
"Kak, saya akan pergi ke kantor tempat Abang ipar bekerja. Saya titip tas dan barang-barang saya sementara disini boleh kak?", Vina memohon.
"Oh iya kak, bolehkah saya mengontrak sekamar di rumah kakak ini?, agar saya tidak terlalu mahal untuk mengeluarkan uang sewa untuk kontrakan rumah. Untuk sementara waktu, menunggu saya mendapatkan pekerjaan?", Vina menambahi.
"Oh, ya sudah. Begitu juga tidak apa-apa. Asal ada tempat untuk berlindung dari teriknya sinar matahari dan hujan. Benar tidak Vin!. Baiklah kalau begitu Vin.
Itu ide yang bagus, menunggu kamu mendapatkan pekerjaan", Tuti menyetujui keinginan Vina. Vina pun beranjak meninggalkan rumah Tuti dan bermaksud ke kantor tempat Deni bekerja, sesuai apa yang telah di beritahukan Deni, bahwa Deni ada menitipkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan Vina.
"Untung lah kemarin Vina tidak langsung mengambil uang itu ke kantor Deni. Kalau Vina langsung mengambilnya, mungkin uang itupun akan ikut diambil maling ketika Vina didalam angkot", pikir Vina dalam benaknya, sedikit bersyukur.
***
Tanpa berlama-lama, Vina langsung pergi ke pasar, setelah dari kantor Deni untuk mengambil uang titipan Deni. "Jumlah nya Lumayan, cukup untuk biaya hidup beberapa bulan ke depan", Vina sangat terharu melihat jumlahnya, sangat bersyukur banget, dengan kondisi Vina yang hampir putus asa setelah uangnya di curi orang.
Setelah Vina sampai di pasar, Vina pun banyak bertanya-tanya kesana kemari kepada juragan bawang merah yang ada di pasar.
Hampir putus asa Vina, karena juragan bawang merah tidak membutuhkan pekerja untuk membersihkan bawang merah mereka dari kulit arinya, melainkan langsung memproyekkan kepada orang lain yang menangani nya.
Vina merasa kecewa karena tidak mendapatkan pekerjaan. Akhirnya Vina pun keluar dari area gedung pasar. Bermaksud untuk beristirahat melepas lelah, karena Clara juga sudah terlihat lelah dan lapar. Vina bermaksud mengajak Clara untuk makan siang.
Vina pun mampir di warung makan pinggir jalan dan segera memesan makanan untuk dirinya dan Clara. Ketika Vina sedang asik makan, Vina memandang ke sekelilingnya.
__ADS_1
Dilihatnya ibu-ibu banyak berkumpul ramai sambil bercerita, sesekali tertawa terbahak-bahak. Vina pun penasaran dan setelah selesai makan Vina langsung menghampiri ibu-ibu tersebut.
"Ibu apakah disini lowongan pekerjaan?", Vina bertanya dan ingin tahu.
"Disini selalu lowong pekerjaan, sebanyak orang pun bisa", salah satu diantara Ibu-ibu itu berbicara.
"Benarkah, Bagaimana caranya untuk bisa bekerja disini?", Vina senang karena ada lowongan pekerjaan dan terus bertanya ingin tahu bagaimana cara bekerja nya.
"Ibu datang saja kemari, setiap hari lebih baik lagi. Bersihkan bawang-bawang merah ini dari kulit arinya, jangan sampai terkelupas semua, lalu sedikit dirapikan rambut-rambut nya.
Hanya seperti itu, semakin banyak kamu membersihkannya semakin banyak pula upahmu, karena banyak sedikitnya yang kamu kerjakan itu tergantung dari beratnya bawang yang kamu bersihkan.
Lumayan lah untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi pinggang terasa capek memang, apalagi kalau pekerjaan ini kita lakukan rutin sehari-hari", ucap salah satu dari ibu-ibu itu menjelaskan cara kerjanya.
"Awalnya sih kamu agak susah, karena tidak terbiasa. Tetapi lama kelamaan akan terbiasa. Begitu juga hasil yang kamu dapatkan awalnya sih tidak seberapa, tetapi karena terbiasa. Satu harian kamu bisa mendapatkan 50kg, bahkan lebih. Hasil yang kamu dapat setiap hari di kumpul selama 1 Minggu, setiap Sabtu boleh ambil uangnya, atau bulanan juga boleh terserah sama kamu saja.
