kenyataannya Steven bangkrut setelah menikah dengan Maria.
"Benar, pasti Mala telah menceritakan semua, karena memang Vina datang ke rumah ini setelah semua yang diceritakan Vina telah terjadi sebelumnya", gumam Steven dalam benaknya.
Steven menangis tertunduk "Aku terlalu percaya terhadap bujuk rayuan Maria, bahkan semua perkataan Maria yang telah menjelek-jelekkan Mala aku percaya begitu saja", Steven menyesali perbuatannya.
"Pak, Keinginan Ibu Mala. Bapak tidak harus bercerai dengan Maria. Ibu Mala sudah mengikhlaskan hubungan bapak terhadap Maria.
Bahkan Ibu Mala juga bersyukur akhirnya bapak mempunyai anak kandung sendiri, walaupun tidak dari rahim Ibu Mala.
Yang di inginkan Ibu Mala adalah bapak tahu kejadian sebenarnya mengenai perbuatan jahat Maria, bapak harus tegas jangan mau di tindas terus oleh Maria.
Buat Maria menjadi istri yang tunduk kepada suami. Mudah-mudahan dengan berubahnya sikap Maria, keluarganya bapak bisa berbahagia", Vina bercerita perihal keinginan hantu Mala.
Steven berpikir sejenak, berusaha menerima apa yang di inginkan Mala, padahal hati Steven begitu marahnya terhadap perbuatan jahat Maria terhadap Mala, Sehingga menyebabkan Mala menjadi meninggal dunia.
Steven terlalu dibutakan oleh rayuan Maria yang memang usia Maria saat itu masih muda, begitu bersemangat dan bergairah.
Steven menyesali perbuatan nya, dan menyadari kecantikan dari luar, tidak menggambarkan kecantikan dari dalam. Artinya kecantikan luar, belum tentu cantik dalamnya, sebaliknya jelek di luar, belum tentu jelek dalamnya.
Steven hanya pasrah terhadap kebodohannya selama ini, nasi sudah menjadi bubur, kemarahan Steven kepada Maria, tidak juga membuat Mala menjadi hidup kembali.
"Vin, bolehkah kamu menyampaikan permintaan maaf ku kepada Mala, bahwa aku sangat menyesali telah berselingkuh di belakang Mala", Steven memohon sambil terisak.
Hantu Mala melihat penyesalan Steven yang begitu mendalam. Hantu Mala tahu dan begitu mengenal Steven, sebenarnya Steven orangnya baik dan perhatian.
Hantu Mala pun mengerti manusia pasti dan selalu ada kehilafan. Tidak ada seorang manusia pun yang sempurna di dunia ini.
__ADS_1
Makanya Mala memaafkan Steven, dan berharap Steven bisa menjadi bahagia dengan Maria, karena Steven dan Maria sudah berada pada dunia yang berbeda. Harus ikhlas menjalani semua yang telah terjadi.
Akhirnya nya semua keinginan hantu Mala disampaikan Vina kepada Steven.
Melalui kejadian hari ini "Aku akan tegas kepada Maria", pikir Steven dalam benaknya.
"Pak, Saya permisi dulu pamit ke dalam kamar. Saya tidak mau ketika ibu Maria datang dan melihat kita berdua masih disini.
Saya takut ibu Maria akan marah dan malah menganggap saya merayu dan ingin merebut bapak dari ibu Maria, seperti yang telah dilakukan ibu Maria kepada ibu Mala.
Saya yakin ibu Maria pasti akan berpikir seperti itu, karena ibu Maria selalu berprasangka buruk terhadap saya", ucap Vina sambil beranjak meninggalkan Steven dan bermaksud untuk masuk ke kamarnya.
"Untuk saja Vina sudah segera masuk ke kamarnya, pasti akan terjadi perang dunia ke 3 di rumah ini", pikir steven dalam benaknya. Karena memang tidak beberapa lama setelah Vina beranjak dari meja makan, Maria langsung datang dengan muka cemberut seperti jeruk purut saja.
"Kurang asam Bu Teti itu, enak saja bilang nanti Minggu depan di bayar, karena keluarga saya lagi kemalangan. Saya tidak perduli mau kemalangan atau bencana sekalipun harusnya tetap bayar.
Kalau tidak sanggup membayar jangan sok-sokan mau meminjam uang segala. Atau setidaknya minimal bunga uang nya tetap harus bayar, saya bisa rugi kalau begitu caranya", Maria terus komat-kamit di hadapan Steven.
Bukannya mendukung istrinya, Maria. Steven pun langsung membentak keras Maria.
"Ternyata benar, kamu itu seperti iblis yang tidak mempunyai hati nurani. Orang lagi kemalangan bagaimana mungkin mampu membayar.
Lah usahanya saja tutup karena lagi kemalangan. Sekarang saya semakin yakin bahwa benar kamu yang telah membunuh Mala kan?", Steven membentak dan begitu marah nya kepada Maria, belum pernah Steven semarah itu. Sehingga Maria dengan gelagapan langsung membantah pertanyaan Steven.
"Maksud papa apaan sih. Jelas-jelas papa tahu kalau Maria meninggal dunia karena sakit!", Maria mencari alasan.
"Tadinya kupikir seperti itu, bodohnya aku percaya saja dengan segala perkataan mu. Pura-pura kamu seolah-olah perhatian dan merawat Mala, padahal dengan pelan-pelan kamu telah berusaha membunuhnya. Aku tahu semua, dan kamu tidak bisa mengelak sekarang", Steven menyakinkan Maria.
__ADS_1
"Apa buktinya papa", Maria tidak mau mengaku.
"Tidak usah kamu panggil aku papa. Aku benci kepadamu", Steven marah besar.