Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir

Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir
#47. Clara mengetahui kalau dirinya bukan anak Beni.


__ADS_3

Setahun sudah Vina pulang kampung dan merilis usaha di kampung dengan membuka warung dan berjualan minuman, kopi, teh, susu, mie kuah dan mie goreng sesuai pesanan pengunjung.


Warung Vina tampak ramai dan laris manis. Mengetahui warung Vina ramai, tetangga pun ikut berjualan seperti Vina. Sudah ada 2 warung yang berjualan setelah Vina berjualan. Yaitu berjualan yang letak warungnya sebelum dan sesudah warung Vina.


Dengan bertambahnya yang berjualan warung Vina pun menjadi sepi pengunjung. Vina harus lebih memutar otak untuk mencari tambahan pendapatan ditambah lagi Rani yang selalu meminta uang bulanan dan uang kuliah yang sangat banyak.


Vina pun sambilan bekerja sebagai penenun ulos, ulos adalah seperti kain panjang yang dipakai sebagai simbol untuk penghangat dan pererat. Bila acara adat pernikahan maupun kematian ulos wajib diberikan pihak keluarga sebagai pengingat hubungan kekeluargaan.


Kemampuan Vina yang bisa berbicara kepada arwah-arwah yang sudah meninggal, Vina manfaat kan, sebenarnya sewaktu di Jakarta Vina masih mempunyai kemampuan itu. Tetapi akibat beban hidup Vina yang berat, kemampuannya untuk bicara dan melihat arwah sering diabaikan, karena Vina tidak mau disibukkan oleh urusan para arwah.


Kali ini dalam mata batin Vina, roh itu mengatakan bahwa ada aura jahat telah ditebar di rumah Vina. Agar warung Vina sepi pengunjung.


Orang yang menebar aura jahat tersebut adalah tetangganya sendiri yang tidak senang Beni dan keluarga nya kembali ke kampung. Tadinya bila Beni tidak kembali ke kampung tanah milik leluhur Beni akan direbut oleh orang jahat tersebut.


Tetapi karena Beni sudah kembali ke kampung orang yang bermaksud berniat mengambil tanah leluhur Beni tersebut merasa sial dan kecewa karena tanah itu tidak jadi miliknya.


Roh yang kemasukan kepada Vina mengatakan bahwa mereka telah memberi sesuatu, agar Beni sakit-sakitan dan segera meninggal dunia.


Vina pun meminta penanggal agar orang yang bermaksud berbuat jahat itu tidak menyakiti Vina, Beni dan anak-anaknya.


Ternyata benar Beni mengalami sakit sudah sebulan lamanya tidak sembuh-sembuh. Beni mengalami batuk dan merasa cepat lelah. Secara kedokteran pemeriksaan melalui alat medis Beni tidak ada sakit penyakit yang berbahaya didalam tubuhnya yang terdeteksi.


Vina pun membawa Beni berobat ke paranormal, hal yang sama dikatakan oleh paranormal.


"Bu, suami anda sedang di ikat oleh seseorang. Agar pikiran dan kesehatan nya bisa dikendalikan", ucap paranormal dengan yakin.

__ADS_1


"Siapa yang telah mengikat suami hamba, kek?", tanya Vina penasaran.


"Tetangga mu, yang letak rumahnya sebelum rumahmu dari pasar. Dia juga yang telah mengikat warung ibu menjadi sepi pengunjung", paranormal menambahi.


"Saya tidak mau menggubris bahkan mengganggu nya. Saya hanya ingin suami hamba sembuh dan tolong kakek beri penangkal kepada hamba dan anak-anak hamba agar selalu sehat-sehat dijauhkan dari sakit penyakit", ucap Vina memohon kepada sang para normal.


"Baiklah kalau begitu. Ini obat untuk suami ibu, silahkan diminum dan disiramkan di depan rumah pada pagi dan sore hari. Niscaya dalam waktu dekat suami ibu akan segera sembuh", para normal menyakinkan Vina.


Beberapa hari kemudian setelah Vina berobat ke paranormal, Beni pun berangsur-angsur sembuh. Vina sangat senang dan patuh melakukan apa yang diperintah kan oleh para normal. Tetapi warung jualan Vina tetap sepi pembeli. Karena terlalu banyak saingan yang membuka warung.


Pelanggan yang menjadi pelanggan Vina akhirnya berpaling membeli ke warung tetangga karena merasa satu kerabat dengannya, tidak enak hati bila harus terus memaksa membeli di warung Vina.


