
Hubungan antara Ilham dan Clara ternyata semakin dekat, setelah pertemuan ketika Stefani kopi darat dengan Randy.
Karena merasa cocok kedua nya pun saling bertukaran no telepon. Tidak terasa hubungan mereka sudah berjalan Selama tiga bulan. Mereka pun saling terbuka satu dengan yang lain.
Ilham menceritakan bagaimana awalnya ia ke Jakarta, bagaimana perjuangan dan motivasinya. Ilham sangat bersyukur sekarang sudah mempunyai usaha sendiri.
Setiap bulan Ilham rutin memberikan dan mengirim kepada orangtuanya untuk biaya hidup nya di kampung dan biaya untuk menyekolahkan adik-adik nya.
Menurut Clara Ilham anaknya bertanggungjawab, Ilham orangnya pekerja keras, apa saja dikerjakannya asalkan itu uang halal. Baik sebagai tukang bengkel atau supir rental.
Sebenarnya pekerjaan tetap Ilham membuka usaha bengkel tambal ban, dan menjual secara kecil-kecilan sparepart maupun oli dari kendaraan sepeda motor dan kendaraan roda 4.
Kalau lagi sepi pembeli, atau ada yang meminta, Ilham mau berganti profesi menjadi supir rental.
Ilham terlahir dari keluarga tidak mampu, dengan tekad yang kuat merantau ke Jakarta, agar bisa mengirim untuk memenuhi kebutuhan ayah, ibu dan adik-adiknya.
Selain daripada untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan utama Ilham adalah untuk mengangkat derajat keluarga. "Agar derajat keluarga bisa naik. Maka harus hidup sukses dan berhasil", prinsip itu selalu dipegang oleh Ilham dan menjadi penyemangat dan pendorongnya untuk maju dan bangkit dan terus bekerja keras pantang menyerah.
Tekadnya Ilham yang sangat kuat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Itu yang membuatnya berhasil dan sukses. Sedikit demi sedikit keuntungan disimpannya dan ditabung, hingga akhirnya selama 10 tahun bisa menjadi seperti sekarang.
Terdapat kesamaan antara Ilham dan Clara yaitu. Sama-sama merupakan anak tertua atau anak pertama, yang mempunyai beban dan tanggung jawab untuk membantu ekonomi keluarga dan menyekolahkan adik-adik nya.
Usia Ilham terpaut sangat jauh selisihnya dengan Clara, hampir 13 tahun. Bagi Clara itu tidak menjadi masalah. "Toh usia Vina, ibunya juga terpaut sangat jauh terhadap usia, ayahnya Beni", pikir Clara dalam hatinya.
Clara juga tidak mempermasalahkan perbedaan suka antara Clara dan Ilham. Clara merupakan suku Batak sedangkan Ilham suku Jawa.
Sejak awal Clara tidak mempermasalahkan itu. Bahkan Clara sebelum datang ke Jakarta sudah bertekad tidak ingin mengambil suami suku Batak. Agar menghindari perkawinan Sedarah, artinya perkawinan se marga.
__ADS_1
Karena Clara tidak memakai marga aslinya, marga dari ayah kandungnya sendiri. Karena merasa sakit hati karena ayah kandungnya tidak pernah peduli kepada nya. dan tidak pernah mencari nya.
Ilham pun merasa terbuka dan tidak mempermasalahkan suku dari Clara sendiri.
Bahkan Ilham, sudah banyak mengenal dan paham mengenai karakter orang Batak, "Yang gaya bicaranya keras dan lantang, tetapi itu gambaran dari orang Batak yang bicara apa adanya dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Tetapi sifatnya kebanyakan baik, peduli dan pengertian", pikir Ilham dalam benaknya.
Dan karakter itu ada pada diri Clara, "yang bicara apa adanya dan terbuka, bahkan marah sejadi-jadinya mengeluarkan segala apa yang mengganjal di hatinya dengan sepuas hati. Dan akhirnya akan reda dan lembut lagi", Ilham menambahi dalam hatinya.
****
Sebelum Ilham tidur.
Sejenak Ilham duduk-duduk merenung dalam kamarnya.
Ilham merasa kalut hatinya.
Saat ini aku memang dekat dengan Clara. boleh dibilang sangat dekat, bahkan kami sangat cocok. Kami pun saling terbuka satu sama lain.
