
Bellina tidak menduga pria itu akan mengatakan perasaannya di depan ibu. Bahkan mengulanginya lagi dengan keseriusan yang lebih besar. Namun Bellina tidak menjawab apapun soal ungkapan hati Reddick. Dia mengabaikannya.
Setelah diskusi panjang akhirnya ibu tetap di rumah ibu sendiri. Padahal Reddick sudah menyiapkan tempat tinggal di samping apartemen miliknya. Namun ibu tidak mau. Akhirnya Reddick meminta di ijinkan untuk merenovasi rumah milik ibu.
Tentang ini juga awalnya di tentang oleh ibu. Ibu dan anak itu sama-sama menolak bantuan Reddick. Namun setelah paksaan yang panjang dan ketakutan Reddick akan serangan dari Agatha pada ibu dan keluarga yang lain, ibu rela rumahnya di renovasi. Nantinya Reddick akan meletakkan orang-orangnya di rumah ibu setelah jadi.
Selama pembangunan, ibu tinggal bersama Bellina dan Reddick di apartemen.
Hari ini menjemput ibu pulang dari rumah sakit. Mereka akan membawa ke apartemen dulu.
"Jadi aku akan tinggal dengan kalian dulu?" tanya ibu.
"Iya Ibu," sahut Reddick sembari membantu ibu berdiri dari kursi roda. Kemudian menuntun ibu masuk ke dalam mobil.
"Bellina kemana ini?" tanya ibu yang tidak minat putrinya. Padahal tadi masih bersama-sama.
"Bellina sedang mengurusi administrasi. Sudah enak ibu, duduknya?" tanya Reddick setelah ibu duduk.
"Ya. Terima kasih. Bellina itu pakai uang siapa? Bukannya dia keluar dari keluarga suaminya dulu tanpa membawa apapun?" Rupanya ibu berpikir jauh tentang banyak hal.
"E ..." Reddick ragu mengatakannya. Karena Bellina membawa kartu kredit miliknya.
"Apa itu punya mu, Nak?" tanya ibu langsung mengerti.
"Iya, tapi tidak apa-apa ibu. Sebagai suami, harta saya juga harta Bellina."
"Tapi kalian ini kan pura-pura menikah. Gimanapun kamulah yang rugi besar, Nak Lion ..."
"Tidak apa-apa, Ibu. Demi cinta saya pada putri Ibu, saya rela berbagi apapun," ujar Reddick yakin.
"Kamu terlalu baik. Seandainya saja kalian benar-benar menikah karena cinta, ibu pasti akan senang. Saat ibu sudah pada ajalnya pun ibu akan tenang karena Bellina di jaga oleh pria baik, tanggung jawab, dan tampan seperti mu," kata Ibu dengan penuh haru.
"Doakan saja Ibu, hati Bellina terbuka untuk saya."
Bibir ibu Bellina tersenyum mendengar itu.
Di meja administrasi, Bellina sedang berbincang sebentar dengan petugas administrasi. Sebenarnya Delvin bisa menyelesaikannya, tapi Bellina tidak nyaman saat mengganggu pria itu bekerja. Delvin sudah mengerjakan banyak hal karena Lionel sudah mencurahkan perhatiannya pada ibu dan dirinya. Dia tidak tahu Delvin terbiasa melakukan banyak hal untuk Lionel.
__ADS_1
"Atas nama Harold," ujar seseorang di samping Bellina. Bola mata Bellina melirik sebentar. Pria itu mengangguk ramah. Bellina membalas dengan sikap yang sama.
Awalnya tidak ada yang salah dengan orang yang membayar administrasi itu. Namun saat orang itu melangkah dengan seorang pria, Bellina terkejut.
"Reddick! Reddick!" teriak Bellina mengikuti pria yang ia lihat punya wajah sama persis dengan suaminya yang sudah meninggal. ia berlari di lorong. Bahkan meskipun ia menabrak tubuh orang lain, Bellina tetap mengejar pria yang ia yakini berwajah sama dengan Reddick.
"Reddick!"
"Bellina." Sebuah tangan menarik lengannya dan menangkap tubuh itu ke dalam pelukan.
"Reddick!" teriak Bellina masih memanggil nama pria itu.
"Bellina, aku disini!" teriak Reddick seraya mengguncangkan tubuh wanita ini. "Tenanglah. Aku disini Bellina."
