
“bagus!! Mulai sekarang kamu jadi cewek ku.
Kamu harus Layanin aku dan pura-pura jadi pacar ku”
Senang Reandi sambil menatap Nara yang sedang menahan emosi nya.
“ayo turun, kita udah sampai nihh”
Ucap Reandi. Saat akan turun dari mobil, tiba-tiba para siswa riuh melihat Nara dan Reandi berjalan bersamaan.
‘kyaaa ketua osis sekolah kita’
‘ehh kok malah sama si Nara’
‘si tampan ku’ 🙀
‘bukan nya harusnya Diana bukan Nara?’
Berbagai cibiran muncul
“bisa gak sih, gak usah pegang pinggang jijik aku”
bisik Nara pada Reandi.
“gak usah nolak atau kamu mau ibu mu-” Jawab Reandi yang seketika terpotong ucapannya.
“iya iya! Dasar!! si paling suka ngancem-ngancem bisa nya”
Dengkus Nara kesal sambil membuat senyuman tertekan.
Di sepanjang koridor sekolah, Nara masih memasang wajah senyum tertekan, dan banyak pasang mata yang menatap mereka berdua.
“Jangan nakal yah sayang! Inget! Kamu masih punya aku”
kata Reandi dengan mengukir senyuman di bibirnya.
__ADS_1
“gak usah senyum banyak-banyak kali. pengen muntah gue liatnya”
Balas Nara dengan pandangan jijik.
Saat Nara dan Reandi sedang mengobrol, datang Diana mendekati mereka berdua.
“Reandi dia siapa?”
Tanya Diana dengan mimik wajah tak suka dengan adanya Nara di dekat Reandi.
“dia pacar aku? Emang kenapa?”
Tanya Reandi sambil melingkar kan tangannya di pinggang Nara.
“enggak papah”
Ucap Diana sambil memaling kan wajahnya.
“kenapa? Panas kah? Kemana si Niko selingkuhan mu itu?”
“niko? Aku sama niko Gadak hubungan apa-apa! Kamu salah paham”
Ucap Diana sambil menatap Reandi untuk meyakin kan.
“oh? Bukan nya Minggu lalu kamu mutusin aku buat dia?”
kata Reandi sambil memicing kan matanya.
“itu semua karena dia ngancem aku kalo gak mutusin kamu dia bakalan bongkar rahasia ak—” diana langsung menutup mulut nya.
“Rahasia apa?” tanya Reandi.
“aku mohon yah kita balikan lagi, aku janji gak akan ninggalin kamu”
Diana mengelak, mengganti topik pembicaraan seketika dan memohon pada Reandi untuk melanjut kan hubungan mereka.
__ADS_1
“apa kamu udah gak cinta lagi sama aku?”
Tanya Diana mengeluar kan air matanya.
‘Anjir itu kata-kata tahun berapa? Masih di pakek’ batin Nara ingin sekali tertawa.
“Aku masih cinta sama kamu”
Jujur Reandi membuat Nara malas sekali mendengar nya.
‘apa segitu cintanya sama si Diana sampe sampe kagak bisa melupa kan’
batin Nara sambil memutar bola mata malas, mendengar obrolan mereka berdua.
“Kita balikan lagi yah. kita mulai dari awal” mohon Diana sambil memegang tangan Reandi di hadapan Nara.
“bisa gak sih adegannya gak usah lebay banget, jijik aku liat nya”
muak Nara namun perkataan nya tak di gubris oleh keduanya.
“Aku bisa Nerima kamu dan melanjut kan hubungan ini tapi kamu harus kasih tau aku, alesan kamu ninggalin aku!”
Ucap Reandi trus menatap Diana.
“aku akan kasih tau nanti tapi kamu putusin dia dulu”
tunjuk Diana pada Nara.
“dia–”
Ucapan Reandi terpotong karena Nara langsung menjawab.
“sorry aku gak jadian sama si orang bermuka dua”
Ucap Nara sambil memasang wajah bodo amat.
__ADS_1
“syukur kalo kamu gak jadian sama cewek ini, aku khawatir nanti kamu jadi stress kayak dia” kata diana sambil merangkul lengan reandi.