Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir

Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir
#55. Clara sakit


__ADS_3

Seminggu sudah Clara terus menghindari Ilham. Ilham selalu menunggu Clara di warung dekat tempat kerja Clara. Tetapi Clara tidak pernah nongol, dan berjalan bareng dengan Stefani.


Ilham mencoba bertanya kepada teman kerja Clara, yang bernama Betty


"Sore mbak, apakah mbak kenal Clara?", tanya Ilham dengan berani.


"Oh Clara, kenal. Memangnya kenapa mas?", tanya Betty bingung.


"Apakah Clara masih di dalam kantor?", Ilham langsung menanyakan keberadaan Clara.


"Clara sudah pulang mas, barengan tadi dengan beberapa teman kantor. Mereka menggunakan kendaraan roda empat yang dipesan secara online. Dan. mereka tadi lewat pintu belakang Kantor", ucap Betty seadanya.


"Pantasan selama ini aku tidak pernah melihat Clara", pikir Ilham dalam hati.


"Clara mengapa kamu menghindari aku, padahal aku sangat rindu dan ingin sekali melihat wajah kamu", Ilham bergumam sampai menitikkan air mata, karena menahan rindu yang amat sangat. Sekaligus juga kecewa Clara, sengaja menjauhinya.


"Aku tidak akan patah semangat, aku akan mencari Clara besok ketika makan siang, pasti Clara akan nongkrong di warung ini" gumam Ilham merencanakan sesuatu agar bisa bertemu dengan Clara.


****


Sesuai rencana Ilham, Ilham pun sudah menunggu di warung, tetapi sengaja mengambil tempat disudut paling pojok, agar Clara tidak langsung melihat keberadaan Ilham. Karena bila Clara melihat Ilham di warung, bisa-bisa Clara akan menghindari Ilham dan tidak jadi ke warung.


Jam makan siang telah tiba, Stefani dan Clara pun segera ke warung untuk makan siang. Setelah Clara dan Stefani memesan makanan, dan duduk di meja yang mereka pesan. Lagi asik mengobrol antara Clara dan Stefani, Ilham datang menghampiri Clara.


"Clara, kumohon kita harus bicara", bujuk Ilham sambil menarik tangan Clara.


Clara sangat terkejut melihat keberadaan Ilham di warung. Buru-buru Clara menarik tangannya menghindari Ilham "Tidak ada lagi yang harus dibicarakan mas, mas pulang saja. Jangan ganggu clara lagi", Clara tegas.


"Clara kumohon, jangan siksa mas seperti ini. Tetapi kita bisa ngomong baik-baik. Bukan malah menghindari mas, Katakan secara langsung Clara, kalau kamu tidak mencintai mas lagi", Ilham ingin tahu alasan Clara menjauhi nya.


"Aku tidak mencintai mas lagi", ucap Claradengab suara bergetar dan tidak sanggup membendung lagi air matanya langsung jatuh ke pipinya. Clara pun langsung berlari menghindari Ilham dan Stefani tidak jadi makan siang.


Stefani langsung mengejar Clara. Bermaksud untuk membujuk Clara agar mau berbicara dengan Ilham, karena Stefani sangat kasihan kepada Ilham yang juga menangis setelah ditinggal Clara.


"Clara tunggu", teriak Stefani mengejar terus Clara. Tetapi Clara terus saja berlari hingga masuk ke kantor dan langsung duduk di mejanya.


"Clara apa yang sedang terjadi antara kamu dan Ilham?. Habis kamu tidak pernah jujur, kamu kemarin mengatakan kalau kalian baik-baik saja. Bicara lah baik-baik kepada Ilham, kamu tidak boleh menghindari Ilham begitu saja. Toh kalian juga jadian kemarin kan baik-baik!", Stefani mencoba menasihati Clara.

__ADS_1


"Aku menghindari Ilham karena memang ada jurang pemisah yang begitu dalam diantara hubungan kami yakni perbedaan keyakinan kami.


Kalau aku bicara langsung kepada nya, terus terang aku tidak sanggup. Karena aku memang masih mencintai mas Ilham. Biarlah dengan menghindar begini, akhirnya akan membuat kami terbiasa sendiri.


Dan akhirnya hubungan kami pun akan benar-benar berakhir", Clara menangis sesegukan, karena saat inipun perasaannya sangat sakit, melihat Ilham juga menangis.


"Clara, kamu telah membohongi diri kamu sendiri. Kamu akan semakin sakit nantinya. Begitu juga Ilham. Kamu pergilah bicara kan baik-baik. Apapun keputusan kamu bicarakan kepada Ilham, walaupun akhirnya sakit.


Mungkin Ilham akan tenang bila kamu sudah mengatakan secara langsung. Jangan malah menghindar", Stefani menasihati Clara sambil memeluk Clara yang masih saja menangis.


"Aku tidak bisa melihat wajah mas Ilham. Hati ku terlalu sakit bila harus menyakiti nya", Clara sesegukan.


Stefani memeluk Clara, dan sangat mengerti posisi Clara. "Ya sudah, kamu istirahat saja dulu sebentar. Supaya kamu bisa lebih tenang", Stefani menenangkan Clara.


