Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 25 Olahraga pagi


__ADS_3

Nara kemudian di gendong oleh Reandi membuat para guru curiga, berbeda dengan pak Johan sedari tadi di selalu menekuk tatapannya.


Satu hari kemudian, Nara merasa dirinya telah baik-baik saja. Luka ditangannya hanya meninggalkan bekas tidak dengan rasa sakitnya.


“Hoam... Ughh.”


lenguh Nara ia mengerjapkan matanya, Ia merasa ada yang melingkarkan tangannya di pinggang, kemudian dia berbalik, membuatnya terkejut membulat sempurna.


“Rea-Reandi... Ngapain kamu di sini.”


Dorong Nara pada tubuh Reandi.


“Udah bangun, Istriku kalo bangun imut banget.” goda Reandi sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Ka-kamu, ngapain disini? Gimana kalo ketahuan orang.”


Gelagapan Nara ia sambil menutupi tubuh Reandi menggunakan selimut.


“Sayang, gak usah khawatir,"


Ucap Reandi menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.


“Kamu, gak khawatir? Kalo sampe ada yang Dateng kesini dikira kita ngapa-ngapain.”


ketus Nara sambil memukul kepala Reandi.


“Awss, sakit, kamu tenang aja gak ada siapa-siapa kok.”


jujur reandi sambil memeluk Nara.


“Trus Linda kemana? Sekarang jam berapa?” tanya Nara.


“Linda lagi masak sama yang lainnya. Jam 08.06 sayang" Jawab Reandi.


“Aku kesiangan, gawat,”


Ucap Nara sambil memegang kepalanya.


“Sayang, olah raga pagi yuk,”


Ucap Reandi sambil mengendus bahu Nara yang sedang berada di pelukannya.


“Reandi, jangan sekarang oke, aku takut ketahuan orang lain,gimana kalo nanti ada guru.” tolak Nara sambil mengangkat wajahnya, dan menyilangkan tangannya di dada.


“Kamu tenang aja, yang lain lagi sibuk bikin permainan, sekarang di sini sudah pada sepi, jadi bebas.”


Rengkuh Reandi sambil mengecup leher Nara.


“Rean-di... Hen-hentikan... Ukhh... Ahhh....”


Desis Nara ia merasa sangat geli di bagian lehernya, tangan Reandi meremas gunung kembar Nara, ia kemudian mencium bibir Nara.


Sengal nafas Reandi makin memburu, ia pun mulai melanjutkan ke tahap selanjutnya.


“Reandi kamu yakin, kita main di sini?”


tanya Nara terlihat khawatir karena takut ada orang yang datang.


“Kamu tenang aja, gak usah pikirin.”

__ADS_1


Ucap Reandi jari telunjuknya di tempelkan di bibir Nara.


“Tapi satu kali ya, pelan-pelan.”


Malu Nara ia memalingkan wajahnya.


“Serahkan pada ku semuanya sayang.”


Genit Reandi dengan nafas memburu.


“Hahh... Sa-sayang... ”


Desah Nara ia menjambak rambut Reandi dengan sebelah tangannya, dan membenamkan nya di dada.


Dua orang pemuda sedang berjaga di luar tenda Nara, mereka berdua sedang berjongkok dan menepuk jidat masing-masing.


“Hiksh... Kenapa kamu mau sih dim,” bisik Aldo di telinga Dimas.


“aku, juga gak mau cok” bisik balas Dimas.


“Nyesek amat kita di suruh jaga di luar, ngaceng tuh kan”


Tunjuk aldo kebawah adiknya,sambil berbisik pada Dimas.


“Mentang-mentang punya bini, kita di jadiin nyamuk kenapa kita yang jaga.”


Lesu Dimas berbisik pada Aldo.


“Semangat, demi duit 2 juta.”


Ucap Dimas pada diri sendiri dan diikuti Aldo.


“Eh, kalian gaboleh masuk”


“Kenapa gak boleh masuk kak, kan kita mau ambil barang,”


Ujar wanita yang rambutnya di ikat.