Kalau kamu mau, Kamu juga bisa menampi di sisa-sisa sampah kulit bawang itu, terkadang ada bawang tercecer atau jatuh. Dari situ kamu terkadang bisa mendapat 1-2 kg bawang, dan bisa kamu jual di pasar.
Daripada menggosip, ngerumpi dan ngomongin orang malah menimbulkan dosa lebih baik kita santai-santai disini sambil mendapatkan uang jajan anak-anak", ucap mereka bersemangat sambil terus membersihkan bawang merah dari kulit arinya.
"Seperti nya kamu orang baru, saya tidak pernah melihat kamu sebelumnya!. Kamu tinggal dimana?", Tanya ibu yang berbaju kuning.
__ADS_1
"Iya Bu, saya orang baru. Kemarin tinggal di Bojong 2. Sekarang saya pindah ke Meranti 3. Agar bisa mencari pekerjaan di daerah pasar ini. Saya sangat membutuhkan pekerjaan, karena saya dan anak saya membutuhkan biaya hidup", Vina bercerita dengan raut wajah sedih.
"Apakah suami kamu sudah meninggal dunia?", Ibu yang baju merah bertanya ingin tahu.
"Suami saya masih hidup, tetapi dia lebih memilih hidup dengan orang tuanya, daripada hidup dengan saya dan anaknya. Karena ibu mertua tidak rela penghasilan anaknya di habiskan oleh kami yang dianggap orang lain", Vina terus bercerita.
"Kasihan sekali kamu, padahal kamu masih muda. Kamu yang sabar ya, pasti suatu hari suami dan mertuamu akan menyesal telah mencampakkan kalian", ibunya yang berbaju kuning menyemangati Vina.
"Kerja ini akan kurang untuk memenuhi kebutuhan mu, kami memang karena masih ada pendapatan suami yang diandalkan, walaupun tidak seberapa tetapi lumayan ditambah penghasilan dari sini. Dibanding dengan kamu?, Kamu bekerja sebagai penjaga warung makanan saja, lumayan upahnya 50.000/ hari", ibu yang baju merah memberitahu.
"Iya sih Bu, tetapi anak saya tidak ada yang menjaga di rumah, lagian dia juga tidak mau di tinggal sendiri. Tidak apa-apa lah yang penting anak saya bisa saya ajak bekerja dengan saya. Walaupun kenyataannya anak saya hanya duduk dan tiduran di samping saya", ucap Vina.
"Iya juga sih. Yang mana yang terbaik saja lah. Kamu mau bekerja hari ini atau besok?. Terserah kamu saja, hari ini juga bisa, besok pun juga bisa. Kalau kamu bekerja nya mulai besok, pagi jam 7-8 toko ini sudah buka kok", ibu yang baju kuning memberitahu.
"Saya kerjanya sekarang saja, sekalian saya melihat-lihat dulu bagaimana cara kerja ibu-ibu. itung-itung saya seperti training, Agar besok saya bisa lebih cekatan dan tidak canggung-canggung lagi", Vina antusias dan sangat bersemangat. Baginya saat ini adalah motivasi untuk mendapatkan uang untuk biaya hidupnya dan memikirkan masa depan Clara.
Vina sudah melupakan Radit, tidak ada harapan dan keinginannya untuk berharap Radit akan datang menemuinya, atau Vina yang akan menemui Radit.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:00. Toko pun akan segera tutup. Vina pun bergegas untuk siap siap menyelesaikan pekerjaannya dan akan segera menimbang hasil bawang merah yang sudah di bersihkannya kulit arinya.
"Lumayan lah hasilnya 15 kg dalam waktu 3 jam. Besok aku akan datang pagi-pagi sekali. agar aku bisa mendapatkan yang lumayan banyak", Vina antusias dan sangat bersemangat, daripada tidak ada sama sekali, karena mencari pekerjaan di kota besar sangat susah pikir nya dalam hati.
__ADS_1