
"Clara main tebak-tebakan dong",
Sapa Ilham mencoba menghibur Clara.
"Boleh, ehh tunggu dulu. Emang mas tahu main tebak-tebakan?", Clara meledek.
"Tahu dong. Ini ya dengerin.
Pemain bola apa yang beratnya 3 kg?", tanya Ilham
"Bambang.... Bambang .. tabung gas", Clara teriak.
"Yeh benar.. . Ini lagi tebak ya.
Ayam apa yang bikin sebel?", Ilham memberi tebak-tebakan kedua.
"Ayam.....ayam..apa ya. Ga tau nyerah deh", Clara menyerah.
"Ayamnya habis, nasinya masih banyak", Ilham penuh kemenangan. Clara langsung memukul Ilham manja karena jawabannya menyebalkan.
"Mau lagi ga, tebak-tebakan nya?, sontak Clara mengangguk.
"Rambut putih namanya uban, rambut merah namanya pirang, rambut hijau namanya apa?", Ilham memberi tebakan ke 3.
"Ga tau", Clara langsung menyerah.
"Kalau rambut hijau namanya.....Rambutan belum matang", jawab Ilham polos. Sontak Clara langsung memukul-mukul Ilham. Ilham pun bermaksud menghindari Clara dengan menahan keras tangan Clara.
Tetapi posisi Ilham tiba-tiba begitu dekat dengan Clara. Mereka pun saling terdiam, Ilham tidak tahan menahan keinginannya, yang begitu menggebu, apalagi karena selama ini Ilham dicuekin Clara, padahal Ilham sangat rindu setengah mati. Dan kini pun rindu itu masih terasa sangat rindu.
Akhirnya Ilham segera mengecup bibir Clara sambil memeluk erat Clara "Mas, tidak bisa hidup tanpa kamu Clara. Tolong jangan tinggalin dan menjauh dari mas lagi", begitu pun Clara hanya pasrah dicium bibirnya oleh Ilham.
__ADS_1
Clara pun membalas dengan memeluk kembali Ilham dengan erat sambil berkata "Akupun sangat merindukan kamu mas, maafin aku ya yang sudah menjauhi mu.
Sesungguhnya hati Clara terasa sakit selama ini, karena membohongi perasaan Clara, dengan mengatakan kalau Clara tidak mencintai mas. Padahal hati kecil Clara ingin sekali dekat dan selalu dekat dengan mas", Clara mengungkapkan perasaannya selama ini ketika berusaha menjauhi Ilham.
"Mas, Sebelum Clara menjawab apakah akan mengikuti keyakinan mas. Clara mau bertanya sesuatu. Benar mas akan menerima keluarga Clara dengan baik kalau datang kerumah menemui kita di Jakarta ini, atau ketika mas sendiri yang datang ke kampung", Clara menanyakan ketulusan Ilham menerima keluarga Clara.
"Mas berjanji Clara, akan menerima dengan tulus bila keluargamu datang ke rumah kita nantinya, dan apabila mas datang ke kampung orang tua Clara. Keluarga kamu akan mas anggap sebagai keluarga Abang juga. Kamu tidak perlu meragukan itu Clara", Ilham menyakinkan Clara.
"Baiklah kalau begitu. Clara pegang janji mas. Dan clara berharap mas tidak ingkar nanti", Clara tegas.
Sejenak Clara terdiam dan tidak melanjutkan omongannya. Dengan menarik nafas panjang kemudian Clara melanjutkan pembicaraannya.
"Mas, Clara memutuskan, sebelumnya Clara juga sudah menanyakan orang tua Clara perihal perbedaan keyakinan kita. Clara menanyakan bagaimana seandainya kalau Clara berpindah keyakinan, orang tua menyerahkan segala keputusan nya kepada Clara, artinya itu semua terserah Clara, karena Clara yang paling tahu sifat dan sikap yang menjadi teman hidup Clara.
Setelah melewati berbagai rintangan dan juga telah berusaha untuk hidup tanpa mas. Dan ternyata Clara sendiri pun tidak bisa hidup tanpa mas.
