
‘Ternyata ulah ketos kita, dia sengaja biar gak ada yang masuk’ bisik lagi para wanita.
“Kerja kamu bagus Ilham. Salut aku, jadi gak perlu ngantri bini ku, entar kalo Nara udah keluar cabut tempelan nya, kasian mereka ngantri”
Ucap Reandi sambil tos bersama Ilham.
“kamu tenang aja, pastinya aku cabut. Kalo enggak ketahuan guru brabe,”ujar Ilham.
“Tenang aku udah TF, 1 juta buat kamu,” ucap Reandi.
Dengan membalas ucapan Reandi tersebut, Ilham mengedipkan sebelah matanya tanda kode bahwa dia memgucapkan makasih.
Tak lama pintu terbuka sedikit
Kreakkk..
Nara memunculkan kepalanya di pintu kamar mandi tersebut dengan memberi isyarat Nara membutuhkan bantuan karena tangannya yang masih sakit.
Ternyata Nara kesulitan memasang tali bra nya sendiri.
Dengan sigap Reandi ingin masuk dan menyuruh Ilham untuk berjaga-jaga. Seketika langkah kaki Reandi di cegat oleh Ilham.
“Kamu gak bisa masuk, liat kesana.”
Tunjuk Ilham pada banyak pasang mata.
“Trus gimana dong,” dengkus Reandi.
“Sifa,sini tolong bantuin nara.”
Pinta Ilham menghampiri Sifa yang sedang duduk memegang baju.
“Ck, iya, tapi asalkan aku mandi di sana.” ucap sifa.
“kamu, tenang aja kamu bisa mandi di sana tanpa rebutan.”
Setuju Ilham, kemudian Sifa melangkah masuk Kekamar mandi dan memasangkan bra Nara, tak lama Sifa keluar.
“Udah aku pasang, tapi–” ucapan Sifa terhenti.
“Tapi, apa?”
__ADS_1
heran Reandi sambil menautkan alisnya.
“Aku salfok, sama tanda merah di punggungnya, abis ngapain kamu,” tunjuk Sifa pada Reandi.
“Kepo.”
Jawab Reandi sambil memalingkan wajah.
“kamu diem, jangan banyak omong, ini urusan mereka,” ucap Ilham pada Sifa.
“Kamu tenang aja, aku gak tertarik kok, sama rahasia kalian.” cuek sifa.
Nara keluar dari kamar mandi, ia menghampiri sifa dan berterima kasih karena telah membantunya.
Tak lama keduanya bercerita, Sifa masuk ke kamar mandi.
“Anak-anak waktunya makan,” teriak Bu guru.
“Sini nar, aku bantuin kamu makan,”
Ujar Linda ia duduk di samping Nara dan membawa dua piring nasi, serta lauhnya.
“Maaf ya, ngerepotin kamu,” imbuh Nara.
aku harus bantu kamu di saat kesulitan,”
Ungkap Linda ia menyuapi Nara dengan telaten membuat Reandi di kejauhan yang melihatnya emosi.
“Eh, kamu kenapa Andi?”
tanya Dimas yang heran dengan ekspresi sahabatnya yang begitu emosi sambil makan.
“Tuh, liat bini ku,”
Tunjuk Reandi, Aldo dimas dan Ilham yang melihatnya langsung tertawa.
“Hahahaha... Kenapa? kamu cemburu?” tepuk Aldo kebahu Reandi.
“Iya, masak dia suapin bini ku sih, harusnya aku!” kesal Reandi sambil makan dengan rakusnya.
“Masa, kamu cemburu sama temennya bini kamu,” ujar Dimas menepuk bahu Reandi.
__ADS_1
“Cemburu lah, kalo si Linda sampe jatuh cinta sama istri ku, kan bahaya,”
“kamu mikir gak sih, kamu itu terlalu posesif masa sama temen bini sediri kamu cemburu,”
Ungkap Ilham sambil makan.
“Takutnya nanti si Linda jatuh cinta,”
“Ya enggak, masa perempuan sama perempuan jatuh cinta,” ujar Dimas.
“Cinta gak bisa bedain lawan jenis,” judes Reandi.
“Gak ada yang kek gitu ndi, kalo pun ada bisa-bisa krekk,” ucap Ilham sambil tangannya di leher.
“kamu jangan cemburuan deh, liat bini mu tangannya masih sakit, si Linda cuman ada itikad baik sebagai kawan penolong,” ucap Aldo.
“Gak tau ah, yang penting aku cemburu!”
ucap Reandi ia meneruskan makannya.
Setelah semuanya selesai makan.
“Oke anak-anak, karena kita sudah selesai makan, jadi kita akan mengadakan permainan, menjelajahi gunung seperti mencari jejak, dan masing-masing kelompok akan di dampingi para OSIS, kalian harus menuliskan aktifitas kalian di perjalanan,”
Ucap Bu Eliza di depan para siswa menggunakan mik.
“Silahkan para pengurus OSIS, yang menjadi pemimpin memanggil kelompok masing-masing,” lanjut Bu Eliza.
“Ingat, kelompok terbagi 12 kelompok, kalian akan menginap di pegunungan kalian akan kembali esok harinya.” lanjut lagi Bu Eliza.
Sementara para OSIS sibuk memanggil anggota kelompoknya, Nara juga ingin ikut dia berbicara pada Bu Eliza bahwa kondisinya sudah mulai membaik, ia ingin ikut pergi bersama dengan teman-temannya.
“Kalo begitu, kamu ikut kelompok 3 Reandi dan diana” ucap Bu Eliza.
“I-iya Bu,” balas Nara.
“kamu kelompok mana?”
Tanya Diana ia melihat Nara yang tiba-tiba datang dan ikut bergabung dikelompok tersebut.
“aku, di suruh ikut kelompok ini kata Bu Eliza,” ucap Nara.
__ADS_1
“Oh,” cibir Diana kesal.