
Diterimanya Clara bekerja sangat membuat Clara senang, Clara pun ingin membagi kebagian nya dan memberitahu kan kepada Vina kalau dirinya sudah bekerja.
Clara menghubungi via telepon.
Tut...Tut....Tut...
"Halo", sapa suara diujung telepon.
"Halo Bu, ini Clara", balas Clara senang.
"Iya Clara, bagaimana kabar kamu disana nak?", Suara Vina sedikit bergetar.
"Vina baik-baik saja Bu, ibu tidak usah mencemaskan Vina. Oh iya Bu, Clara mau memberitahu ibu, kalau Clara sudah diterima bekerja. Kemarin Clara interview, perusahaan menerima saya. Dan akhirnya saya pun mulai bekerja hari ini", Clara memberitahu dengan senang.
"Syukurlah nak, kamu langsung bekerja. Bagaimana Abang kamu disana sehat?, salam ya buat Abang kamu disana. Kamu juga harus patuh dan hormat kepada Abang mu. Kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan dirumah, jangan hanya bersantai-santai", Vina memberikan nasihat.
"Iya Bu, ibu tenang saja. Clara tidak ada bermalas-malasan disini. Clara selalu mengerjakan rutinitas pekerjaan rumah disini. Clara tidak merasa itung-itungan kok. Clara senang dan ikhlas mengerjakannya", Clara memberitahu kebiasaan sehari-hari.
"Baiklah kalau begitu Clara. Ibu sangat sibuk sekarang, kebetulan ada orang yang sedang membeli di warung. Kamu sehat-sehat ya, dan jaga diri baik-baik", Vina menutup teleponnya.
Clara sudah mulai bekerja. Suasana kerja awalnya begitu canggung. Setelah lama beradaptasi, akhirnya hubungan Clara dengan teman kerja bisa berjalan dengan baik dan lancar. Gaji yang diterima pun lumayan banyak menurut informasi yang diberikan saat interview.
*****
Sebulan berlalu, Clara pun akhirnya menerima gaji pertamanya. Dengan senang hati setelah mengeluarkan untuk kebutuhan dan keperluan berupa ongkos transportasi untuk pulang pergi ke tempat kerjanya dan biaya makan ditempat kerja.
Clara masih bisa mengirim untuk orangtuanya. Clara berjanji untuk mengirim sebagian gajinya untuk menutupi kebutuhan dan biaya pendidikan adik-adiknya.
Clara pun memberitahu via telepon kalau dirinya akan mengirimkan sebagian gajinya.
Tut.... Tut...Tut...
"Halo", sapa Vina memulai obrolannya.
"Halo Bu, Clara ingin mengirim gaji Clara. Tolong kirimkan no rekening Bu, agar Clara transfer sekarang", Clara memberitahu Maksudnya.
__ADS_1
"Tidak usah Clara, lebih baik gaji kamu itu di simpan untuk masa depan kamu nantinya. Ibu masih bisa kok menutupi kebutuhan untuk sehari-hari disini. Sedangkan kamu jauh dirantau orang, gunakan saja untuk menutupi kebutuhan kamu, kamu lebih membutuhkan nya", Vina menolak.
"Tidak Bu, dari awal niat Vina memang bekerja untuk membantu ibu menyekolahkan adik-adik. Tidak apa-apa Bu, sebelum mengirim kepada ibu pun. Clara sudah menguranginya untuk biaya angkutan ke tempat kerja pulang-pergi selama 1 bulan. Dan biaya makan di tempat kerja", Clara memaksa untuk tetap memberikan gajinya kepada Vina.
"Baiklah kalau begitu nak, ibu akan kirimkan no rekening Bu", Vina mengalah.
"Ok deh. Clara tutup dulu teleponnya ya, Clara mau melanjutkan pekerjaan Clara. Kebetulan waktu istirahat untuk makan siang telah selesai", Vina menutup teleponnya.
***
Setahun sudah Clara berada di Jakarta. Dari temannya, Clara mendapatkan pacar.
"Clara, sepulang kerja nanti temani aku ya, aku mau kopi darat dengan seseorang yang selama ini menjadi teman ku di media sosial. Kebetulan seseorang itu bekerja dan tinggal di Jakarta ini. Kabarnya dia juga akan membawa temannya. Siapa tahu jadi cocok sama kamu", Stevani membujuj Clara menemani nya kopi darat dengan seorang pria.
"Siapa sih nama seseorang itu?", Clara penasaran.
