Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir

Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir
#52. Ilham menginginkan Clara pindah keyakinan.


__ADS_3

Akhirnya Ilham dan Clara sampai di cafe tempat pertama kali mereka bertemu. Sebelum Ilham mengajak Clara ke cafe tersebut. Ternyata Ilham telah membuat sebuah surprise kepada Clara. Ilham memilih tempat dan menyuruh Clara duduk dipojokan pada bagian cafe, yang bisa memandang ke arah danau.


Ada tulisan cantik pada meja yang mereka pesan sebuah tulisan "Maukah kamu menjadi istriku Clara".


Seketika Clara sangat terkejut dan sangat bahagia melihat tulisan cantik yang sudah diprint diatas kue tart dan diantaranya ada sebuah cincin tunangan dan lilin yang menyala, serta lampu cafe yang sengaja dibuat dengan cahaya redup dari bohlam pijar. Membuat Clara tidak bisa berkata-kata.


"Apa ini mas?, Maksudnya ini apa?", Clara Sampai salah berbicara tidak tahu harus berkata apa.


"Clara Maukah kamu menjadi istriku?", Ilham sambil memegang ke dua tangan Clara masih dalam posisi berdiri.


Clara terdiam, "Ternyata benar. Ilham menanyakan perihal kelanjutan atas hubungan mereka", pikir Clara dalam hati.


"Mas aku sangat senang dan sangat bahagia atas semua yang mas lakukan ini. Selama ini juga mas telah memperlakukan aku sangat baik.


Mas begitu menghargai aku, menghormati aku, begitu perhatian, dan sangat mengerti bagaimana menghadapi sifatku yang tempramental.


Aku juga melihat mas begitu perhatian terhadap keluarga mas, bahkan ketika mas juga mengantarku ke rumah, mas hormat dan menghargai abang-abang ku.


Mereka pun melihat mas dengan pandangan yang positif dan memuji mas. Semua kriteria pria idaman ada pada diri mas.


Aku tidak bisa menjawab sekarang, itu karena ada jurang yang begitu dalam atas hubungan kita. Yakni perbedaan keyakinan kita.


Aku pun akan sangat sakit bila harus memikirkan untuk berpisah dengan mu mas. Tetapi Aku juga tidak bisa egois, aku harus memikirkan perasaan keluarga ku.


Bolehkah aku menanyakan atas hubungan kita ini kepada keluarga ku?. Karena terus terang mas, aku juga sangat takut untuk murtad, aku tidak berani?.


Tolong berikan aku waktu mas untuk memikirkannya", Clara mengungkapkan semua isi hatinya dan perasaannya. Ada kesedihan yang begitu mendalam yang tidak bisa diungkapkan nya.

__ADS_1


Sedih memikirkan hubungan mereka nantinya yang tidak bisa dilanjutkan. Sesungguhnya memilih suami untuk teman hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan.


Karena ini adalah hubungan seumur hidup, perasaan dan mentalnya akan sangat berdampak, bahkan anak-anak nya kelak. Karna Vina ibu dari Clara selalu bercerita untuk tidak salah dalam memilih teman hidup.


Sedikit kekecewaan di raut wajah Ilham, tetapi segera disingkirkan nya raut wajah tidak enak itu. Karena sebelumnya juga Ilham sudah mengantisipasi, bagaimana kalau Clara menolaknya. Ilham mengerti posisi Clara, Ilham pun tidak bisa memaksakan Clara. Biarlah dengan tulus dan ikhlas Clara, kalau memang harus murtad. Ilham memahami perasaan Clara.


"Baiklah Clara, kalau kamu tidak bisa memberi jawaban sekarang. Mas akan tunggu jawaban kamu kapan pun itu", Ilham memberitahu Clara.


"Mas mengerti posisi kamu Clara. Mas secara pribadi pun sangat takut, bahkan sangat takut bila harus berpindah keyakinan.


Sedari kecil mas sudah di didik dan ditanamkan ilmu agama. Untuk selalu setia atas rukun Islam dan menjalankan syariat Islam.


Apa yang mas dapatkan ini bukan semata-mata atas kemampuan dan perbuatan mas. Tetapi ada campur tangan dan kekuatan Ilahi di dalamnya sehingga menuntut mas untuk setia kepada Sang Ilahi tersebut.


Sebenarnya kita sama-sama dalam memuji Sang Ilahi tersebut, tetapi cara dan keyakinan ku ini telah mendarah daging dalam benakku. Kalau aku berpindah keyakinan, tetapi hati dan jiwaku masih mendalami keyakinan lama itu berarti aku telah menipu diriku dan Tuhanku.


Aku seorang suami nantinya, tidak mungkin suami yang mengikuti istrinya, harus nya istri yang mengikuti suaminya.


Tetapi mas pun tidak bisa memaksakan kamu.


Untuk itu kamu pun harus ikhlas dan tulus kalau kamu berpindah keyakinan, jangan lah karena terpaksa. Kamu pun harus mendalami ajaran-ajaran dari keyakinan baru.