“Kalo kamu gak mau nambah dosa. kamu pergi deh, Gausah di ambil nanti aja,”


Dorong Aldo pada tiga wanita itu.


“Ih, apaan sih, kita mau ambil barang. awas minggir” ucap wanita berambut keriting.


“Eh, kalian gaboleh masuk, kalo masuk kalian bakalan dapet hukuman, kami sedang menggeledah.”


Tolak Aldo sambil mendorong wanita itu.


“Ck, iya deh kami pergi,”


Dengkus wanita yang rambutnya diikat.


“Hufhh... Syukurlah.”


tepuk dada Aldo pada dirinya sendiri.


“Untung tuh cewek gak ribet, meskipun agak kewalahan,”


Ucap Dimas sambil merangkul bahu Aldo.

__ADS_1


“Ahhh....”


Jerit Nara membuat Aldo dan Dimas kembali termenung, dan menepuk jidat masing-masing.


“Hiksh... Dim... Nasib... Kita....”


Ujar Aldo sambil memeluk Dimas.


Reandi keluar dari tenda dengan Nara, terlihat Nara sedang di papah Reandi, kemudian Reandi menghampiri kedua sahabatnya yang terduduk sambil tepuk jidat.


“Loh, kalian kenapa? Pada tepuk jidat,”


Ujar Reandi bingung melihat kedua sahabatnya tepuk jidat.


“Gak usah tanya, tanya aja diri kamu sendiri,” jawab Aldo ia bangun dan berdiri.


“Sayang, kamu bohong, katanya gak ada siapa-siapa.”


malu Nara sambil memukul dada bidang Reandi.


“Ck, kalo gak ada siapa-siapa pun. Kalo gak ada yang jaga bisa ada yang lewat, makanya aku nyuruh mereka jaga”


Datar Reandi sambil mengelus pucuk kepala Nara.


“Udah kan, mesra-mesraan nya, apa gak cukup nyiksa kami tadi.” dengkus Dimas.


“Yang lain masak dimana?” tanya Nara.


“Itu.”


Tunjuk Rendi mengarah ke tengah lapang agak jauh dari tenda, ia melihat semua orang begitu sibuk.


“bukannya kalo masak, itu dekat tenda?” bingung Nara.


“Ck, sayang kamu gak bisa bedain apa? Kita bawa orang banyak sampai 6 bus, kalo kita masak di dekat tenda bisa-bisa kebakaran. untung aja kamu tenda nya di paling pojok, kan bisa mesra-mesraan.”


Kedip reandi membuat Nara jengkel, ia memukul dada bidang Reandi.


“Udah woy, nanti ketahuan,”


Ucap Aldo sambil memperingati mereka.


“Yaudah, kalian berdua pergi. Aku mau nganter Nara buat mandi,”


Usir Reandi pada kedua sahabatnya.


“Hmm, kami juga mau pergi dari tadi, jadi gak usah ngusir kami,”


Ucap Aldo ia merangkul Dimas dan pergi meninggalkan mereka.


“JANGAN LUPA, TF NYA BRO”


Teriak Aldo dari kejauhan pada Reandi membuat orang-orang yang sedang sibuk melirik kearah mereka.


Reandi mengantar Nara ke kamar mandi, Nara melihat banyak wanita yang mengantri, Ia melihat ada kamar mandi yang kosong bertuliskan ‘Buat My Ayang, jangan ada yang masuk, kalo ada yang masuk tau sendiri akibatnya, BY: ketos’.


Nara hanya terkekeh pelan, melihat tempelan dilarang masuk.


orang yang mengantri diluar tidak ada yang berani masuk ke kamar mandi yang ada tulisan itu, banyak pasang mata yang melihat Nara sambil berbisik-bisik.

__ADS_1


‘Ck, tadinya gue mau masuk ke kamar mandi itu, eh tiba-tiba ada kak Ilham pasang tempelan di situ’ bisik para perempuan yang ngantri mandi.


‘Ternyata ulah ketos kita, dia sengaja biar gak ada yang masuk’ bisik lagi para wanita.


__ADS_2