
"Clara kamu jangan emosi seperti itu. Sebenarnya hati ibu sangat sakit. Telah menutupi rahasia ini telah begitu lama. Ibu juga terkadang berdoa, jangan sampai ibu keburu mati sebelum memberitahu kan rahasia ini kepada mu.
Tetapi karena kamu bilang mau merantau ke kota besar. Agar kamu tidak sampai melakukan hubungan terlarang. Karena apabila kamu terlanjur suka atau pacaran terhadap marga naga.
Kamu pun akan kecewa nantinya, karena hubungan itu tidak akan ibu restui. Maka untuk menghindari hal itu terjadi baiknya kamu ibu beritahu sekarang", Vina mewanti-wanti agar Clara tidak salah arah dalam mencari jodoh.
"Baiklah kalau begitu ibu. Mulai sekarang aku berjanji. Tidak akan mencari jodoh yang bersuku Batak, bukan berarti aku tidak suka orang Batak Bu.
Aku tetap akan memakai margaku, sebagai identitas ku bahwa aku adalah suku Batak. Tetapi aku akan memakai marga Tobing dari marga bapak Beni. Karena yang kutahu yang merawat dan perhatian kepada ku hanya bapak Beni.
Dan untuk anak cucuku nantinya kuberharap tidak akan aku nikahkan dengan suku Batak. Agar menghindari hubungan terlarang", Clara tegas memberitahu keinginan dan sakit hatinya. Bahwa ayah kandungnya, Radit tidak pernah peduli dan mencari Clara.
Clara menangis terisak-isak mengetahui dirinya adalah anak yang tidak diakui orang tuanya. Tetapi Clara bersyukur Beni selalu mengganggap nya anak kandung nya sendiri.
Vina pun tidak bisa memaksakan keinginannya kepada Clara. Karena Clara sudah dewasa dan sudah berhak membuat pilihan dan keputusan untuk dirinya sendiri.
***
Akhirnya tiba bagi Clara untuk berangkat ke Jakarta. Untuk sementara waktu Clara akan tinggal di rumah Abang dan kakaknya yang terlahir dari istri pertama Beni.
"Bu, Clara pamit ya. Ibu jaga diri baik-baik. Istirahat lah Bu, bila memang lelah. Ibu jangan terus memaksakan untuk terus bekerja.
Ibu juga harus menjaga kesehatan ibu. Bila sakit segera lah berobat, jangan ditahan-tahan kan. Nanti kalau sudah sakit parah maka akan sangat fatal. Semua pun akan rugi, baik ibu dan adik-adik.
Maka adik-adik pun akan terlantar, tidak bisa makan dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena tidak ada uang", Clara memberi sedikit permohonan dan keinginan kepada Vina agar bisa menjaga kesehatan dan tidak sakit.
__ADS_1
Clara pun memeluk ibunya dengan erat dan menangis karena sebentar lagi akan berpisah. Selanjutnya Clara pamit kepada adik-adik nya dan memberi sedikit nasehat.
"Adik-adik ku, kakak pamit ya, tolong kalian jaga ibu baik-baik. Bantu ibu melakukan pekerjaan ini, jangan malah ibu yang mengerjakan semuanya. Segera lah datang bila ibu memanggil atau sedang perlu. Jangan berlama-lama atau pura-pura tidak mendengar.
Kakak akan membantu ibu untuk bisa menyekolahkan kalian ke jenjang yang lebih tinggi. Doakan kakak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik", Serentak adik-adik nya menjawab, "Iya kak. Kakak hati-hati di sana. Kakak juga harus sering-sering memberi kabar", Adik-adik Clara satu persatu memeluk Clara dengan erat.
Selanjutnya Clara pun pamit kepada Beni. Clara sujud dikaki Beni. "Pak, Clara berterimakasih karena bapak telah menganggap Clara anak bapak sendiri.
Clara pun saat ini menganggap bapak sebagai bapak kandung Clara. Keinginan Clara yang paling dalam, bapak sehat-sehat ya. Jaga kesehatan, Clara masih berharap hingga anak-anak Clara menikah dan cucu Clara lahir. Bapak masih sehat dan bisa melihat semua keturunan bapak", ucap Clara memeluk erat beni sambil menangis terisak-isak.
