
Clara berpindah keyakinan. Clara memberitahukannya kepada Vina.
Clara menghubungi via telepon.
"Bu, Clara mau memberitahu kepada ibu bahwa Clara sudah berpindah keyakinan menjadi seorang muslim. Dan 3 hari lagi Ilham calon menantu ibu akan melamar Clara.
Ibu datanglah kepesta pernikahan Clara!. Tetapi memang tidak ada pesta meriah, hanya mengucapkan Ijab Kabul dan resepsi nya pun hanya di hadiri oleh beberapa keluarga terdekat saja", ucap Clara memberitahu rencana pernikahan nya.
"Kalau seperti itu, Maaf sekali Clara ibu dan bapak kamu tidak bisa menghadiri pernikahan mu. Karena bapak kamu sedang sakit, ibu tidak bisa meninggalkan nya dirumah tanpa ibu.
Nanti ibu akan menghubungi Abang kamu, agar Abang kamu saja yang datang untuk menghadiri perkawinan kalian. Bukan ibu menolak atau tidak merestui hubungan kamu dan Ilham atau karena kamu sudah pindah keyakinan.
Memang bapak mu saat ini sedang kurang sehat, ibu tidak bisa meninggalkan nya. Nanti kalau bapak mu sudah baikan. Kami akan usahakan lah untuk datang mengunjungi kalian", ucap Vina tidak enak, takut Clara mengira Vina menjauh karena Clara telah berpindah keyakinan.
"Baiklah Bu, kalau ibu memang tidak bisa menghadiri pernikahan Clara. Clara berdoa agar bapak cepat sembuh. Clara minta restu ibu, kiranya Clara bisa menjalani rumah tangga Clara dengan baik dan bahagia", Clara minta restu.
"Iya Clara, ibu merestui kalian. Sekali lagi ibu tekankan bahwa tidak ada maksud ibu untuk menghindar atau menjauh dari kamu. Memang alasan kami tidak bisa menghadiri pernikahan mu adalah karena bapak mu memang kurang sehat", Vina menyakinkan Clara.
"Iya Bu, tidak apa-apa. Clara mengerti dan paham atas kondisi ibu. Nanti kalau kesehatan bapak belum juga pilih. Biar Clara saja yang akan pulang kampung Bu, tentunya dengan membawa Ilham juga. Agar Ilham bisa tahu kampung halaman Clara", ucap Clara memberitahu.
"Begitu juga tidak apa-apa Clara. Mana yang terbaik saja lah", Vina mendukung.
"Baiklah Bu, udah dulu ngobrol nya. Clara mau ada kerjaan yang hendak diselesaikan. Salam buat bapak dan adik-adik", Clara pamit dan segera menutup teleponnya.
*****
Setahun berlalu Kehidupan Clara pun makin membaik. Clara juga telah melahirkan seorang anak perempuan. Setelah merasa pulih, 3 bulan setelah Clara melahirkan. Clara dan Ilham akhirnya pulang kampung dengan membawa serta baby Agnes.
Clara dan Ilham pun mencoba bersikap wajar. Agar tidak menyinggung perasaan Vina dan Beni. Ilham cepat kompak dengan ayah Clara dan mau melakukan pekerjaan apa saja.
__ADS_1
Untuk sekedar menemani ngobrol dan melakukan apa yang dikerjakan Beni. Ilham bersikap seolah Beni adalah ayah kandung Ilham, Beni jadi senang mempunyai menantu seperti Ilham.
Tadinya Beni hanya diam saja, dan tidak tahu harus bicara mengenai apa, tetapi Ilham pandai membaca situasi dan kondisi. Walaupun Clara telah berpindah keyakinan, silaturahmi dan hubungan keluarga tetap terjalin dengan baik dan kompak seperti biasanya.
"Bu, mas Ilham menyuruh Clara. Agar adik-adik apabila ingin melanjutkan kuliah atau ingin mencari pekerjaan di kota. Tidak apa-apa Bu, nanti tinggal di rumah Clara saja daripada harus ngekos", Clara ingin membantu adik-adiknya.
"Bagus itu Clara, kebetulan adik kamu Lilis tahun ini akan tamat dari SMA. Kalau begitu Lilis akan ibu suruh kuliah di Jakarta saja. Dan tinggal sama kamu, selain agar bisa menghemat uang kos, Lilis juga bisa kamu kontrol agar Lilis bisa kuliah dengan baik dan tidak mau ikut-ikutan teman-teman yang tidak bertanggungjawab", Vina menyetujui usul Clara.
"Iya Bu, Clara hanya ingin bisa membantu keluarga Bu, dan mas Ilham juga mengerti posisinya, sebagai kakak ipar. Makanya Ilham menyuruh Clara harus peduli terhadap adik-adik", Clara tahu diri posisinya sebagai kakak.
"Oh iya, adik kamu Wina, yang dibawa Lilis. Tidak mau kuliah, Wina ingin langsung kerja saja. Tahun depan dia akan ibu kirim ke Jakarta ya, supaya Wina bisa mencari pekerjaan", Vina memberitahu.
"Oh, ya sudah Bu. Tidak apa-apa kok. ibu suruh saja Wina datang ke Jakarta. Biar nanti mas Ilham akan membantu mencarikan pekerjaan", Clara antusias.
