
“syukur lah, kalo kamu gak jadian sama cewek ini, aku khawatir nanti kamu jadi stress kayak dia” kata diana sambil merangkul lengan reandi dan menunjuk ke arah Nara.
“kamu bilang apa barusan? Aku stress? Apa maksud mu”
Ucap Nara emosi sambil mendorong Diana terjatuh dan di bantu Reandi untuk berdiri.
“Aww sayang sakit”
Manja Diana sambil membenam kan wajahnya di dada bidang milik Reandi tersebut.
“muka mu Tebel juga emang pantes jadi pasangan si sok alim”
Tatap Nara pada Reandi di lanjutkan mengarah ke Diana.
“Nara jaga ucapan mu !!”
Teriak Reandi tersulut emosi di sebut dirinya sok alim.
“iya emang kamu sok alim di sekolah, sedang kan di rumah kayak setan!!”
Lanjut perjelas Nara.
Para siswa mulai berkumpul dan mulai menonton pertunjuk kan perdebatan Nara, Reandi dan Diana.
“kamu jangan coba-coba ngehina Andi di depan ku yaa”
Ucap Diana sambil menjambak rambut Nara.
“kamu jangan songong bego !! cuman jadi bahan pelampiasan aja bangga!”
__ADS_1
Sambung Diana sambil trus menjambak rambut Nara.
“tck serakah bener kamu Diana. Ngomong terus terang aja, kalo kamu gak bisa lepasin Reandi atau pun Niko. Karena mereka cowok tertampan di sekolah ini. Yaa kan? ”
Ucap Nara sambil memegang tangan Diana dan memutar kan nya kebelakang, untuk membalas jambakan Diana.
“kamu pikir aku gak berani hadapin kamu gitu? meskipun kamu kakak kls ku tapi–”
Seringai Nara sambil membalas menjambak rambut Diana.
“lepasin Nara kasian Diana”
Ucap Reandi sambil melepas kan Diana dari tangan Nara.
“heheh hehe, aku bakal jelasin yaa Diana.
Yang ke satu aku gak tertarik sama bajingan ini. kedua aku gak ngarep jadi pacarnya, sandiwara tadi cuman rencana dia. aku lakuin itu semua demi ibu ku”
“kalian!! Kenapa malah kumpul di luar Cepat masuk”
Teriak Bu Eliza dari kejauhan.
“Awas aja kamu nara” umpat Diana.
Jam pelajaran pun di mulai hingga jam pelajaran selesai, bel bunyi istirahat pun di mulai.
“OMG keren bener tadi kamu Nara, Jambak si Diana ” ucap Vina sahabat Nara.
“tentu dong!” bangga Nara sambil berlagak.
__ADS_1
“gimana kalo kita ke kantin, aku udah laper” ucap Linda sahabat Nara.
“udah mu berdua aja yang ke kantin. Kalian duluan aku lagi gak ikut. Gak mood”
Kata Nara sambil menunjuk kan ekspresi lesu.
“yaudah kita kekantin duluan yaa byee”
ucap Vina meninggal kan Nara di kelas sendirian, sembari melambai kan tangan.
Saat keadaan ruang kelas Nara sepi, hanya Nara yang tertinggal.
“Nara” tiba-tiba seseorang memanggil nama nya dari belakang.
Nara hafal dengan suara itu.
“hem apa mu kemari, kenapa gak sama si tebal muka”
Ejek Nara sambil menatap orang yang sekarang tepat di depan hadapan nya.
“santai aja kali, aku sama Diana gak balikan kok” ucap Reandi yang tiba-tiba duduk di samping Nara.
“bukan nya tadi kamu balikan sama Diana? Apa aku halusinasi aja yaa?”
" Tckk kan gue gak bilang iya!” Bantah Reandi langsung.
“to the point aja dehh! Mau apa Lo kesini sekarang”
tanya Nara sambil melipat tangan nya di dada.
__ADS_1
“kontrak untuk jadi pacar aku batalin” kata Reandi.
“serius ?? Yakin? Beneran nihh? Asik aku bebas dong!” Girang Nara spontan.