Menjadi Lionel Si Cassanova

Menjadi Lionel Si Cassanova
Bab. 15 • Mendatangi rumah Wycliff


__ADS_3

Reddick mendatangi rumah keluarga Wyclif setelah menonton berita tadi. Dia langsung di persilakan menuju ke ruang baca. Sepertinya perempuan ini sudah menduga Reddick akan datang.


 


"Apa maksud dari semua ini, Agatha? Perselingkuhan? Kau tahu sendiri kita menikah karena kamu menginginkannya." Reddick kacau. Dia datang tanpa pemikiran yang matang.


 


"Aku menginginkannya? Hmmm ..." Agatha tersenyum meremehkan. "Bukannya kamu suka sekali mengejar Bellina saat putraku masih hidup?" tanya Agatha seakan kalimatnya adalah benar. Reddick tidak tahu karena ia tidak ada di dalam tubuh ini saat kejadian itu. Dia hanya diam.


 


"Jadi kamu sudah merencanakan ini sejak lama?" tanya Reddick kemudian.


 


"Aku tidak pernah merencanakan apa-apa. Semua telah terjadi begitu saja. Seperti kamu yang tergila-gila pada menantuku. Hingga akhirnya kalian berselingkuh di belakang putraku." Agatha bicara dengan santai.


 


"Putra? Reddick adalah putramu? Jangan bercanda. Kau hanya menganggapnya putra kalau diperlukan. Dia tidak pernah di anggap olehmu."


 


"Jangan mengarang hal yang tidak kamu ketahui Lionel. Bocah playboy yang bodoh ...," desis Agatha. Reddick menatap perempuan paruh baya ini lurus-lurus. Ia tidak bisa menyangkal itu. Karena tidak mungkin dia mengatakan mengetahui segalanya karena dia adalah Reddick Wyclif. Itu mustahil.


 


"Aku tidak tahu, tapi kamu pasti tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi." Reddick kalah. Rupanya pria bernama Lionel ini begitu bodoh. Baik itu dengan jiwanya sendiri, atau dengan jiwa milik Reddick. Ia merasa menjadi bodoh saat itu berhubungan dengan perempuan itu. Bellina.


 


Brak! Pintu ruang baca terbuka dengan keras.


 


Bellina yang sengaja di tahan oleh Delvin untuk tidak datang ke rumah Wyclif, akhirnya muncul.


 


"Bellina?" Reddick terkejut. Dia mendekat hendak menahan perempuan itu untuk mendekat ke meja kerja Agatha.


 


"Apa-apaan ini mama? Selingkuh? Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak pernah sangat dekat dengan pria bernama Lionel ini." Bellina menunjuk dengan marah ke arah Reddick. "Sampai mama sendiri yang mengatakan ingin menikahkan aku dengan dia. Lalu apa berita yang heboh ini?"


 


Agatha mengerutkan kening.


 


"Aku tidak sangka kamu yang tidak banyak bicara berani bicara kasar padaku, Bellina. Rupanya tabiat Lionel yang urakan dan bebas menular padamu." Agatha bersedekap.


 


"Aku diam karena aku tidak pernah di buat seperti ini sebelumnya," ujar Bellina. Reddick menatap Bellina iba. Dia tidak tahu. Bahwa di belakang dirinya, Agatha dan Amber membuat dirinya seperti berselingkuh dengan Lionel. Mereka merekayasa semua hal.


 


"Lalu apa? Kalian akan memberitahukan pada semua orang bahwa aku salah? Tidak ... Tidak bisa." Agatha menggelengkan kepal dengan senyum. "Kalian pasti kalah. Karena pernikahan itu sudah terjadi. Itu bukti bahwa kalian berselingkuh."


 


"Menikah bukan alasan kita punya skandal perselingkuhan. Mama tahu itu tidak mungkin." Bellina tetap membela diri.


 


"Publik tidak suka itu. Meraka hanya suka bahwa kalian menikah karena selingkuh. Itu saja." Agatha mengatakannya dengan mimik wajah menjengkelkan.


 

__ADS_1


Reddick mengepalkan tangannya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang bagi penyuka berita adalah sebuah cerita. Entah itu nyata atau tidak. Dan tema perselingkuhan yang marak membuat mereka berasumsi bahwa perselingkuhanlah yang tepat dalam kasus ini. Apalagi ada penegasan oleh orang dari keluarga Wyclif sendiri.


 


"Aku tidak percaya kelembutan mama adalah palsu. Jadi apakah semuanya hanya karena mama ingin mendapatkan harta?" desis Bellina.


 


"Aku tidak perlu menjawabnya. Tidak perlu. Karena kamu bukan lagi bagian dari keluarga Wyclif Bellina. Berikan surat pengalihan harta padanya," ujar Agatha pada pria yang menjadi orang kepercayaannya. Pria itu mengangguk dan menyerahkan sebuah amplop pada Bellina. "Kamu bisa menandatangi surat itu dan pergi."


 


"Reddick tidak mungkin menginginkan aku keluar dari rumah ini." Bellina menolak.


