Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 1 Tawanan


__ADS_3

“Tolong.. Tolong.. lepas kan aku”


Teriak seorang gadis yang mata nya tertutup dengan kain hitam dan lengan nya di ikat di kursi.


“Lepasin aku, lepasin. Tolong”


Teriak gadis itu lagi, sembari menangis saat mata nya ditutup dengan kain.


“Gak ada gunanya kamu berontak.


Kamu udah masuk ke tempat yang salah, itu semua salah mu sendiri.


Sasaran ku lepas, jadi sebagai gantinya kamu yang jadi tawanan ku saat ini”


Ucap seorang lelaki berbadan kekar yang tak lain adalah bodyguard, sambil memegang dagu gadis itu.


“Kalian bawa dia ke kamar saya tapi sebelum itu suruh pembantu buat bersihin dia terlebih dulu dan dandanin.


Jangan biar kan kain penutup nya di buka”


Perintah nya lagi.


“jangan, berengsek lepasin aku!!”


Teriak nya lagi saat di bawa para bodyguard pergi bersiap.


Sedangkan Andi masih menunggu di kamar mengguna kan kimono dan meminum anggur yang ada di mejanya.


Tak lama kemudian para bodyguard datang dan membawa gadis itu masuk ke kamar dan para bodyguard tersebut meninggalkan nya di kamar Andi.

__ADS_1


“kamu kemari”


Teriak Andi, namun gadis itu tidak menghampiri nya dan masih mematung sesaat.


“Aku gak mau. Tolong lepaskan aku!” teriak gadis itu lagi.


Karna mendapat tolakan andi kemudian melangkah menarik gadis itu ke pelukannya.


Dan menc1*m nya dengan paksa sedangkan gadis itu tak membalas nya, Ia malah mengigit bibir andi hingga mengeluar kan darah.


“Wanita sialan kau!!”


Lelaki itu dengan kasar menghempas kan tubuh gadis itu ke kasur dengan kasar.


“Lepas kan aku sialan..lepaskan”


teriak nya lagi saat lelaki itu mulai meraba payudar* nya dan menc1*m nya dengan paksaan.


Teriak lelaki itu trus melancar kan aksinya.


Tangan nya meremas gunung kembar nya seketika, sedangkan tangan satunya lagi memasukan nya ke dalam kewanitaan gadis itu dengan paksaan.


“Akhh...hen-ti kan”


Gadis itu mendesah seketika dan sekuat tenaga ia mengontrol dirinya supaya tidak kehilangan kesadaran ia trus saja meronta ingin kabur.


Tak sampai di situ, Andi pun melepas kan penutup mata gadis itu sambil berkata.


“Nara...Sebelum kamu menikmati ini semua.

__ADS_1


kamu bisa tatap wajah ku terlebih dahulu, supaya kamu Inget orang yang bikin kamu senikmat ini.”


” ucap andi dengan tatapan penuh nafsu yang siap menerkam mangsanya.”


“Kak Reandi, tega kamu kak....”


Teriak Nara tak menyangka kakak kelas, sekaligus ketua osis sekolah melaku kan hal bejad seperti ini pada nya.


“Kak Reandi...tolong lepasin aku kak.


aku janji gak akan bilang siapa-siapa kok”


Pinta Nara dengan berlinang air mata.


“Gak bisa, kamu udah terlanjur masuk lebih dalam ke kandang singa”


Ucap andi dengan tatapan yang sangat liar.


Andi melanjut kan aksinya kembali sedangkan Nara sekuat tenaga memberontak, namun tetap saja kalah tenaga dengan andi.


Saat itu juga mahkota yang ia jaga begitu lama di renggut paksa oleh kakak kelas nya.


‘Ibu maafin anak mu ini’ batin Nara di sela-sela tangisan nya.


\[\]\[\]\[\]\[\]\[\]


Nara terbangun dari tidur nya ia melirik jam yang terpajang di dinding kamar Andi, pukul 20:45 kejadian tadi sore membuat nya sangat terpukul.


ia melihat ada cek di atas meja 21Juta dan ada secarik kertas di sana bertulis kan.

__ADS_1


(Aku udah kasih cek 21 juta, aku juga tau ibu mu di rumah sakit dan kamu lagi butuh uang buat bayar persiapan operasi 19 juta.


__ADS_2