Menjadi Lionel Si Cassanova

Menjadi Lionel Si Cassanova
Bab. 9 • Wajah musuh


__ADS_3

Ini pertama kalinya Reddick mendatangi perusahaan Wyclif setelah kematiannya. Walaupun ada rasa was-was dan tidak tenang, Reddick mencoba acuh. Ia harus datang ke tempat ini untuk melihat sendiri bagaimana perusahaan ini sekarang.


"Oh Lionel?" Manajer keuangan perusahaan Wyclif_ Robert muncul dan mendekatinya. Dia adalah adik lelaki ayahnya. "Kamu datang ke sini tanpa kabar lebih dahulu." Bola mata Reddick mengerjap. Tidak menyangka Robert begitu peduli pada kemunculan playboy ini. Pria itu segera menggiring Reddick ke ruangannya.


"Semua tampak baik Robert?" tanya Reddick tanpa tahu apapun. Dia sekedar bertanya. Mungkin layaknya Reddick semasa hidupnya.


"Tentu saja. Bahkan sekarang Amber sudah ada di atas. Aku bisa tenang," ujar Robert seperti sudah merasakan kemenangan.


"Kamu setuju jika Amber menjadi CEO sekarang?" selidik Reddick heran. Orang ini adalah orang kepercayaannya. Bagaimana mungkin dia tenang ketika anak tiri ayahnya itu ada di atas kursi tertinggi perusahaan keluarga?


"Kenapa bertanya hal yang sudah pasti. Aku senang Lion." Robert memukul lengan Reddick dengan senyum bahagia.


Siapa mereka semua ini? Orang yang aku anggap menjadi pendukung penuh keluargaku, kini bersikap menjadi musuh saat aku sudah meninggal. Mereka menipuku dan ayah selama ini.


Terdengar suara langkah seseorang dari lorong mendekat ke pintu ruangan Robert. Meskipun wajah Reddick tetap melihat ke depan, tapi ia memasang telinga untuk tahu siapa itu. Pintu terbuka dengan cepat.


"Halo Lion. Aku dengar kedatangan mu dari pengawal pribadiku. Paman, apa paman tidak bisa memberitahuku kalau Lionel datang?" protes gadis ini. Terbayar itu Amber. Dia merengek manja.


"Kamu ini. Paman juga harus bicara dengan baik dengan Lionel. Dia adalah pria pembawa keberuntungan kita." Robert mengatakan sesuatu yang tidak di pahami Reddick. Amber tersenyum pada Reddick. Senyuman yang tidak ia pahami. Amber berusaha tampil manis di depannya. Seketika Reddick merasa jijik pada adik tirinya.


"Selamat Amber. Kamu akhirnya menjadi CEO perusahaan Wyclif," ujar Reddick tanggap.


"Terima kasih, Lion. Semuanya berkat kamu." Amber tersenyum senang.


"Jadi ... pengganti Reddick bukan Bellina?" tanya Reddick sengaja. Semua menoleh dengan cepat.


"Kamu sudah tahu kalau Bellina tidak akan pernah jadi orang penting di perusahaan ini, Lion," desis Amber.


"Kami tidak akan lupa soal perjanjian itu Lion. Kamu akan mendapat beberapa persen saham dari perusahaan ini kalau bisa membuat Amber menjadi CEO," kata Robert membuat Reddick terkejut bukan main. Lion ikut dalam pemilihan CEO?


"Jadi aku di jadikan umpan untuk membuat Reddick itu bunuh diri?" tanya Reddick membuat kedua orang itu menatapnya tajam.


"Tutup mulutmu Lion. Jangan katakan hal semacam itu di sini atau di manapun kamu berada. Kamu tahu aturannya." Amber mendesis lagi dengan marah. Robert hanya diam sambil menatap Reddick tajam.

__ADS_1


 


...***...


 


Reddick keluar ruangan di antar Amber.


"Lebih baik kita makan siang dulu. Kamu pasti belum makan siang bukan?" tawar Amber. Reddick tidak menanggapi, toh Amber pasti memaksanya.


Di lorong, Reddick menemukan Bellina di ujung. Seperti biasa, wanita itu tampak sederhana dengan kecantikannya.


Mungkin karena di perhatikan terus menerus, Bellina yang awalnya sibuk dengan ponsel di tangannya, kini mendongak. Kemudian membungkuk sebentar menyapa Reddick dan Amber. Masih dengan sikap dingin dan sopan seperti biasanya.


