Menjadi Lionel Si Cassanova

Menjadi Lionel Si Cassanova
Bab. 43 • Tidak ingin patuh


__ADS_3

"Setelah menyaksikan aku bunuh diri di depanmu, apa kamu masih percaya kalau aku ini nyata, Bellina?" tanya Lionel serius.


"Apa yang kamu tanyakan, Reddick?" tanya Bellina heran. Ia yang tadi bahagia kini mengerutkan kening mendapatkan pertanyaan aneh.


"Seperti yang kamu dengar. Aku bertanya padamu dengan sungguh-sungguh, jadi jawab aku dengan sungguh-sungguh juga. Setelah kamu melihat dengan mata dan kepalamu sendiri ketika tubuhku jatuh ke bawah gedung waktu itu, apa kamu percaya bahwa aku adalah nyata?" tanya Lionel. "Kamu juga sudah menghadiri pemakamanku. Jadi kamu pasti melihat bahwa tubuhku di kubur di dalam tanah, apa ini hal yang wajar jika ternyata aku masih hidup?"


Bellina syok. Dia terdiam. Bola matanya menatap Lionel dengan keheranan. "kenapa kamu menanyakan hal itu?"


"Karena sangat mustahil orang yang sudah meninggal akan hidup lagi dengan keadaan baik-baik saja seperti ini. lalu dengan keyakinan yang tinggi kamu percaya aku adalah Reddick suami kamu," ujar Lionel.


Bellina tertegun. Lalu perlahan kepalanya tertunduk. Apa yang dikatakan pria ini benar. Kedua matanya menyaksikan sendiri semua itu.


"Bagaimana pun juga semua ini mustahil. Dimana orang mati memang tidak akan hidup lagi," kata Bellina masih menundukkan kepala.


"Lalu kenapa kamu percaya bahwa aku masih hidup?" tanya Lionel membuat Bellina mengerjapkan mata. Lionel yakin perempuan ini menahan air mata yang ingin jatuh berderai.

__ADS_1


Kali ini Bellina mendongak dan menatap Lionel. "Apa kamu hanya sebuah mimpi? Apa kamu bukan tubuh Reddick seperti yang aku lihat?" Mendapat pertanyaan ini Lionel diam. "Aku bisa memelukmu. Aku bisa melihat kamu bisa bernapas, bukankah itu artinya kamu hidup?" Mata itu penuh dengan luka. Lalu ia memalingkan wajah.


Lionel menghela napas.


"Mungkin kamu memang bisa memelukku, tapi apakah kamu tidak pernah berpikir bahwa mungkin saja aku bukan Reddick?" Lionel sudah melompat jauh dari yang harus di lakukan. Reddick melarangnya bicara macam-macam, tapi dia tidak bisa begitu saja mematuhi perintah pria itu. Karena dia ikut terenyuh melihat perempuan ini. Dia merasa wajib melakukan sesuatu untuk mereka. Setidaknya dia tidak lagi menjadi pria seperti Lionel lagi di kehidupan yang baru ini. "Aku bukan Reddick, Bellina."


Deg! Mendengar kalimat itu, Bellina tertegun. Beberapa saat dia membeku. Lionel sadar bahwa kenyataan ini tidak mudah untuk di mengerti. Dia membiarkan wanita ini diam dengan pikiran kacau balau.


"Begitu bencinya kamu padaku hingga memaksa aku untuk tidak mengakui kalau kamu itu Reddick?" tanya Bellina di luar dugaan. Lionel tidak menyangka. "Kamu menginginkan aku tidak mengenalmu lagi?" Perempuan ini melebarkan mata dengan emosional.


Reddick harus melihat ini. Dia harus tahu perempuan ini begitu terluka karena kematiannya. Lionel melihat ke arah pintu lagi.


Reddick tolong aku!


"Karena aku memang bukan Reddick, Bellina. Aku ini Lionel," ungkap Lionel tidak putus asa.

__ADS_1


"Jadi sekarang kamu bahkan ingin menjadi pria lain yang memuakkan itu hanya ingin membuatku menjauh darimu?!" teriak Bellina membuat Reddick dan Delvin yang berada di balik pintu terkejut. Mereka masuk begitu saja untuk melihat apa yang terjadi di dalam.


"Hei, aku bukan pria memuakkan Bellina. Aku hanya pria yang senang bermain dengan banyak wanita," sanggah Lionel tidak setuju dengan kata-kata Bellina. "Aku memang bukan Reddick yang setia pada satu wanita, bahkan wanita yang begitu sulit seperti mu."


"Bellina!" pekik Reddick yang melihat tangan perempuan ini mencengkeram kemeja Lionel dengan kencang. Delvin pun ikut mendekat pada ranjang. Reddick langsung meraih tubuh Bellina untuk menjauhkan dari Lionel. Sementara itu Delvin menahan tubuh Lionel. "Kamu tidak apa-apa Bellina?" tanya Reddick khawatir.


Lionel menggelengkan kepala seraya menipiskan bibir. Dia heran Reddick begitu mencemaskan perempuan itu padahal perempuan itu tidak apa-apa. Bellina sendiri masih tertegun. Gaya bicara pria dengan tubuh Reddick itu tampak sangat berbeda. Dia mengerjapkan mata tidak percaya.


"Bellina?" Reddick makin cemas karena perempuan ini seperti tengah terguncang. Bahkan tidak sanggup menjawabnya. "Lionel, apa yang kau lakukan padanya?" desis Reddick menoleh pada Lionel dengan marah. Delvin juga menatap Lionel marah.


"Kamu tidak lihat apa yang dilakukannya tadi? Dia yang mencengkeram kemejaku, Reddick. Aku lah yang perlu di tanyakan apa aku baik-baik saja ...," ujar Lionel dengan setengah bercanda. Delvin kini melirik ke arah Bellina lagi.


Benar. Yang kita lihat adalah Bellina yang menyerang Lionel, bukan malah sebaliknya.


Bellina yang mendengar percakapan barusan makin pusing.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan? Apa yang kalian katakan?" tanya Bellina tidak mengerti dan ingin marah. Ketiga pria itu melihat ke arah Bellina yang sejak tadi diam, kini mengeluarkan suara. "Kenapa kamu memanggilnya dengan nama Reddick? Kenapa kamu juga sebaliknya? Ada apa dengan kalian berdua? Ada apa sebenarnya?"


..._______...


__ADS_2