
Tubuh itu memutar dan menatap Reddick.
"Selamat pagi," sahut pria itu membalas sapaannya. Dari dekat, sungguh tidak bisa di percaya bahwa itu memang tubuhnya sendiri. Matanya melebar takjub sejenak mendapati tubuhnya berdiri dan hidup di depannya. Padahal dia sudah membuat tubuh itu melakukan bunuh diri.
"Orang-orang di dalam mendapati Anda sering kali mondar-mandir di depan rumah ini. Sebenarnya ada perlu apa? Apakah Anda ingin bertemu dengan salah satu orang yang ada di dalam?" tanya Reddick dengan sikap lembut dan sopan. Dia ingin mencari tahu. Karena dia takut pria ini akan kabur ketika ia mengajaknya bicara.
"Aku tidak tahu," jawab pria itu ambigu. Wajah Reddick terlihat datar.
"Tidak tahu? Lalu kenapa Anda mondar-mandir di sini?"
"Maaf jika itu mengganggu."
"Tidak, tidak. Anda tidak mengganggu. Sekuriti hanya ingin tahu apa Anda tamu keluarga ini." Mendengar Reddick bicara, pria itu diam.
__ADS_1
"Sepertinya Anda orang baik. Saya hanya merasa mengenal rumah ini. Namun saya tidak tahu darimana saya mengenal rumah ini," kata pria itu sedikit membingungkan.
"Anda ... " Reddick menarik kesimpulan. Ternyata jiwa di dalam tubuhku tidak mengenal wajah ini. Apa dia bukan Lionel? Apa ada jiwa lain yang masuk ke dalamnya? Atau ... dia hilang ingatan?
Banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan, tapi Reddick membeku lagi sejenak karena menyimpulkan banyak kesimpulan.
"Apa kamu berharap aku hilang ingatan, Reddick?" tanya pria itu membuat Reddick terkejut setengah mati. Bulu kuduknya berdiri. Ia merinding.
"Entahlah aku siapa. Namun aku masih ingat jika aku memang pernah punya nama itu. Lionel," sahut pria itu mengejutkan. Reddick menoleh ke sekitar. Mencari tahu apa ada pekerja di rumah ini mendengar mereka.
Sepertinya suara mereka lumayan pelan untuk masuk dalam indra pendengaran orang-orang di rumah ini. Lagipula ketakutan itu sebenarnya tidak perlu di tunjukkan. Karena bagi mereka, tubuh Lionel lah majikan mereka bukan tubuh Reddick
"Kalau kamu tahu aku adalah Lionel, berarti jiwa kamu adalah Reddick."
__ADS_1
Reddick berusaha menenangkan diri. Jika saat ia menjadi Lionel, dirinya cukup berani karena tidak perlu ada yang di khawatirkan. Namun sekarang, ketika ada Bellina di rumah, kemunculan tubuh Reddick akan menggemparkan mereka semua.
Perempuan itu akan membuangnya dan meminta kembali pada Reddick yang tak lain adalah Lionel.
"Berbeda denganku. Sepertinya kamu punya tujuan hidup yang pasti meskipun memakai tubuhku. Apa menjadi aku begitu menyenangkan Reddick?" tanya Lionel dengan mata mengejek.
"Jika yang kau maksud adalah aku bisa bermain-main dengan banyak wanita karena ini adalah tubuh sempurna mu maaf, aku bukan pria seperti itu," sanggah Reddick. Dia yang awalnya masih diselimuti rasa terkejut yang luar biasa karena akhirnya bertemu sesama orang yang tertukar jiwanya, kini menjadi dingin tatkala pria itu justru menyamakan dia dengan pria yang menyukai banyak wanita ini.
"Jadi kamu tidak bersenang-senang dengan tubuhku? Argh ... padahal kamu bisa melakukan apa saja dengan banyak wanita ketika menjadi aku Lionel." Lionel tampak kecewa. Namun sejurus kemudian dia tersenyum. Sepertinya mengerti akan sifat Reddick yang tidak terlalu peduli pada banyak wanita. "Kamu memang pria yang sederhana dan tidak tertarik dengan banyak wanita, Red. Seperti yang Agatha bilang."
"Agatha?" Bola mata Reddick melebar. Nama wanita itu muncul lagi. Dialah api yang membakar dirinya untuk menjalani kehidupan penuh luka itu.
...____...
__ADS_1