Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 11 Operasi ibu


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Reandi untuk mengurus masalah seperti ini.


Setelah semuanya siap,para dokter langsung membawa ibu Nara keruang operasi.


“ibu....” ucap Nara yang mondar mandir di ruang operasi dengan lampu merah masih menyala, yang tandanya operasi masih berjalan.


“Nara duduk dong masa mondar mandir trus” ucap Reandi sambil menarik tangan Nara dan langsung memeluk nya.


“aku takut ibu ninggalin aku ndi”


Ucap Nara membenam kan wajahnya di dada Reandi.


“kamu gak usah khawatir, ibu kamu pasti kuat. Dia pasti bisa ngelewatin ini semua” ucap Reandi sambil mengelus rambut nara sekaligus meyakinkan nya.


“Aku takut rend, ” Ucap Nara sambil menangis


“Kamu harus yakin sama ibu kamu, kalo beliau pasti lebih kuat. Kita doakan saja bersama, agar semuanya berjalan lancar.”


Ucap reandi sambil menyentuh dagu Nara dan tatapan mereka berdua beradu, hingga saat Reandi hendak mencium Nara.


Lampu telah berubah, dan dokterpun keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


“Operasi ibu Yuna sudah selesai”


Ucap dokter itu yang keluar dari ruang operasi dan tengah menatap Reandi dan Nara, kedua sejoli itu langsung berhenti ke adegan selanjutnya keduanya merasa sangat malu, apalagi Nara ia salah tingkah.


“Gi-gimana keadaan ibu saya dok” ucap Nara memberani kan diri untuk bertanya.


“ibu anda selamat sekarang kondisi nya membaik namun ibu anda harus di rawat 2 hari di sini untuk memastikan kesehatan ibu Yuna tidak menurun” ucap dokter itu lagi dan pamit pergi.


“hufhh syukur ibu selamat” ucap Nara tanpa sadar ia memeluk Reandi.


Kini Nara dan Reandi berada di ruangan ibunya Yuna yang masih belum sadar Nara setia menunggu, 1 jam berlalu ibu Yuna belum bangun hingga dokter mengatakan bahwa ibu Yuna akan sadar besok pagi.


Tapi perkiraan dokter tidak tepat, atas dasar doa Nara ibunya siuman dengan cepat.


“udah Nara biarin ibu Lo tidur dan istirahat, ayo pulang ke rumah, besok pagi kita ke sini lagi”


Saran Reandi sambil memegang tangan Nara, ia hanya mengangguk patuh dan ikut dengan Reandi.


Setelah sampai dirumah Reandi.


Reandi dan Nara kembali kerumah para maid menyambut kedatangan mereka berdua, para maid kemudian membawa Nara ke kamarnya untuk berdandan untuk melangsung kan pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


“Apa Nara sudah selesai?”


Tanya Reandi yang kini tengah duduk di ruang tamu mengguna kan setelan Jaz hitam.


“nona sebentar lagi akan selesai” jawab maid itu lagi dan pamit undur diri.


Tak lama, Nara turun dari lantai atas.


menuruni anak tangga menggunakan dress pendek warna putih, dan diikuti oleh para maid di belakang.


“sayang ayo duduk”


Ucap Reandi mengulur kan tangannya dan mempersilahkan Nara duduk di sampingnya.


“eumhh.. ibu sama bapak kamu gak Dateng, apa mereka gak merestui pernikahan mendadak kita ini?”


tanya Nara sedangkan Reandi hanya tersenyum sendu.


“kamu tenang aja sayang, ibu sama bapak ku merestui hubungan kita di alam sana”sendu Reandi membuat Nara bingung.


“Maksud kamu?” tanya Nara.

__ADS_1


“ibu sama bapak ku meninggal 2 tahun lalu karena kecelakaan mobil, dan perusahaan di wariskan ke aku, dan kakak ku yang ngurus perusahaan ayah soalnya aku masih sekolah” sendu Reandi lagi.


__ADS_2