Menjadi Lionel Si Cassanova

Menjadi Lionel Si Cassanova
Bab. 25 • Aku Reddick Wycliff!


__ADS_3

"Reddick Wycliff? Bercanda mu oke juga Lion.” Delvin tersenyum remeh mendengar pengakuan pria yang sudah lama menjadi temannya. “Sejak kapan kamu ingin menjadi pria cupu, tapi cerdas dalam pekerjaan itu?" tanya Delvin dengan mata melihat dengan malas.


 


Aku cupu? Jadi aku terlihat seperti itu di mata mereka? Ini menyebalkan, geram Reddick di dalam hati. Namun tidak bisa di pungkiri kemungkinan dirinya memang seperti itu.


 


"Bahkan Reddick Wycliff sudah mati. Kamu sendiri datang ke peringatan kematiannya. Ini mustahil," lanjut Delvin. Dia tetap menyangkal bahwa tubuh ini berisi jiwa Reddick.


 


"Sudah aku katakan kamu tidak akan percaya, Delvin. Aku sempat ragu untuk mengatakannya padamu. Namun itulah kenyataannya. Semua hal yang berbeda pada tubuh ini memang karena jiwa kami tidak sama. Aku sekarang Reddick Wycliff, bukan Lionel."


 


"Ini terlalu mustahil untuk bisa di percaya, Lion. Jiwamu adalah Reddick? Yang benar saja." Delvin kembali tersenyum meremehkan.


 


"Bagiku juga mustahil Delvin, tapi apa yang terjadi padaku ini nyata," jelas Reddick berusaha membuat Delvin percaya. Pria itu masih menatapnya dengan aneh. Reddick yakin tidak mudah membuat orang percaya pada kisahnya. "Jika bukan, kenapa aku repot-repot bicara padamu kalau aku adalah Reddick? Itu hal bodoh dan konyol bukan? Karena kamu pasti tidak percaya! Namun aku perlu mengatakannya padamu bahwa semua ini benar, Delvin." Reddick mengatakannya dengan emosional. Ini membuatnya frustasi.


 


Delvin diam. Selama dia mengamati Lionel sejak di hotel itu, apa yang di lakukan pria ini adalah hal yang sangat berbeda dengan kebiasaan Lionel. Semua mengarah ke cerita yang di beberkan barusan. Namun itu masih tampak mustahil untuk di percaya.


 


"Jika kamu adalah Reddick, kemana jiwa Lionel?" tanya Delvin dengan mata tajam. Kepala Reddick mendongak. Menatap lurus pria itu.


 


"Aku belum mencari tahu soal itu. Karena aku masih sibuk mengurusi menyelamatkan Bellina. Jika aku tahu, aku akan menemuinya dan memintanya untuk bertukar jiwa," ujar Reddick.


 


"Apa itu bisa?" tanya Delvin dengan wajah merasa aneh.


 


"Aku pun tidak tahu soal itu. Aku hanya berandai-andai." Reddick mulai menurunkan suaranya. Ada rasa sedih dan putus asa jika mengingat bahwa tidak ada kemungkinan dia bisa kembali pada tubuhnya sendiri. Karena dia sendiri tidak tahu caranya.


 


Delvin diam lagi. Dia mengamati pria yang mengaku sebagai Reddick ini. Sorot mata itu tidak berbohong. Itu mata yang jujur.


 


"Aku tidak tahu harus menanggapi apa tentang ini semua. Namun kenyataannya kamu memang berbeda dari Lionel yang aku kenal. Mungkin aku akan coba melihat kamu dari sisi lain. Aku akan mencoba berpikir kamu adalah Reddick Wycliff meskipun mustahil." Delvin kembali melebarkan mata saat ia harus meyakini bahwa tubuh Lionel ini berisi jiwa Reddick.


 


Ada harapan untuk bisa dipercaya disana. Reddick sedikit lega. Walaupun masih ada tatapan aneh melihat dirinya.

__ADS_1


 


"Sebenarnya aku akan terlihat bodoh kalau percaya padamu. Namun sorot matamu tidak berbohong. Jadi aku coba mengikuti mu dengan mengakui kamu adalah Reddick Wycliff," tunjuk Delvin pada dada Reddick. Sedikit mendorong untuk menekankan. Itu seperti sebuah peringatan.


 


"Aku tidak bohong. Terima kasih sudah mempercayai aku."


 


“Apa itu sebabnya kamu berusaha mendekati Bellina?” tanya Delvin yang berusaha mengerti alur ceritanya.


