
Clara pun Berangkat kerja dengan sedikit malas dan tidak bersemangat.
"Hai Clara!", sapa Stefani kepadanya.
Clara pun hanya diam saja tanpa menyahut, hanya sedikit menyunggingkan bibirnya.
"Mengapa kamu sangat lemas dan tidak bersemangat?", Stefani bertanya karena bingung Clara tidak seperti biasanya. Biasanya Clara selalu bersemangat dan penuh keceriaan.
"Kamu putus ya, dengan Ilham", Stefani mencoba menebak apa yang terjadi terhadap Clara.
Clara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu terdiam lagi.
Stefani mencoba cuek atas sikap Clara yang dingin dan terus melanjutkan pekerjaan nya.
Tibalah waktunya untuk istirahat dan makan siang, Clara duduk dan kepalanya telungkup diatas mejanya dengan lemas. Stefani kasihan melihat kondisi sahabat nya yang sedari tadi tidak bersemangat.
Stefani mencoba membangunkan Clara "Clara, bangun waktunya makan siang, ayo makan yuk", Stefani menggoyang-goyangkan tubuh Clara dan terus membangunkan nya.
Akhirnya Clara pun terbangun "Oh, ada apa stef, maaf aku ketiduran dan sangat mengantuk tadi. Ini sudah jam istirahat ya!", Clara terkejut dan kebingungan.
"Iya ini sudah jam istirahat, kita makan yuk. Aku sudah sangat lapar sekali", ajak Stefani.
"Aku tidak lapar stef, bahkan aku sangat mengantuk. Kamu pergi lah makan sendiri. Aku mau melanjutkan tidur ku lumayan 1 jam lagi tidur. Karena semalaman aku tidak bisa tertidur, sehingga sekarang terasa mengantuk dan lelah", Clara memohon untuk kembali diizinkan tidur dan tidak menggangu nya.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ya", Stefani cemberut karena tidak ada yang menemani nya makan siang di warung terdekat.
Kalau ikut tidak makan, karena malas ke warung. Rasanya perut ini tidak bisa ditoleransi lagi, memang harus segera diisi, gumam Stefani sambil berlalu meninggalkan Clara yang sudah kembali melanjutkan tidur nya.
Hingga Stefani pulang dari makan siang nya dari warung, Clara masih saja tidur. Stefani pun tidak tega untuk membangunkan nya. Karena jam istirahat masih 30 menit lagi.
Melihat Clara tertidur, stefani pun jadi ingin ikut tertidur. Stefani pun duduk dan menelungkup kan kepalanya di atas meja. Sebelumnya Stefani memasang alarm menunjukkan pukul 13:00. Agar tepat pukul 13:00 alarmnya berbunyi dan Stefani bisa bangun.
"Gawat nanti kalau malah ketiduran terus, bisa-bisa di kasih SP nanti, karena alasan ketiduran di kantor", gumam Stefani dalam hati.
Kring ..... kring...kring..
__ADS_1
Alarm handphone Stefani berbunyi, Stefani pun langsung tersentak dari bangunnya. dan segera membangunkan Clara.
"Clara...bangun. Ini sudah jam 13:00. Waktu istirahat sudah habis", Stefani membangunkan Clara sambil menggoyang- goyangkan tubuh Clara. Clara pun tersentak dan langsung bangun.
Clara langsung pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya, agar rasa ngantuk nya hilang dan wajahnya bisa kembali fresh.
Dan memang benar setelah beristirahat sebentar dan membasuh wajahnya, Clara sudah kembali fresh dan tidak mengantuk lagi. Clara sudah bersemangat dalam melakukan aktifitas.
Waktu jam kerja berakhir, Clara da stefani bergegas untuk segera membereskan pekerjaan mereka dan barang-barang yang akan dibawa pulang.
Tiba-tiba handphone Clara bergetar, maklum handphone Clara sedari tadi sudah dalam genggaman nya. Ada pesan dar Wa nya.
"Ternyata dari Ilham", gumamnya dalam hati.
[Clara, aku sedang nunggguin. kamu di simpang jalan tempat kamu nungguin angkutan pulang. Aku mau jemput dan sekalian antar kamu pulang. Kamu segera datang ke simpang ya!]
[Tidak usah mas, mas pulang saja. Aku dan teman-teman ada acara mau barengan ke rumah Cintya, teman kantor aku], balas Clara.
Ilham sedikit kecewa tidak biasanya Clara menolaknya, "Tetapi yah, memang salahku. Karena aku tidak memberitahu keinginan ku kepada Clara sejak tadi pagi", Ilham mencoba menepis prasangka nya.
