
Pagi menjelang siang.
Sekarang mobil Reddick tengah melaju pelan dan teratur di atas aspal halus jalanan. Di sampingnya, Bellina duduk dengan wajah menghadap ke jalanan. Dari jendela di sampingnya, perempuan ini tengah memandangi orang dan kendaraan yang lalu lalang.
Mereka berdua akan mengunjungi orangtua Bellina. Semua ini murni ide Bellina. Reddick tidak membuat rencana ini meskipun dia benar-benar ingin mengetahui kehidupan Bellina seutuhnya.
Dia pun sebenarnya jarang mengunjungi rumah mertuanya saat masih menjadi Reddick dulu. Dia yang dingin, kurang dekat dengan keluarga Bellina. Hanya orang suruhan papa yang rutin mengunjungi dengan membawa berbagai macam oleh-oleh.
Reddick sudah memasang Google map alamat mertuanya sesuai yang di berikan oleh Bellina. Hingga tidak kesulitan menemukan kampung halaman wanita ini.
"Kita sudah sampai." Reddick berkata seraya mengentikan mobilnya.
Bellina bangkit dari sandarannya. Ia memandang ke sekitar. Ternyata ia memang sudah sampai di rumahnya. Padahal Bellina yakin ia tidak tidur, tapi mengapa dia tidak sadar bahwa mobil pria ini sampai di rumahnya?
Reddick keluar lebih dulu dari mobil dan berjalan ke bagasi. Bellina yang turun selanjutnya, heran.
"Ada apa, Lion?" tanya Bellina seraya ikut melongok ke bagasi. Ia takut ada sesuatu dengan mobil milik pria ini.
"Aku membawa oleh-oleh untuk orangtuamu," kata Reddick mengeluarkan semua barang dari dalam bagasi.
__ADS_1
"Oleh-oleh?" tanya Bellina heran. Ia melihat banyak oleh-oleh yang di keluarkan. Kapan pria ini menyiapkan semuanya? Bellina terheran-heran.
"Meski pura-pura, aku menantu keluarga ini. Aku tidak boleh datang dengan tangan kosong. Harus ada bawaan yang bisa di berikan," kata Reddick seraya menunjukkan semua bawaannya dengan wajah gembira. Namun Bellina terdiam. "Apa kamu tidak setuju?" tanya Reddick menyadari ia melakukannya tanpa persetujuan wanita ini.
"Jika telanjur, tidak apa-apa," kata Bellina menatap semua yang di bawa Reddick heran.
Dugaan Reddick benar. Bellina tidak setuju. Reddick tidak mengerti kenapa wanita ini tidak setuju saat ada orang membawa oleh-oleh untuk orangtuanya?
"Terima kasih," ujar Bellina pelan. Bibir Reddick tersenyum mendengarnya. "Aku bawakan."
"Jangan begitu. Aku tidak nyaman jika kamu membawanya sendiri. Karena itu untuk orangtuaku," kata Bellina.
"Sudahlah Bellina. Kamu jalan saja di depan. Tidak apa-apa. Aku laki-laki. Tidak pantas jika membawa ini saja harus merepotkan kamu." Reddick tentu menolak bantuan Bellina. Ia harus tampak sempurna di depan wanita ini. Yah ... kemungkinan itu sulit karena cap Lionel sebagai pecinta wanita sudah melekat padanya. Namun ia harus berusaha.
"Terima kasih." Akhirnya Bellina berjalan tanpa membawa apa-apa. Namun ia tetap berjalan sejajar. Ia tidak ingin mendahului. Reddick senang.
Langkah mereka masuki pekarangan dengan ayam yang berkeliaran kesana kemari. Mungkin karena tidak terbiasa dengan tempat yang seperti ini, Reddick sedikit terganggu saat ayam-ayam itu berlarian di sekitarnya. Berbeda dengan Bellina yang sudah terbiasa karena ini tempatnya lahir.
__ADS_1
Belum sampai mereka pada teras rumah, keluar seorang ibu dari pintu masuk di depan mereka. Melihat kemunculan Bellina, perempuan paruh baya itu terdiam. Tertegun.
"Ibu ...," lirih Bellina.
Reddick pernah mengunjunginya sekali saja. Setelah itu hanya orang yang menjadi utusannya yang mengunjungi mereka. Reddick tidak tahu siapa wanita itu. Karena yang ia tahu, ibu Bellina bukan wanita ini. Namun mengapa Bellina menyebutnya ibu?
"Aku datang," kata Bellina. Mata ibu tua dengan kulit keriput itu berkaca-kaca. Bahkan Reddick tidak bisa mengatakan apa-apa melihat suasana haru ini. Bellina berjalan menuju ke arah ibu. Perempuan paruh baya itu memeluk Bellina.
Reddick tidak tahu bahwa bertemu dengan orangtua sungguh mengharukan seperti ini. Karena di dalam keluarga Wyclif, rasa haru antar keluarga tidak lagi muncul. Kesibukan masing-masing menghilangkan rasa yang spesial itu.
Ibu Bellina mengelus kepala putrinya. Mengusap air mata Bellina, kemudian mengusap air matanya sendiri.
"Dia ... suami baru mu?" tanya ibu Bellina yang melihat ke arah Reddick yang masih berdiri di tempat yang sama seperti terakhir Bellina menghambur ke pelukan orangtuanya.
"I-ibu tahu?" tanya Bellina terkejut. Ibu tersenyum tipis. Tidak ada jawaban. Namun melihat wajah pedih itu, Bellina mengerti bahwa ibu mengetahui tentang dirinya.
"Kemarilah," ajak ibu dengan mata merah karena menangis. Sepertinya mereka sudah mendengar soal pengusiran Bellina oleh keluarga Wyclif.
...________...
__ADS_1