Clara memutuskan untuk berpindah keyakinan mengikuti keyakinan mas", Clara menitikkan air mata, karena semua keputusan yang diambil Clara sangat berat, dan sangat sulit. Clara sampai menangis terisak-isak menyampaikan nya kepada Ilham
Mas berjanji akan membimbing dan mengajari kamu mengenal ajaran keyakinan mas. Mas akan sabar, dan pelan-pelan mengajarinya sampai kamu paham dan akhirnya bisa menjalankan sholat. Aku berjanji akan menjadi imam yang baik yang menuntun hingga ke sorga kelak", Ilham menyakinkan Clara.
"Baiklah terserah kamu saja, kapan kamu siap dan mau mengucapkan kalimat syahadat di mesjid. Sebagai suatu syarat utama kalau kamu telah memilih untuk berpindah keyakinan menjadi seorang muslim", Ilham menambahi.
"Kita ganti topik pembicaraan saja ya, karena kalau sudah berhadapan dengan perbedaan. Akan terasa canggung dan tidak mengenakkan", Clara membuka pembicaraan karena sejenak mereka terdiam dan tidak berkata-kata.
"Iya benar. Oh ya kapan kamu ingin keluar dari rumah sakit ini. Mas merasa kamu sudah baikan dan tidak demam lagi. Atau perasaan Clara sendiri bagaimana?, Apakah memang merasa sudah baikan dan bisa untuk pulang ke rumah?", Ilham menanyakan kondisi kesehatan Clara.
"Sudah mas, Clara sudah merasa baikan kok. Clara pun ingin cepat-cepat pulang, karena lama-lama di rumah sakit ini juga akan membuat badan Clara terasa pegal. Habisnya tiduran terus", Clara merasa bosan dan ingin segera pulang.
"Baiklah, mas akan pergi ke ruang resepsionis. Untuk menanyakan kondisi kamu apakah memang sudah bisa pulang", Ilham keluar dari ruangan rawat inap Clara dan pergi menuju resepsionis.
****
__ADS_1
Tok..tok..tok .
"Masuk", sapa Clara
Ilham masuk kedalam ruangan.
"Kata susternya, tidak boleh keluar hari ini. Mereka mencoba mengobservasi kamu terlebih dahulu. Apakah memang demamnya tidak naik lagi malam ini.
Kalau memang tidak naik lagi. Besok boleh pulang, tetapi kalau misal malam ini demam kamu naik lagi. Maka selanjutnya akan di test lagi apakah demam berdarah atau tidak apalah malam ini masih menginap di rumah sakit.
Karena kan aku selalu menjagai kamu, kita jadi bisa terus ketemuan dan dekat dengan kamu", Ilham menggoda Clara, Clara merasa tersipu-sipu dan memerah pipinya.
Walaupun Clara seperti menolak, tetapi dalam hati kecilnya ingin selalu berdekatan dengan Ilham.
****
Setelah Clara sudah pulih dan sudah bisa keluar dari rumah Sakit. Clara dengan mantaf untuk berpindah keyakinan mengikuti keyakinan Ilham.
Tibalah bagi Clara untuk mengucapkan kalimat syahadat. Mesjid tempat menyelenggarakan nya berlokasi di mesjid tempat tinggal Ilham. Dengan saksi dari pihak Ilham sendiri. Ada bibi dan paman Ilham. Sedangkan dari pihak Clara sendiri. Tidak ada yang mewakilinya.
"Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib di sembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan (Rasul) Allah", Ucap Clara dengan tulus ikhlas di hadapan para ulama, Ilham dan sanksi dari pihak Ilham.
Dengan mengucapkan kalimat syahadat sekarang Clara sudah resmi dan sah sebagai penganut muslim.
"Terimakasih Clara, mas akan membimbing dan mengajari kamu mengenai betapa indah dan tenang rasanya hati bila kamu menjalankan sholat dengan khusyuk, semua beban mu terasa ringan dan hilang", Ilham menyakinkan Clara.
Clara pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum. "Mudah-mudahan ini jalan yang terbaik", gumamnnya dalam hati.
"Aku akan segera melamar kamu Clara, kamu mau kan jadi pendamping hidupku selama nya", tanya Ilham.
Clara hanya bisa tersenyum dan mengangguk kan kepalanya dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1