 


“Ya. Lionel difitnah oleh Agatha. Mereka membuatku berpikir kalau Lionel sedang ada hubungan khusus dengan istriku. Wanita tua menjijikkan itu terus mengirimiku foto-foto Lionel dan Bellina saat bersama-sama." Aku yang dulu tidak pernah berani bertanya apa-apa pada istriku mulai depresi karena fitnah Bellina dan Lionel berselingkuh.”


 


Delvin mendengarkan satu-persatu cerita yang di beberkan oleh Reddick. Dari sini dia perlahan mengerti kalau di dalam tubuh Lionel ada jiwa lain, yaitu jiwa milik Reddick Wycliff!


 


...***...


 


Bellina berangkat ke rumah sakit menjenguk ibu. Ternyata kondisi ibu bukan menjadi pulih. Kondisi ibu mulai agak mengkhawatirkan. Reddick sudah memanggil dokter untuk memeriksa.


 


 


"Dokter sedang memeriksanya, Bellina."


 


"Aku takut," kata Bellina seraya menggigit bibirnya panik.


 


"Tidak apa-apa, Bellina. Dokter pasti bisa membuat ibu kembali pulih. Mereka dokter terbaik." Tangan Reddick menyentuh tangan Bellina. Menepuk punggung tangan perempuan itu pelan, guna menenangkan hatinya.


 


Setelah dokter selesai memeriksa, Reddick menemui dokter untuk bertanya tentang kondisi ibu.


 


"Apa yang terjadi, Dokter? Kenapa kesehatan ibu saya makin menurun?" tanya Reddick.


 


"Sepertinya ibu Anda mengalami emosi yang berlebihan. Seperti ... kesedihan yang berlarut-larut. Itu memicu penyempitan saluran pernapasan," jelas dokter membuat Reddick dan Bellina saling menatap. "Jadi saya mohon untuk mengurangi stress ibu agar asmanya tidak tambah parah."

__ADS_1


 


"Terima kasih dokter," kata Bellina.


 


...******...


 


Keluar dari ruangan dokter rumah sakit, Reddick mendapat kabar dari orang-orang yang merawat ibu Bellina, kalau beliau sudah bangun. Mereka berdua segera kembali ke kamar.


 


Tampak wajah pucat ibu menyambut kedua orang ini.


 


"Ibu sudah bangun?" tanya Bellina menyentuh tangan beliau. Ibu tersenyum.


 


"Terima kasih untuk suami kamu sudah meletakkan orang-orang baik untuk menjaga ibu di sini," ujar ibu seraya melihat ke arah Reddick.


 


"Tidak perlu berterima kasih. Ibu kan orangtua saya juga. Jadi saya harus berbakti seperti Bellina pada ibu," kata Reddick sambil menoleh ke Bellina sebentar. Bellina tersenyum tipis. Merasa takjub dengan setiap kalimat pria ini. Setelah kunjungan ke rumah ibu waktu lalu, Reddick bertekad untuk menggunakan harta Lionel demi keluarga Bellina. Dia ingin membahagiakan perempuan ini setelah apa yang terjadi di masa lalu.


 


"Apa ada yang ingin ibu ceritakan pada Bellina?" tanya Bellina yang ingin mengorek pikiran ibu. Dia ingin ibu menceritakan semua padanya. Merasa di desak, ibu diam.


 


"Kamu dan ibu bisa ngobrol dengan santai. Tidak perlu terburu-buru." Reddick tahu maksud Bellina. Perempuan ini pasti sedang mengorek perihal yang menyebabkan kondisi ibunya drop. Bellina mendongak pada Reddick dengan wajah kurang setuju. "Ibu harus sehat. Bellina akan sering ke sini untuk menemani ibu ngobrol." Reddick memberi kode pada Bellina untuk menahan diri.


 


"Ibu ingin bicara dengan kalian," kata ibu seraya menatap Reddick dan Bellina bergantian. Sepertinya pembicaraan yang serius. Reddick memberi kode orang yang menjaga ibu Bellina untuk keluar.


 


"Ibu bisa bicara apa saja pada kami," ujar Reddick sambil menyentuh bahu Bellina. Ia menyambut ibu dengan hangat. Bellina mengangguk setuju.


 


"Sebenarnya bagaimana hubungan kalian berdua?" tanya ibu membuat keduanya terkjeut.


...____...



 

__ADS_1


__ADS_2