"Baiklah Clara. ibu senang kalau suamimu bisa mengerti atas kondisi keluarga kamu. Tadinya ibu sangat khawatir kalau kamu akan menjauhi dari keluarga. Ternyata suami kamu sangat baik dan pengertian", Vina merasa senang dan bangga memiliki menantu seperti Ilham.
Pengetahuan agama Ilham sejalan dengan perbuatannya. Pengertian dan peduli kepada istri dan bisa menghormati dan berusaha rukun dengan adik-adik Clara dan orangtua Clara, walaupun sudah berbeda keyakinan.
*****
Setahun kemudian
Ketika Vina berbelanja untuk membeli barang-barang yang akan dijual di warung nya. Vina belanja ke luar kota.
Tidak disangka Vina bertemu dengan mantan suaminya Radit.
Vina berjumpa di sebuah warung makan, karena setelah lelah berbelanja Vina bermaksud untuk makan siang.
Vina pun telah selesai menyantap habis makanannya dan bermaksud untuk beranjak dan akan membayar makanannya. Tiba-tiba datang Radit menghampiri nya.
__ADS_1
"Hai Vin, kamu Vina kan?", Radit memastikan kalau yang dihadapannya adalah Vina. Vina pun langsung tersentak kaget, tidak menyangka akan ketemu dengan Radit.
"Hai juga Radit, ya aku Vina!. Tidak menyangka ya kalau kita akan bertemu lagi", ucap Vina merasa grogi.
"Iya, apa kabar kamu Vin. Aku senang bisa ketemu dengan kamu, bagaimana kabar Clara sekarang?", Radit ingin tahu.
"Clara baik-baik saja, sekarang Clara berada di Jakarta dan sudah menikah dengan mempunyai 2 orang anak. Oh iya kamu bagaimana sekarang. Sudah mempunyai anak berapa?", Vina mengalihkan pembicaraan, takut Radit akan bertanya banyak hal mengenai Clara malah ingin bertemu dengan Clara nantinya.
"Ibu sudah meninggal dunia, sebelum dia meninggal. Ibu meminta maaf kepada mu. Ibu menyesal telah menyia-nyiakan kamu. Stelah aku meninggalkan mu di Jakarta. Ibu menjodohkan aku dengan seorang wanita yang bernama Cyntia.
Ternyata wanita yang dijodohkan ibu sangat boros, pembangkang dan malah sangat kasar kepada ibu. Ibu akhirnya jadi struk dan meninggal dunia, istri saya tidak mau mengurus nya ketika saya pergi kerja keluar kota. Saya bekerja sebagai supir tetapi tidak di PT MARGO JOYO, melainkan di PT SENTANI mengangkut CPO.
Ibu sudah menuai karmanya, karena telah menyia-nyiakan menantu sebaik kamu. Aku dan Cynthia sudah menikah 20 tahun lebih, tetapi kami belum dikaruniai seorang anak. Aku juga telah menuai karma ku, karena telah menyia-nyiakan dan tidak pernah menganggap Clara sebagai putri ku.
Akhirnya kami tidak diizinkan Tuhan untuk memiliki anak. Aku minta maaf kepada mu ya Vina. Karena tidak berusaha mencari kamu dan Clara. Istriku sangat pemarah dan sangat posesif, dan akan memberi hukuman dengan mengancam akan menceraikan aku apabila aku mencari tahu keberadaan kamu.
Aku berharap kamu dan Clara Bahagia", Radit merasa menyesal telah menyia-nyiakan Vina selama ini.
"Tidak ada lagi yang harus disesalkan dit, Setelah kamu hilang tidak ada kabar setahun kemudian aku telah dilamar oleh Beni. Untung lah Beni adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Dari perkawinan ku dengan Beni kami telah dikarunia Tuhan 5 orang anak.
Beni juga menganggap Clara sebagai anak kandungnya sendiri. Bahkan Clara tidak akan pernah mencari tahu ayah kandungnya dan tidak mau memakai marga kamu. Karena Clara sangat benci kepadamu, karena tidak pernah mencari tahu keberadaan kami.
Tetapi sudahlah semua telah berlalu. Kehidupan kedepannya masih panjang. Akupun berharap kamu tidak akan mengungkit dan meminta hak asuh atas Clara", Vina tegas.
"Tidak Vina, aku tidak akan melakukan itu. Karena memang selama ini aku tidak pernah menafkahi kalian. Aku sangat kejam dan jahat telah meninggalkan kalian sendiri di Jakarta", Radit menangis dan menyesali perbuatannya.
"Sudahlah Radit tidak ada gunanya mengungkit masa lalu. Senang bisa ketemu dengan kamu. Aku pun sudah melupakan kamu. Sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi", Vina pamit meninggalkan Radit.
Radit pun hanya pasrah menjalani hidup dengan rasa penyesalan yang amat sangat karena telah menyia-nyiakan Vina dan terlalu menuruti apa yang diperintahkan oleh ibunya sendiri. Radit tidak mau mengambil keputusan yang terbaik baginya. Hanya berlindung dibawah ketiak ibu nya.
__ADS_1