
(Aku udah kasih cek 21 juta, aku juga tau ibu mu di rumah sakit dan kamu lagi butuh uang buat bayar persiapan operasi 19 juta.
Udah lah kamu terima aja. Jangan nolak uanga lohh.
oh iya satu lagi, kamu jangan bilang-bilang siapa pun kalo enggak ibu kamu yang jadi sasaran nya)
pesan Reandi.
“BRENGSEK L0 REANDI, emang kamu pikir aku cewek murahan hah”
Teriak Nara saat amarah nya memuncak, sambil membanting selimut dan bantal nya kelantai.
“Haaaa Hwaa...aku kotor aku kotor....”
Nara menangis sambil menjambak rambut nya sendiri ia merasa ingin mati saja.
“nona silahkan anda ganti pakaian anda dan turun untuk makan. Kata tuan anda tidak boleh pulang selama 1 Minggu kedepan”
Ucap seorang maid yang membuka kan daun pintu kamar.
“Heh...untuk apa aku makan di rumah orang Brengsek ini”
Teriak Nara sambil menatap maid di depan nya.
“nona tolong jangan mempersulit saya, nanti tuan marah. nona tenang saja nona bisa sekolah besok. tapi, anda harus pulang ke rumah ini lagi”
ucap maid itu lagi sambil menyerah kan pakaian di hadapan Nara.
__ADS_1
“Si Berengsek itu malah menjadi kan ku tawanan nya sial!”
Ucap Nara sambil mengambil baju di hadapan nya dan bergegas untuk mandi.
di dalam kamar mandi Nara membatin dan trus bergelut dengan pikiran nya.
‘Gimana aku harus cerita pada ibu.
kalo ibu tau anak nya sudah tidak suci lagi mungkin aku akan menjadi anak durhaka.
batin Nara, di bawah guyuran shower yang membasahi seluruh badan nya.
Nara membuka pintu kamar mandi, lalu menatap lurus tertuju kasur yang tadi ia tiduri.
Teringat malam tadi, dia memadu kasih dengan Reandi.
Nara tertidur diisak tangis nya dan tiba-tiba terbangun tengah malam.
Ia melihat Reandi yang sedang mabuk sambil membawa bir di tangan nya dan meracau tidak jelas.
“Diana...sayang kenapa kamu gitu sama aku apa coba kurang nya aku. apa??
Kamu malah tega ninggalin aku demi sahabat ku, Niko kamu penipu!!
Ternyata selama ini kamu cinta sama niko bukan buat aku hahahaha....”
Racau Reandi tak karuan sambil menghempas kan dirinya di sofa, sedang kan Nara hanya duduk di tempat tidur mematung sambil melihat Reandi.
__ADS_1
“Nara...hehehe..ma-a-af kamu harus jadi bahan pelampiasan gue hehehe....”
Reandi menghampiri Nara dengan langkah gontai, lalu ia memeluk Nara dan menciuminya dengan sangat kasar.
“Reandi gue gak mau...gue gak ma-”
Ucap Nara sambil memukul mukul dada bidang Reandi.
“Asal kamu tau, Ntar banyak di sekolah cewek lomba-lomba buat dapetin aku.
bahkan ada yang nawarin tubuhnya buat dapetin aku.
Tapi aku tolak karena Diana dan sekarang kenapa aku mau sama cewek Bad Girls kayak lo yaaa”
Racau Reandi sambil memeluk Nara erat.
“Trus kenapa gak mereka aja. jangan aku!! dasar ketua osis!! di sekolah kayak orang alim di rumah kaya setan”
Ucap Nara sambil memonyong kan bibir nya.
“harus nya kamu bersyukur, aku yang cakep ini udah kamu cobain naik ranjang.
Gimana mainan ku memuaskan kan?”
“masih mabuk sempet -- sempet nya ngelawak” celoteh Nara lagi sambil kesal.
“udah pokok nya malam ini gue mau lanjutin yang tadi sore”
__ADS_1
Ujar Reandi dalam mabuk nya, dia masih kurang dan minta ronde yang ke dua.