 


"Jangan besar kepala! Kamu pikir Reddick mencintaimu? Hmmm ..." Agatha tersenyum mencemooh. Reddick menegang di tempatnya berdiri. Kata-kata Agatha membuatnya pucat.


 


Jangan katakan apa-apa, Agatha.


 


“Reddick juga ingin membuang mu karena berhubungan dengan Lionel. Dia tahu semua hal buruk yang kamu lakukan di belakangnya bersama dia,” tunjuk Agatha. Dia memfitnah.


 


Reddick ingin membungkam mulut Agatha dengan apapun yang ada di sini, tapi apa daya ... Semua akan memberatkannya karena sekarang ia adalah Lionel.


 


"Tutup telingamu, Bellina. Jangan mendengarkan apa yang perempuan tua ini katakan. Kamu tahu sekarang dia akan terus menggunakan mulutnya untuk membicarakan sampah." Reddick tidak bisa melakukan itu, tapi ia bisa berharap Bellina mau mengikuti arahannya.


 


Bellina tidak mengatakan apa-apa. Dia masih diam.


 


 


"Sebaiknya kita pergi," kata Reddick. Agatha melihat upaya itu dan tersenyum mengejek.


 


"Tidak. Biarkan aku di sini," bantah Bellina dengan dingin.


 


"Aku takut apa yang akan di katakan Agatha adalah hal menyakitkan, Bellina." Reddick akhirnya mengatakannya. Ia tahu apa yang akan di katakan oleh ibu tirinya.


 


"Darimana kamu tahu itu menyakitkan?Reddick adalah hal paling penting untukku. Aku ingin mendengarnya," tegas Bellina yang kini membuat Reddick bungkam. Ia senang juga cemas.


 


Tidak, Bellina. Kamu tidak harus mendengar itu.


 


"Kamu mulai berlagak menjadi suami sesungguhnya untuk Bellina, Lion. Aku terharu. Hahaha ... " Agatha tertawa mengejek.


 


"Katakan saja. Aku akan mendengarkannya." Bellina siap. Namun tidak bagai Reddick yang masuk ke dalam tubuh Lionel. Pria itu panik.


 


"Oke. Kamu tahu, dia hanya menikahimu karena suamiku menyuruhnya. Karena jika tidak, dia tidak akan menjadi pewaris keluarga Wyclif,” ungkap Agatha. Bellina tertegun mendengar itu. Reddick menatap Bellina yang terdiam dengan penyesalan yang dalam.

__ADS_1


 


Jangan dengarkan Bellina, harap Reddick cemas.


 


"Dia yang menyukai bekerja sedang memanfaatkan mu, Bellina," kata Agatha dengan memainkan alisnya. "Reddick memanfaatkan pernikahan kalian demi harta keluarganya."


 


Bellina menelan ludah. Reddick terus menatap Bellina yang berdiri tegak di sampingnya. Reddick ingin memeluk tubuh wanita yang di cintainya itu dan mengucap maaf.


 


"Jadi aku katakan sekali lagi. Jangan bertingkah. Kamu hanya pion untuk dia," imbuh Agatha.


 


"Reddick punya hak untuk itu. Dia punya hak untuk memanfaatkan ku," ujar Bellina di luar dugaan. Agatha ternganga tidak percaya.


 


Bellina. Reddick ingin langsung memeluk Bellina saat ini juga. Memeluk dan mengatakan maaf.


 


"Jadi kamu juga memanfaatkannya demi menjadi salah satu bagian dari keluarga Wyclif? Kau anggap dirimu spesial?"


 


"Tutup mulutmu Agatha!" hardik Reddick.


 


"Aku bukan mama. Aku Bellina. Aku tidak datang dengan hati yang hitam." Bellina masih bisa membalas. Reddick yang berniat mengajak Bellina pergi, gagal.


 


"Berlagak suci saja."


 


"Jadi hanya itu yang akan mama katakan? Reddick menikahi ku karena harta? Tidak menarik." Bellina duduk di atas sofa. Reddick yang tetap berdiri di sana tidak mengerti.


 


"Rupanya tanda tanganku berharga di sini. Hingga mama membuat drama perselingkuhan dan melibatkan Lionel. Aku akan tanda tangani surat pengalihan hak waris," ujar Bellina membuat Reddick terkejut.


 


"Kamu setuju? Oh, bagus. Berikan bolpoin padanya." Agatha gembira.


 


"Tunggu." Reddick langsung mendekat. "Kamu tidak harus melakukan ini."


 


"Tidak apa-apa."


 


"Kamu akan membuat Reddick sedih," tambah Reddick terus berusaha mencegah Bellina melakukannya.


 


"Percuma kamu membujuknya, Lionel. Kamu tahu, keluarga besar Wyclif akan turun tangan mengajukan pengalihan hak waris milik Bellina. Semua tidak setuju jika ada nama Bellina dalam daftar hak waris milik Reddick." Agatha memberikan peringatan.


..._________...


__ADS_1


 


__ADS_2