Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 17 Marah


__ADS_3

Di sisi lain Nara sedang duduk di balkon kamar, sambil memegang foto di tangannya.


Tangis Nara pecah sambil memeluk foto tersebut dia berkata 'maafkan aku.'


Keesokan harinya Seperti hari-hari biasa Reandi dan Nara pergi berangkat ke sekolah.


Dalam perjalanan menuju kesekolah Nara hanya terdiam, sedangkan Reandi bingung harus bilang apa dan memulainya dari mana.


Bahkan sampe tujuan pun Nara masih terdiam.


Setibanya didepan kelas Nara, Reandj berinisiatif untuk memulainya.


“Belajar yang baik ya” ucap Reandi sambil mengelus kepala Nara.


“Ya” ketus Nara.


Bel istriahatpun berbunyi.


“Nara ke kantin yuk” Ajak Reandi.


“Gak mau, tinggal kamu aja sendiri” Sewot Nara.


“Kamu masih marah?” Tanya Reandi.


“Trus? Aku keliatannya gimana?” cuek Nara sambil mendelik.


“Lagi marah” jawab Reandi.


“Kalo udah tau, jangan nanya! Basi tau” dingin Nara.


“Iya udah, aku minta maaf! Janji gak akan ngulangin lagi!” ucap Reandi penuh ketulusan.


“Serius?” tanya Nara ragu-ragu.

__ADS_1


“Serius!” tegas Reandi.


“Kasih aku 1 kesempatan buat ngejar kamu” mohon Reandi.


“Oke,aku kasih kamu kesempatan buktikan ke aku kalo kamu cinta sama aku” ujar Nara sambil melipat tangan di dada.


“Siap buk!” hormat Reandi membuat Nara terkekeh.


“Ren aku cariin Lo di mana-mana ternyata ngumpul kebo di sini” datang seorang pria menghampiri Nara dan Reandi.


“Ck mata Lo buta kali, mana ada ngumpul kebo di kelas terang-terangan” kesal Reandi sambil mendelik.


“Aishh ternyata yang udah punya bini enak ya” dramatis pria itu sambil mengeluarkan sapu tangan di sakunya dan mengelap di pelupuk matanya.


“Makanya cari! Biar kaya gue pulang sekolah langsung naik ranjang, lah Lo pulang sekolah langsung main game” bangga Reandi.


“Gak papah main game lebih seru loh dari pada naek ranjang” ujar pria itu.


“Ngomong aja lu iri, muka kaya taplak meja, mana mungkin ada yang mau” ledek Reandi.


“Sayang nya mungkin kamu langsung diusir soalnya muka mu percobaan yang gagal” ledek Reandi membuat Ilham tambah kesal.


“Bisa gak sih, kalo aku bilang iyain ajah, aku suka inscure tau! Ini pas lagi sembuh, kumat lagi inscure” kesal Ilham.


“Trus? Kalo Misalnya kamu ngomong mau bunuh diri? aku iyain gitu? Oh iya aku baru tau ternyata selain perempuan yang suka inscure, kamu juga yang cowok bisa”ledek Reandi sambil menyenggol lengan ilham


“Tau ah” dengkus Ilham.


“Udah berhenti bercandanya, ada apa ilham kamu kesini?” tanya Reandi.


“biasa, mau ngebahas piknik sekolah 1 Minggu lagi” ujar Ilham menyudahi dramatisnya.


“Ck, ganggu orang Mesran aja! Nyesel aku jadi ketua osis” ujar Reandi sambil tepuk jidad.

__ADS_1


“Ini nih kebiasaan orang kalo lagi jatuh cinta, apa-apa yang lagi ganggu kasmaran mereka, pasti dianggap nyesel” decak Ilham sambil merangkul Reandi.


“Iya bener nyesel” balas Reandi.


“Udah kamu keluar aja aku yang ganti” kedip Ilham.


“Ogah” balas Reandi.


“Nara aku pinjem laki mu bentar, kamu tenang aja nanti aku balikin”


Ucap Ilham sambil menarik-narik tangan Reandi keluar masuk kelas.


“Pfutt...hahaha” tawa Nara melihat Reandi di tarik Ilham, layaknya anak yang pengen permen namun bapaknya melarang.


Sepulang sekolah kemudian.


“Nunggu lama?” Tanya Nara keluar dari kelas.


“Enggak” bohong Reandi, ia sedari tadi menunggu Nara di parkiran namun belum juga keluar hingga ia terpaksa kembali ke kelas Nara.


“Oh,Yaudah pulang yuk! aku laper pengen makan” ujar Nara sambil memegang perutnya.


“Iya” balas Reandi tersenyum.


“Sayang kita makan di warteg yu” Ajak Reandi membuat Nara yang mendengarnya kaget.


“Kamu yakin? Bukannya kamu–” ucap Nara sambil mengingat kejadian sebelumnya.


~Flasback on~


“Kamu yakin mau makan disini?” Tanya Reandi.


“Iya, emang kenapa?”tanya Nara bingung.

__ADS_1


“Aku khawatir kebersihan nya kurang steril”


“Ck tentu aja steril, kalo gak steril mana mungkin ada yang beli?” sewot Nara.


__ADS_2