"Tetapi baiknya aku, akan membuat janji malam ini. Agar Clara tidak membuat janji kepada teman-teman nya", gumam Ilham bersemangat.
****
Setelah menunaikan sholat magrib, dengan bersemangat Ilham mencoba menelepon Clara. Karena memang satu harian ini aku tidak ada ketemu bahkan mendengar suara Clara. "Tidak mendengar suara Clara, satu hari ini saja aku sudah merasa rindu yang sangat dalam", pikir Ilham dalam benaknya.
Ilham pun segera mengambil handphone nya yang terletak di meja.
Tut....Tut....tut..
Clara tidak mengangkat handphonenya.
"Kemana ya Clara jam segini, apa Clara sedang sibuk?. Sudahlah satu jam lagi aku akan mencoba menelepon nya kembali", pikir Ilham dalam hati sedikit kecewa.
Setelah satu jam berlalu Ilham mencoba menelepon Clara kembali. Padahal menunggu setengah jam itu, terasa menunggu 1 hari perasaan Ilham, karena Ilham tidak sabar ingin mendengar suara lembut dari Clara.
__ADS_1
Tut....Tut...Tut...
Kembali telepon Ilham tidak diangkat Clara.
"Kemana iya Clara, masak sudah satu jam Clara tidak ada melihat handphonenya. Harusnya Clara sudah melihat panggilan tidak terjawab dari aku, mengapa Clara tidak menelepon balik?", Ilham merasa penasaran.
"Apa Clara ingin menghindari aku, dan ingin putus dari aku. Tetapi tidak ingin memberitahu aku?", Ilham penuh prasangka, dan perasaan nya memang tidak enak.
Ilham tidak menghubungi Clara lagi, bahkan hingga pukul 22:00 Clara belum juga membalas telepon balik Ilham. Padahal Clara ada online di Wa pada pukul 20.45.
Ilham semakin yakin kalau Clara ingin menghindarinya dan tidak ingin bicara kepada nya.
Ilham pun mencoba mengirim pesan singkat kepada Clara.
"Clara, mengapa kamu tidak mau mengangkat telepon ku, dan tidak mau telepon balik aku Clara?. Jangan menyiksa aku seperti ini, Aku sangat rindu dan sangat ingin bertemu dengan mu, bahkan mendengar suaramu saja aku pun merasa puas.
Clara tolong, katakan sejujurnya kalau kamu memang ingin kita putus. Walaupun itu sakit, tetapi aku ingin kamu mengatakan nya secara langsung, aku ingin mendengar nya dari bibir kamu sendiri", Ilham menitikkan air mata, ternyata jalinan asmara yang dijalin nya selama ini harus putus ditengah jalan. Ilham merasa frustasi.
Clara tetap tidak membalas wa Ilham, walaupun Clara sudah membacanya.
Begitu tahu Clara sudah membaca wa dari Ilham. Dan clara tidak juga mau membalasnya, Ilham mencoba menghubungi Clara dengan panggilan suara, bahkan panggilan video. Tetap tidak diangkat Clara.
Sebenarnya Clara juga merasakan hal yang sama, merasa sakit bila harus menghindar dan menjauhi Ilham. Sesungguhnya Clara ingin sekali terus dekat dengan Ilham. Karena Ilham adalah orang yang mampu membuatnya merasa nyaman dan merasa terlindungi.
Clara tahu kalau Ilham menelepon nya, tetapi Clara ingin sementara waktu menghindari Ilham. "Mungkin dengan cara begini, akhirnya bisa melupakan Ilham", pikir Clara dalam benaknya merasa sakit. Clara menitikkan air matanya
"Apakah aku bisa hidup tanpa mu mas, mudah-mudahan bisa. Karena ada jurang begitu dalam yang menjadi pemisah antara kita, aku tidak bisa mengecewakan orang tuaku.
Aku tahu ibu sangat sedih kalau aku berpindah keyakinan, walaupun sebenarnya ibu hanya mengatakan semua terserah kepada keputusan ku", Clara terus memikirkan akhir dari hubungan nya dengan Ilham, karena Clara pun sangat berat untuk pindah keyakinan.
Hati Ilham sangat sakit, Clara tidak membalas Wa nya, bahkan tidak mengangkat panggilan telepon nya.
Ilham tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya terus menatap handphone nya berharap selalu berharap handphone nya berdering. Tetapi telepon dari Clara tidak kunjung datang hingga larut malam. Ilham tidak bisa tertidur, mencoba tertidur, tetap tidak terlelap.
Ilham merasa frustasi, tidak tahu apa lagi yang harus di perbuat nya. "Mencoba pasrah dan ihklas mungkin inilah akhir dari cinta kami", pikir nya dalam hati.
__ADS_1
.