Aku akan sangat bahagia dan mau mengajari mu untuk belajar mendalami keyakinan ku Clara. Karna surga istri ada pada telapak suaminya.


Istri yang sudah menikah, otomatis akan meninggalkan orang tuanya. Istri akan hidup selamanya dengan suaminya. Istri wajib tunduk dan hormat kepada suaminya. Maka dengan hormat kepada suaminya otomatis surga pun ada padanya.


Aku akan menuntun dan mengajari kamu untuk mencapai surga itu. Yang lebih istimewa nya setiap orang yang telah mengucapkan kalimat syahadat dengan tulus dan ikhlas maka dia pun akan dijauhkan dari pintu neraka.

__ADS_1


Kalimat syahadat adalah "Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib di sembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan (Rasul) Allah ", Ilham mengerti posisi Clara dan memberi gambaran dan pemikiran agar Clara bisa memutuskan apa yang terbaik baginya dan atas kelanjutan hubungan mereka.


"Mas ingin kamu bisa berpikir atas kelanjutan hubungan kita ini Clara!. Dan semoga gambaran yang mas berikan bisa membuka wawasan dan jalan pikiran kamu.


Walaupun kamu berpindah keyakinan nanti mengikuti keyakinan mas. Mas tetap akan menghargai, bahkan sangat menghargai kamu. Karena kamu telah ihklas mengikuti keyakinan mas, karena itu adalah keputusan yang sangat sulit.


Orang tua mu, akan aku anggap seperti orang tuaku sendiri, bahkan adik-adik kamu sendiri. Aku tidak akan membatasi hubungan kamu dengan keluarga mu.


Mereka bebas datang dan kamu bebas memberi kepada mereka, tentunya sesuai dengan kemampuan kamu. Janganlah kamu memaksakan, artinya yang ada padamu saja.


Misal kalau kamu memberi kepada orangtuamu dengan memaksa kan diri, artinya sampai kamu berhutang, mas tidak suka seperti itu. Tetap kamu harus permisi kepada mas, mungkin konsepnya berbeda dan harus. Itu bisa kita sepakati bersama", Ilham menambahi.


Clara pun hanya diam saja. Sedikit banyak Clara merasa terbuka pikirannya. Untuk berpindah keyakinan mengikuti keyakinan Ilham, "Tetapi setidaknya Clara pun harus menghargai perasaan orang tuanya dan keluarganya. Clara harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orangtuanya", pikir Clara dalam benaknya.


"Mas, Aku akan memikirkan nya lagi lebih dalam. Aku harus minta izin dulu kepada kedua orang tua ku. Kuharap mas mengerti keputusan ku", Clara tegas.


"Baiklah Clara aku juga tidak bisa memaksakan keinginan mas. Mas akan tunggu jawaban dan kesiapan kamu. Yang pasti apa yang mas katakan tadi mengenai hubungan kamu nanti nya dengan keluarga mu. Itu adalah keinginan dari dalam hati mas, mas serius dan mempertanggungjawabkan perkataan mas tersebut", ilham menyakinkan Clara.


"Iya mas, Clara tahu dan paham sekali sifat mas. Clara juga akan mempertimbangkan itu", Clara memberitahu.


"Oh iya apa makanan dan minuman ini akan kita sia-siakan. Makanan dan minuman ini sudah menunggu kita untuk segera di santap", Clara mencoba mengalihkan pembicaraan, karena sedari tadi dihadapkan terhadap situasi yang begitu tegang dan sangat canggung.


Dan kebetulan perut pun sudah meminta untuk segera di isi. Bila perbedaan disingkirkan, seperti tiada beban yang menghimpit, Clara bergumam dalam hatinya.


Kini Clara dan Ilham asik menyantap makanan dan minuman yang tersaji dihadapan mereka. Keduanya sambil tersenyum dan sesekali saling mencicipi dan menyantap makanan keduanya. Dan tidak lupa saling menyuapi.


Sungguh kebahagiaan yang mereka rasakan dan ungkapkan bentuk cinta dari Clara dan Ilham.

__ADS_1


Ilham pun juga mengungkapkan perasaan nya. "Clara aku sangat mencintaimu, aku yang belum pernah mengenal perempuan. Dan sampai setua ini tidak berpikiran untuk berpacaran. Sejak mengenalmu, aku merasa duniaku begitu berwarna dan bermakna. Jujur aku tidak dapat hidup tanpa mu", ilham jujur mengakui perasaannya.


Mendengar kejujuran Ilham, Clara begitu tersipu-sipu. Sesungguhnya nya apa yang dirasakan Ilham saat ini, begitulah yang dirasakan Clara. Clara menutupi nya hanya bisa menggenggam erat tangan Ilham. Seperti mengartikan, Bahwa tangan Ilham akan selalu dipegangnya untuk menjalani kehidupannya kedepannya. Harapan Clara tidak bisa dipungkiri nya.


__ADS_2