Terkadang juga aku merasa rindu, bila tidak bertemu dengan Clara, terkadang ada rasa cemburu bila Clara dekat dengan teman kerja prianya. "Apakah aku benar-benar telah mencintai Clara?", Ilham berpikir dalam hati dengan penuh kekalutan.
Untuk sikap dan sifat Clara aku tidak mempermasalahkan, bahkan sukunya sendiri. Akupun sudah terbiasa dengan sikap dan sifat nya.
Kami pun satu tujuan hidup, yakni sama-sama untuk menyenangkan dan membahagiakan keluarga.
Yang menjadi kendala saat ini adalah "Clara tidak seiman dengan ku" pikiran Ilham gusar.
Ilham pun bingung antara melanjutkan hubungan ini atau menyudahinya. Kalau putus rasanya Ilham tidak ingin, karena sudah terlanjur mencintai Clara. Kalau diteruskan bagaimana dengan keyakinan Clara sekarang?, Apakah Clara mau mengikuti keyakinan ku?. Atau aku yang akan mengikuti keyakinan Clara?, Pertanyaan-pertanyaan itu hilir mudik di otak Ilham dan sangat mengganggunya sampai tidak bisa membuatnya untuk tidur terpejam.
__ADS_1
"Sudahlah coba besok aku tanyakan saja Clara mengenai kelanjutan hubungan ini", pikir Ilham dalam benaknya. Dan ingin segera istirahat, karena saat ini dirinya terlalu lelah untuk memikirkan masalahnya yang begitu rumit.
Ilham hanya bisa pasrah dan berdoa kiranya, diberi petunjuk dan hidayah, agar apapun keputusan nya nanti. Tidak membuat permusuhan tidak ada yang tersakiti. Dan kiranya keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik.
Ilham sangat berharap dan berdoa agar semuanya dilancarkan.
Ilham sangat khusyuk berdoa pada malam ini. Sujud menyembah mempasrahkan diri kepada sang Kuasa. Dengan berurai air mata, dan mohon ampun atas segala yang diperbuat. Serta memohon dengan tulus, agar diberi petunjuk, diberi penyelesaian yang terbaik. Dan berdoa agar Clara mengikuti keyakinan Ilham.
Begitu harapan Ilham dalam doanya. Karena Ilham pun selama ini sangat taat dan rutin menjalankan ibadahnya. Bahkan sangat takut bila ada bolong dalam melakukan ibadahnya.
Dan Ilham pun bersyukur selama ini dari awal merantau ke Jakarta dari yang tidak ada apa-apa nya, sekarang sudah merasa mapan. Itu semua adalah campur tangan dari yang Kuasa. Ilham merasa takut dan tidak ingin meninggalkan keyakinannya.
Ilham pun makin merasa frustasi memikirkan betapa rumitnya masalahnya. Secara Clara apa mau mengikuti keyakinan ku?. Kulihat pun Clara sangat rutin menjalankan ibadahnya?. Ilham pun menjadi putus asa.
Dalam pikirannya hubungannya dengan Clara pasti akan berakhir. Karena perbedaan keyakinan. Ilham sekarang pasrah, dan tidak berani lagi berharap dan berhayal untuk sehidup semati dengan Clara.
"Ahh, sudahlah. Pusing..... Besok aku akan coba bertanya dengan baik-baik kepada Clara", gumam Ilham sambil mengacak-acak rambutnya.
Ilham pun mencoba menutup matanya dan sangat ingin terpejam. Karena merasa sudah sangat mengantuk dan lelah.
Akhirnya Ilham pun terpejam subuh pukul 03.00 dini hari.
Ku..ku..ku..ruyuk..
Ilham tersentak dari tidurnya, pikir I Ilham sudah terlambat bangun. Padahal ia belum menjalankan ibadah nya.
Tidak beberapa lama terdengar suara adzan dengan sangat merdu berkumandang, Memanggil dan mengingatkan seluruh umatnya untuk sujud syukur dan menyembah-Nya.
__ADS_1
Ilham ingat ada suatu misi dan permohonan yang sangat diniatkan Ilham, agar Yang Kuasa mendengarkan Doa nya, karena Ilham sudah merasa cocok dan ingin hidup bersama Clara. Ilham sujud dan pasrah berdoa dengan khusyuk.