"Clara. Jangan sungkan sekali sama bapak. Dari dulu bapak sudah menyayangi dan menganggap Clara seperti anak kandung bapak sendiri.
Kamu hati-hati di sana ya. Serius lah bekerja. Dan jangan berpacaran hanya untuk kesenangan-kesenangan saja. Melainkan carilah pacar yang memang siap dan mapan untuk berumahtangga.
Carilah laki-laki yang perhatian, pengertian dan peduli kepada kamu. Semoga kamu bisa mengingat perkataan bapak ini. Dan semoga cita-cita mu kelak tercapai, kamu mendapatkan kehidupan yang layak dan bahagia", Beni balas memberikan nasihat.
Tidak berlama-lama lagi, karena semua pun sudah selesai memberikan nasihat. Clara langsung beranjak meninggalkan rumah dan segera naik angkutan yang menuju ke terminal. Clara berencana berangkat dengan naik bis.
***
Clara pun sampailah di Jakarta dengan sementara waktu tinggal di rumah Abang tirinya dari istri pertama Beni.
Walaupun mereka bukan saudara kandung Clara. Mereka selalu baik dan perhatian kepada keluarga Clara.
Bahkan Abang tiri Clara yang menyuruh Clara untuk datang dan merantau di Jakarta. Bahkan pekerjaan Clara sudah di sediakan, akan bekerja sebagai administrasi pembukuan di perusahaan tempat Abang tiri Clara bekerja.
__ADS_1
Clara senang semua telah dicarikan oleh Abang tirinya. Sesampainya Clara di Jakarta. Clara hanya tinggal mengantar lamaran nya saja dan langsung interview.
Clara masuk dengan mengetuk pintu.
tok..tok..tok .
"Ya silahkan masuk", sahut suara dari dalam ruangan. Clara pun segera membuka dan mendorong pintu ruang interview pelan-pelan.
"Selamat pagi Pak, Bu", sapa Clara dengan ramah dan penuh senyuman.
"Pagi, Apakah kamu yang namanya Clara Tobing?", tanya salah satu yang menginterview Clara.
"Iya benar Bu, saya Clara", balas Clara cepat dengan suara yang jelas.
"Oh Baiklah. Apakah kamu bisa menyusun laporan keuangan dari yang sederhana hingga bentuk laporan keuangan yang kompleks?", tanya penginterview memulai interviewnya.
"Clara menjawab dengan cepat. Siap yang bisa Bu. Dan kalau sedikit berbeda dengan yang saya pelajari selama ini, karena saya belum pernah bekerja.
Saya siap menerima arahan dan ilmu yang diberikan baik dari ibu sendiri dan teman-teman kerja lainnya", Clara menjawab dengan sangat bersemangat dan penuh keyakinan.
"Baik selanjutnya, kami ingin mengetahui pendapat Clara. Apakah keuntungan bagi kami untuk mempekerjakan Clara di perusahaan kami?", petugas yang menginterview ingin mengetahui semangat dan kesiapan Clara untuk bekerja.
Karena para kandidat bukan saja dituntut harus pintar, karena yang pintar pun banyak tetapi yang siap bekerja keras sangat minim.
"Saya orangnya jujur, bekerja keras dan pantang menyerah. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini karena ingin membantu ekonomi keluarga. Jadi saya akan bekerja dengan giat berusaha memberikan yang terbaik bila saya diterima bekerja di perusahaan ini", Clara menyakinkan petugas yang menginterview bahwa Clara pasti bisa bekerja dengan rajin dan giat.
__ADS_1
"Selamat kamu diterima dan mulai besok sudah boleh bekerja di perusahaan ini. Karyawan masuk tepat pukul 08.00 pagi.
Dan untuk informasi dan kelengkapan data nanti akan diinformasikan selanjutnya", Clara pun langsung berdiri dan menjabat tangan petugas penginterview satu persatu, "Terimakasih banyak pak. Saya akan memberikan yang terbaik semua kemampuan saya". Clara menyakinkan penginterview.