Bellina mengerjapkan mata. Berkat suara keras dari Reddick, wanita ini tersadar. Dia menatap pria di depannya.
"Li-on," kata Bellina terbata. Dia mengkedip-kedipkan manik matanya lagi. Raut wajahnya terlihat kebingungan. Lalu ia melihat ke sekitar. Dia masih ada di lorong rumah sakit. "Lion, aku melihat Reddick. Aku melihat Reddick tadi."
"Reddick suami mu?" tanya Reddick hati-hati.
"Reddick sudah meninggal, Bellina. Pria itu sudah meninggal," kata Reddick dengan raut wajah sedih.
"Tidak Lion. Pria itu ada di sana. Suamiku ada di sana," ujar Bellina seraya menunjuk ke arah pria yang menghilang tadi.
"Kamu tahu sendiri dia meninggal Bellina. Kenapa kamu bersikeras menyangkalnya?"
"Karena aku memang melihatnya, Reddick. Aku melihat suamiku berjalan di lorong rumah sakit ini!" teriak Bellina. Dia menangis. Orang-orang yang lewat menatap mereka dengan pandangan aneh. Reddick merengkuh tubuh istrinya. Bellina menumpahkan semua air matanya pada dada bidang pria ini.
...****************...
Karena Bellina tidak kunjung kembali ke mobil, Reddick cemas. Ia berpamitan pada ibu yang di jaga oleh perawatnya dan juga Delvin yang baru saja muncul.
__ADS_1
"Aku akan menjemput Bellina. Titip ibu, Delvin," kata Reddick pada pria itu.
"Siap, Li ... Aku harus memanggilmu apa?" tanya Delvin kebingungan. Karena ia ingin mempercayai kalau di depannya adalah Reddick.
"Terserah."
"Aghh, bikin kesal saja. Membuat orang bingung," ujar Delvin gusar.
"Maafkan aku."
"Kenapa meminta maaf? Cepatlah masuk ke dalam. Bellina mungkin kesulitan." Delvin menepuk bahu Reddick.
"Baiklah. Aku masuk."
Reddick masuk ke bagian administrasi. Tidak begitu jauh, tapi ia tidak menemukan wanita itu di sana.
"Apa istriku ada di sini barusan?" tanya Reddick yang membuat petugas bagian administrasi tersenyum ramah. Mereka ramah karena wajah dan tubuh Lion yang dipakai Reddick menggoda mereka. Membuat wajah mereka tersipu saat di ajak bicara.
"Benar Tuan. Istri Anda baru saja menyelesaikan pembayaran."
"Namun tiba-tiba beliau setengah berlari menuju ke arah lorong itu," tunjuk petugas itu menuju lorong yang makin jauh ke dalam.
“Terima kasih,” ujar Reddick segera melesat menuju ke lorong dalam. Ada apa Bellina berlari masuk ke dalam rumah sakit? Jantung Reddick berdebar. Dia takut ada hal buruk. Setelah agak berlari juga, akhirnya menemukan Bellina. Wanita itu memanggil-manggil seseorang dengan wajah kalut.
“Reddick! Reddick!” teriak Bellina.
Reddick? Apa yang Bellina lakukan? Kenapa dia memanggil namaku dengan wajah sedih seperti itu?
"Bellina, aku disini!" teriak Reddick seraya mengguncangkan tubuh wanita ini. "Tenanglah. Aku disini Bellina." Reddick berhasil menangkap tubuh wanita itu untuk berhenti mengejar seseorang.
Reddick? Dia melihat Reddick? Bukankah itu tidak mungkin? Karena aku tahu Reddick tidak ada dua. Akulah Reddick Wycliff. Jiwaku berada di dalam tubuh pria ini. Jadi tidak mungkin pria itu adalah Reddick. Sebenarnya apa yang di lihat Bellina. Benarkah itu pria berwajah Reddick?
Sementara itu di luar rumah sakit, Delvin berdiri di luar mobil. Dia bersandar pada badan mobil dan melihat ke sekitar. Saat itu ia melihat seseorang yang keluar dari pintu utama rumah sakit.
“Re-Reddick?” sebut Delvin terkejut. Dia sampai tertegun beberapa detik karena melihat wajah yang tidak asing itu. "Itu Reddick?" tanya Delvin lagi tidak yakin dengan apa yang di lihatnya.
...______...
__ADS_1