Anak-anak Vina sudah bertumbuh dewasa. Artinya pendidikan mereka pun semakin menuju tingkat yang lebih tinggi. Clara dan adik Clara, Lilis namanya sudah sama-sama duduk di tingkat SMA, ditambah lagi dibawah Lilis Ada 2 orang duduk di tingkat SMP.


Beni hanya bisa menjaga warung, itupun sudah sepi pembeli. Pendapatan dari warung tidak bisa diandalkan lagi untuk menutupi biaya hidup.


Vina harus bekerja menenun ulos sedikitnya 1-2 ulos harus selesai di tenun setiap hari. Kalau sudah seperti itu kondisinya. Punggung pun hampir terasa mau patah saja. Vina terpaksa harus melakukan itu, karena Clara tidak bisa menenun ulos. Hanya Vina yang mampu melakukannya.


Hasil penjualan ulos bisa diperoleh setiap minggu, kalau berladang harus menunggu panen hingga berbulan-bulan. Menenun ulos adalah alternatif cepat untuk menghasilkan uang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan untuk membayar uang sekolah anak-anak Vina.


***


Dengan kerja keras dan penuh perjuangan Clara tamat dari tingkat SMA. Clara sebenarnya ingin kuliah, mengikuti jejak kakak tirinya yang masih dibiayai oleh Vina.


Tetapi Clara tahu diri. Begitu lelah dan letihnya Vina setiap hari untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Clara mengalah tidak mau kuliah.

__ADS_1


"Ibu, Clara tidak usah kuliah. Clara mau merantau ke Jakarta saja mencari pekerjaan untuk membantu ibu, agar adik-adik nantinya bisa kuliah", Clara memohon kepada Vina.


"Tetapi Clara. Ibu pengen kamu kuliah. Karena kamu anak yang pintar. Kamu kan bercita-cita jadi guru. Kamu harus kuliah Clara agar bisa mencapai cita-cita yang kamu harapkan.


Tidak apa-apa ibu membanting tulang siang dan malam asalkan anak-anak ibu nantinya bisa berhasil", Vina menyampaikan keinginannya kepada Clara.


"Tidak Bu, Clara kasihan sama ibu. Bekerja terlalu keras tanpa mengenal lelah dan letih. Biarlah Clara mencari pekerjaan di Jakarta. Nanti gaji Clara untuk ibu. Agar ibu bisa menguliahkan adik-adik Clara", Clara mengalah.


"Apakah keinginan kamu untuk bekerja ini sudah bulat Clara?. Apakah kamu nanti tidak menyesalinya kelak?", Vina penasaran.


"Tidak Bu. Nanti kalau Clara sudah cukup uang tabungan nya. Clara bisa kuliah lagi kok ", Clara menyakinkan Vina agar tidak terlalu khawatir dan kecewa karena Clara tidak jadi kuliah.


"Baiklah kalau begitu nak keinginan kamu. Ada sesuatu rahasia besar yang ingin ibu sampaikan. Mana tahu di kota besar kamu menemukan jodoh mu.


Atau kamu ingin berpacaran dengan seseorang", Vina memberitahu Clara lalu terdiam sejenak. Tidak melanjutkan perkataannya. Clara pun menjadi penasaran rahasia apa yang sedang disembunyikan Vina dari dirinya.


"Clara. Sebenarnya Beni bukan bapak kandung kamu. Bapak kandung kamu adalah Radit. Tetapi Beni sangat menyayangi kamu seperti anak kandungnya sendiri", Vina sejenak terdiam tidak meneruskan perkataannya.


"Maksud ibu apa sih", Clara jadi bingung dan sedikit kesal.


"Begini Clara. Waktu kamu berusia 1 tahun. Bapak mu Radit meninggalkan ibu dan kamu. Radit tidak pernah kembali. Setelah kamu berusia Hampir 3 tahun. Beni datang melamar ibu. Dan kami menikah.


Maksudnya Radit itu bermarga naga, itu berarti kamu adalah bermarga naga. Yang ingin ibu katakan. Janganlah kamu kawin atau pacaran dengan marga naga, karena marga naga adalah saudara kamu", Vina menjelaskan pada inti permasalahannya.


"Saya tidak akan memakai marga naga. Karena toh Radit tidak saya kenal dan tidak pernah melihat saya. Saya benci dan tidak mengakuinya sebagai bapak Clara. Jadi sampai kapanpun Clara tidak akan memakai marga naga. Clara akan memakai marga dari bapak Beni yakni Tobing", ucap Clara dengan sangat emosi.

__ADS_1


__ADS_2