Hati Ilham begitu sakit dan sedih, Clara terus menghindarinya. Ilham pun pulang dari warung. Ingin rasanya ia merebahkan dirinya. Karena perasaan nya saat ini sangat tidak bersemangat, separuh jiwanya rasanya seperti hilang. Karena mendengar perkataan Clara, bahwa Clara tidak mencintai nya lagi.


"Kemana aku akan menumpahkan segala beban dan perasaan sakit ini", Ilham sempoyongan ingin terjatuh. Ilham pun memilih untuk duduk dibawah pohon yang rindang di taman kota, kebetulan lokasinya tidak jauh tempat nya dari warung.


Ilham mencurahkan isi hatinya sambil terduduk dengan lemas.


****


Istri Abang Clara bingung dan mencari tahu, Mereka akhirnya tahu kalau Clara sakit, dan segera membawa Clara ke rumah sakit.


"Clara, maaf kakak tidak bisa menjaga kamu disini. Karena kakak sangat sibuk bekerja. Kebetulan hari ini ada meeting penting, begitu juga Abang kamu.


Kamu tidak apa-apa kan kami tinggal, nanti sore sepulang dari kantor kakak dan Abang kamu mampir deh untuk melihat kondisi kamu", kakak ipar Clara memberitahu tidak bisa terus menjagai Clara.


"Tidak apa-apa kak, Clara bisa sendiri kok", Clara hanya pasrah, sesungguhnya sangat ingin ditemani kakak ipar. "Bagaimana nanti kalau aku butuh sesuatu", pikir nya dalam hati. Tetapi mau bagaimana lagi kakak ipar dan abangnya sangat sibuk.


Clara sedih tidak ada yang menemani nya. Tiba-tiba handphone Clara bergetar, ada pesan Wa masuk.


Clara langsung membacanya. Ternyata pesan singkat dari stefani.


"Clara mengapa kamu tidak masuk kerja?", tanya Stefani.


"Aku sedang di rumah sakit sekarang stef", balas Clara. Stefani terkejut mendengar Clara masuk rumah sakit.

__ADS_1


"Kamu dirumah sakit mana?, siapa yang menemani kamu?", tanya Stefani ingin tahu.


"Aku di rumah sakit Cempaka hijau. Aku sendiri saja, tidak ada yang menemani", Clara memberitahu.


Ternyata tidak ada lagi balasan Wa dari Stefani.


Stefani mencoba menghubungi Ilham dan memberitahu kalau Clara sakit. "Mungkin Ilham bisa menemani Clara", pikir Stefani dalam hati.


Mengetahui Clara sakit, Ilham pun langsung datang menemui Clara di rumah sakit yang diberitahukan Stefani.


tok...tok...


Pintu dibuka, Ilham masuk menghampiri Clara.


"Bagaimana kondisi kamu Clara?", tanya Ilham sambil memegang jidat Clara yang masih demam.


"Kamu masih demam tinggi. kamu sudah makan?, Pasti kamu belum minum obat", tanya Ilham fanik.


Clara hanya menggeleng. Ilham pun segera mengambil makanan di meja dan memang belum tersentuh apa-apa. Ilham langsung menyuapi Clara, setelah itu langsung memberi nya obat. Clara pun hanya menurut saja.


"Sekarang kamu istirahat ya, agar kamu cepat sembuh. Mas akan menemani kamu di sini", Ilham menyelimuti Clara. Clara pun langsung terpejam.


Clara merenung, ternyata keluarganya sekalipun tidak peduli kepadanya, semua sudah mempunyai urusan masing-masing.


Hanya Ilham yang peduli dan perhatian kepadanya. Hanya orang terdekat saja, nantinya yang akan peduli dan cepat menolong nya. Dan Ilham adalah orangnya. Clara meneteskan air matanya sambil terpejam, karena Clara sudah menyakiti Ilham dan mengecewakan Ilham. Clara mencoba menyingkirkan Ilham, ternyata Ilham masih mau menolong dan perhatian kepadanya.


Clara pun akhirnya tertidur. Mungkin karena pengaruh obat.


Setelah 3jam Clara tertidur, Clara tersentak terbangun dan terkejut melihat Ilham masih ada disampingnya. Melihat Clara sudah membuka matanya, Ilham langsung menyapa Clara.


"Sudah bangun Clara, kamu lapar?. Ini ada buah, mas suapi ya!. Waktu kamu tertidur mas sebentar keluar untuk membelinya", Ilham dengan ramah dan senyum meladeni Clara.


Clara mengangguk. "Mas, mas pulang saja, kalau mas sudah merasa lelah", ucap Clara merasa tidak enak


"Kali ini kamu tidak bisa melarang mas disini Clara. Mas harus pastikan kalau kamu sudah diizinkan pulang karena sudah sembuh", Ilham tegas.


Sebenarnya di hati Clara ingin segera memeluk Ilham, ingin mencurahkan segala beban nya di pundak Ilham. Karena Clara sudah mengambil keputusan untuk tetap bersama Ilham. Tetapi Clara masih ragu untuk mengungkapkan nya kepada Ilham.

__ADS_1


__ADS_2