Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 6 Syarat minta nikah


__ADS_3

“kontrak untuk jadi pacar aku batalin” kata Reandi.


“serius ?? Yakin? Beneran nihh? Asik aku bebas dong!” Girang Nara bak cacing kepanasan.


“Tapi–”


“Tapi apa lagi?” tanya Nara penasaran.


“kontrak mu buat Layanin aku dan kamu masih jadi tawanan ku itu masih berlaku yah. Jangan fikir semuanya sudah berakhir begitu saja”


senyum Reandi sambil menatap Nara dengan tatapan mesum.


“whatt!! Apa! kok gitu sih rend?


Aku gak mau jadi budak naf*u mu yah”


bantah Nara sambil menggerebak meja yang ada di hadapan nya.


“apa kamu gak mau nyelamatin ibu mu? Aku dapet kabar dari rumah sakit tempat ibu mu dirawat. Ibu mu butuh donor ginjal nya, aku bisa bantu kamu cari ginjal yang cocok buat ibu mu!” bisik reandi licik di telinga Nara.


“emang kamu udah punya orang yang ginjal nya cocok buat ibu ku?” tanya Nara.


“tentu!”balas Reandi

__ADS_1


Tidak lama berfikir Nara seketika hanyut ketika berurusan dengan masalah yang menyangkut ibunya.


“aku mohon tolongin ibu ku” mohon Nara sambil memegang tangan Reandi.


“boleh– tapi ada syarat nya” ucap Reandi dengan senyum licik nya.


“syarat nya apa lagi?” tanya Nara.


“kamu harus Layanin aku selamanya”


Seringai Reandi sambil memeluk Nara dan mencium nya.


“tckk aku gak mau!”


“ya udah aku gak akan kasih”


“tapi kalo aku iyain apa kamu bakal wujudin! Trus walaupun aku ngomong iya kamu mau kan nikahin aku” ucap Nara dengan tatapan sendu ke arah Reandi.


“tentu aku bakal kasih pendonor buat ibu mu dan untuk masalah tanggung jawab buat nikahin kamu, aku juga bisa”


Jawab Reandi sambil memeluk erat kembali Nara.


“tapi pernikahan kita mungkin di lakukan secara diam-diam, karena kita berdua masih sekolah” lanjut Reandi sambil membelai pipi Nara.

__ADS_1


“gak masalah!! Yang penting aku gak ngelakuin dosa untuk yang ke dua kalinya” ucap Nara dengan yakin.


“Emang yang pertama itu dosa yah? Bukannya kalo aku udah tanggung jawab itu berarti gak dosa” tanya Reandi dengan polos nya.


“Tapi kan kamu belum nikahin aku, itu berarti belum tanggung jawab lah” ucap Nara kesal.


“Acieee pengen banget yah nikah sama aku ” ledek Reandi sambil mencolek dagu Nara.


“idih, siapa juga yang mau. Kalo bukan kamu yang udah ambil kesucian ku, ogah banget aku nikah sama kamu. Asal kamu tau ya, aku ambil keputusan ini karena kamu jadiin aku tawanan nafsu mu” bantah Nara sambil memaling kan wajahnya.


“nanti pulang sekolah tuntasin nafsu ku” seringai Reandi sambil meremas gunung kembar milik Nara yang membuat sang empunya marah.


“dosa bego ! Harusnya nikah dulu baru anu bukan anu baru nikah” ucap Nara kesal sambil memukul mukul dada bidang Reandi.


“tapi bukan nya keenakan ya?” usil Reandi.


“inget meskipun kita nanti udah nikah tapi sebatas hubungan di ranjang doang ” ucap Nara sambil menunjuk kan jari kelingking nya.


“aku tau” ucap Reandi menyemat kan jari kelingkingnya di jari Nara.


Bel berbunyi seluruh siswa kembali masuk ke kelas nya masing-masing Jam pelajaran pun di mulai, hingga bel berbunyi itu artinya pelajaran telah selesai, kini Nara dan Reandi serta Diana sedang berada di parkiran.


“sayang ayo pulang”

__ADS_1


Rengek Diana melingkar kan tangannya ke Reandi.


__ADS_2