"Kamu sudah makan siang, Bellina?" tawar Reddick mengejutkan. Bella menatapnya tajam. Amber langsung menunjukkan wajah tidak senangnya. "Bukan. Aku bukan sedang menggoda mu. Aku akan makan siang dengan Amber, jadi aku rasa bertiga bisa lebih ramai." Reddick langsung mematahkan pandangan tajam itu.


Bellina pasti memasang alarm untuk setiap kemunculan playboy ini. Dia melirik ke arah Amber.


"Tidak perlu. Terima kasih. Aku bisa makan siang dengan yang lain. Permisi." Bellina berjalan menjauh.


"Dia akan di usir dari keluargamu?" tanya Reddick cepat. Amber langsung tersenyum.


"Ayo, kita segera makan siang. Aku sangat lapar." Amber tidak menjawab.


Kepala Reddick penuh dengan bibir Amber yang mendesis tadi. Soal mengeluarkan Bellina dari keluarga Wyclif. Dia tidak bisa tenang. Setelah keterkejutannya karena ternyata mereka semua ingin menjatuhkannya sejak lama, kini dia juga terkejut karena ternyata Bellina juga dalam posisi yang berbahaya.


 


...***...


 


"Aku di manfaatkan oleh Agatha dan Amber untuk menjatuhkan Reddick," ungkap Reddick pada Delvin malam ini di klub.

__ADS_1


"Kurang ajar sekali mereka. Aku sudah merasa ada yang tidak benar dengan itu, Lionel. Makanya aku tidak suka mereka berada di sekitarmu." Delvin sedikit lega temannya ini mau bercerita. Karena Lionel pernah sangat marah saat Delvin menentang kedatangan Agatha dan Amber.


Kamu aneh. Makin terbuka dan aneh, batin Delvin. Namun kejanggalan ini makin kentara.


"Lalu apa yang akan kau lakukan pada mereka?" tanya Delvin.


"Belum ada."


"Kamu akan membiarkan mereka menertawakanmu di belakang?" selidik Delvin.


"Tentu saja tidak. Aku takut tindakanku membuat Bellina dalam bahaya." Suara Reddick terdengar sangat cemas.


"Kenapa?"


"Mereka juga ingin menyingkirkan Bellina. Amber mengatakan itu tanpa sadar dengan wajah liciknya. Pasti ada rencana lain lagi yang akan mereka jalankan,” kata Reddick yang menunjukkan wajah khawatirnya.


"Ternyata semuanya demi Bellina ya ... Kamu sangat mencintainya, Lion?" tanya Delvin. Reddick mengawasi gelas berisi minuman beralkohol di tangannya. Sepertinya dia mulai terbiasa. Bukan dia, tapi tubuh ini.


Cinta? Reddick tentu sangat mencintai wanita itu hingga ia merasa di khianati sangat menyakiti hatinya. Dia yang punya keterbatasan bicara dengan perempuan kala itu, tidak mampu mengutarakan rasa sakit itu hingga berujung bunuh diri. Ya. Dia sangat mencintai Bellina.


"Hai Lion ...," sapa para wanita itu membuat Reddick menipiskan bibir.


"Tolong halau mereka Delvin. Aku tidak ingin di dekati mereka. Apalagi sekarang," pinta Reddick kesal. Mereka terkejut mendengar perintah itu.


Alis Delvin naik. Ini bukan hanya mengherankan. Ini aneh dan tidak masuk akal. Seorang Lionel menolak di dekati perempuan? Dia?


Meskipun begitu, Delvin tetap mencoba mengusir para wanita untuk menjauhi Lionel. Tentu ini mengundang banyak tanya semua wanita yang tahu dengan benar bagaimana sosok Lionel.


Tentu saja sangat berbeda. Karena itu jiwa Reddick yang tidak pernah bermain dengan wanita kecuali pekerjaan.


Delvin melirik ke arah pria itu. Reddick meneguk minumannya dengan kerutan di dahinya. Pria itu berubah. Dia lebih terlihat berkelas di bandingkan kemarin-kemarin.


Bellina, mungkin ada penyesalan di dalam diriku karena pergi meninggalkanmu tanpa tahu bagaimana sebenarnya dirimu. Namun, aku juga bersyukur bisa kembali dan menguak semuanya.

__ADS_1


Aku akan melindungi mu Bellina. Jika itu kembali membuat nyawaku melayang sekali lagi karenanya, aku rela. Mungkin aku hidup kembali memang untuk menjadi pelindungmu.


..._______...


__ADS_2