"Kasih tahu ga.. ya..", Stevani mencandai Clara.
"Ya sudah, kalau kamu ga mau kasih tahu. Itu berarti aku tidak mau menemani kamu!", Clara berpura-pura tegas dan cemberut.
"Kamu ga takut kalau Randy, tidak sesuai ekspektasi mu?, Jangan mudah percaya sosial media, iya kalau cowok itu baik, kalau niatnya jahat mau membawa kabur kamu gimana?", ucap Clara memberi pandangan.
"Kamu tenang saja Clara, kalau Randy sih aku yakin orangnya baik. Dia juga ada kenal sama teman SMA aku", Stevani menyakinkan Clara.
"Ya sudah kalau begitu, tetapi aku tidak ingin berlama-lama ya!", Clara tegas.
"Iya, aku janji tidak lama-lama. Tapi takutnya kamu deh. Nanti yang kecantol sama temannya Randy. Kabarnya nanti Randy akan bawa teman juga", goda Stevani.
"Tidak bakalan, karena untuk sekarang ini aku belum berniat mencari pacar. Aku mau fokus bekerja dan mengirim untuk orang tua ku", Clara menyakinkan Stevani.
"Iya deh Clara. Kita lihat saja nanti", Stevani terus menggoda Clara.
**
Setelah jam kerja berakhir, stevani dan Clara langsung berangkat dengan menggunakan kendaraan online yang sudah mereka pesan sebelumnya melalui aplikasi.
__ADS_1
Tidak menunggu lama, kendaraan yang mereka pesanmu langsung datang menghampiri Stevani dan Clara. Setelah memastikan plat mobil yang tertera pada aplikasi.
Ternyata benar, kendaraan yang datang menghampiri mereka adalah kendaraan yang mereka pesan melalui aplikasi secara online.
"Dengan Ibu Stevani", supir online memastikan.
"Iya benar pak", Stevani dan Clara langsung masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju sesuai lokasi yang mereka hunjuk. Tidak beberapa lama sampailah mereka disebuah cafe.
Sebuah cafe yang tempatnya lumayan romantis berada dipinggiran danau. Dan dikelilingi oleh beberapa beberapa pepohonan yang rimbun dan lebat, sehingga tempat dan suasana lokasi cafe itu terasa sejuk, adem dan nyaman.
Stevani dan Clara pun langsung masuk dan matanya langsung memandang kesekeliling cafe mencari seseorang yang kira-kira wajahnya sesuai dengan wajah yang tertera pada propil orang yang menjadi kenalan Stevani di media sosial.
Ternyata cafe tersebut masih kosong, tidak ada seorang pun yang ada nongkrong ditempat itu.
"Tidak apa-apa lah kita duduk saja disini sembari menunggu mereka. Kita datangnya kecepatan seharusnya janji ketemuan pukul 17:00, secara sekarang masih 16:30.
Tidak apalah kita tunggu saja 30 menit lagi. Mungkin sebentar lagi mereka akan datang", Stevani dan Clara pun mencari posisi tempat pada pojokan yang bisa memandang ke area danau.
"Danau ini sangat tenang, sungguh mengingatkan ku akan kampung halaman, kurindu ingin segera pulang", gumam Clara dalam hatinya sambil melamun.
Tiba-tiba datang 2 orang lelaki, yang menghampiri Stevani dan Clara, "Hai, Saya Randy. Pasti kamu Stevani kan?", ucap Randy menghampiri dan menjabat tangan Stevani.
Stevani langsung terkesima dan memperhatikan dengan fokus wajah lelaki yang ada didepannya.
"Oh iya, Saya Stevani. Saya tidak menyangka ternyata kamu lebih tampan dari wajah profil yang ada di media sosial?", ucap Stevani memerah pipinya.
Merasa masih belum percaya wajah orang yang ada didepannya. Begitu senang dan bahagia nya Stevani, lelaki yang didepannya sesuai ekspektasi, bahkan dikasih lebih, Stevani senyum-senyum sendiri.
Temannya Randy pun ikut menjabat tangan Stevani dan Clara setelah dikenalkan oleh Randy, "Stev, kenalkan ini temanku namanya Ilham".
Randy langsung ngobrol kompak dengan Stevani, meneruskan obrolan mereka sebelumnya ketika di media sosial.
Sedangkan Ilham dan Clara malu-malu untuk berkenalan. Tetapi mereka pun tampak kompak menanyakan satu dengan yang lain mengenai hobi dan pekerjaan mereka masing-masing.
__ADS_1