
“Aciee,, pengen minta restu ibu sama bapak ku ehem ehem!
Tenang aja Ibu ku bakal setuju sama bapak ku, trus masalah kalo minta restu ke ibu mu, paling setuju langsung. aku kan tampan!”
dengan pede nya Reandi mengedip kan sebelah matanya.
“ckk kamu ngomong ibu sama bapak mu langsung terima!
Gimana kalo ibu kamu kayak yang ada di sinetron ‘ikan paus makan ikan teri’ trus banding-bandingin status Drajat! Gaya harus bagus! Muka harus mulus kalo enggak mulus harus tetap mulus kayak muka tembok!!”
Nara komat Kamit ia khawatir kedua orang tua Reandi tidak suka padanya, karena diantara mereka berdua ada perbedaan kasta sosial.
“sebegitu khawatir nya kamu, takut enggak di sukai sama orangtua ku. kepengen banget ya jadi istri ku?
Kamu tenang aja sayang, kalo mereka gak setuju kita kawin lari ajah. wkwk wkwkw”
Ucap Reandi sambil ketawa melihat Nara, Reandi sadar akhir-akhir ini Nara merona wajahnya jika digodain.
Seketika Reandi menyambar bibir mungil Nara, dengan ganas sehingga Nara bernafas tersengal-sengal tidak di beri kelongaran sedikitpun.
Dan sekuat tenaga Nara memundur kan dada bidang Reandi dengan amarahnya.
“Aku gak bisa nafas!! maju salah mundur salah kalo ngomong sama kamu!!
Emang kalo kita kawin lari, kamu bisa ngebiayain hidup kita gituh!
aku gak mau yah kawin lari sama cowok yang belum kerja mapan dan masih jadi beban keluarga hanya demi cinta, bisa-bisa hidup sengsara.”
__ADS_1
Celoteh panjang Nara yang menggebu-gebu.
“Ckk Mandang fisik bener kamu! Tenang aja sayang, aku udah mapan kok.
udah punya bisnis sendiri! Lagian semua yang ada di sini milik aku, hasil jerih payah sendiri!”
ucap Reandi membuat Nara keselek untuk ke dua kalinya.
“uhuk....uhukk” Nara tersedak sigap Reandi memberi air.
“kamu itu kenapa sih sayang, kalo makan batuk Mulu kayak mobil mogok butuh servis lagi”
ledek Reandi sambil menepuk-nepuk pundak Nara.
“ngeledek Mulu kamu, dari tadi sakit tau tenggorok kan batuk mulu”
“sayang tampang kamu makin serem dehh.. kalo di liat-liat kaya abis makan orang”
ledek Reandi memasang tampang takut.
“ckk sempet-sempetnya ngelawak di atas penderitaan Orang”
ucap Nara langsung pergi meninggal kan Reandi di meja makan sendiri.
“ckk menarik, gak salah gue milih tawanan sebagai bini.
mungkin kita takdir, aku beruntung banget bisa ketemu kamu”
__ADS_1
Gumam Reandi menatap punggung Nara yang sudah pergi dari hadapan nya.
Di sisi lain Nara sedang mengganti baju setelah mandi.
Semua keperluan Nara sudah di siapkan oleh Reandi, ia berniat ingin menjenguk ibunya di rumah sakit.
“Reandi, aku mau ketemu ibu boleh gak?”
ucap Nara saat melihat Reandi yang baru saja keluar dari kamar mandi.
“hmm? Boleh gak yah?”
Ucap Reandi memangut-mangut.
“pliss kamu tenang aja, aku gak akan kabur kok suer” ucap Nara sambil tangan nya membentuk huruf V.
“boleh tapi-”
Ucapan Reandi terpotong dan langsung memeluk erat Nara dan menatap wajahnya dengan lekat.
“apa? Cepet kalo ngomong!” tegas Nara.
"Mau kah kamu jadi istriku?" ucap Reandi dengan tatapan keseriusan.
Nara yang menyadari dirinya telah menaruh rasa kepadanya, seketika hatinya berdegub kencang.
Tidak pikir panjang Nara mengiyakan omongan Reandi tersebut.
__ADS_1
"Iloveyou" Bisik Reandi ditelinga Nara