
“Dah beres tinggal Lo tarik” ucap Linda.
Malam pun tiba, tenda-tenda dan seluruh peralatan telah disiap kan.
Tepat pada saat Reandi tengah sibuk dengan urusannya.
Nara ingin ke kamar mandi, tapi tak lupa dia berpamitan dengan sahabatnya si Linda.
Sebab dia orang yang di percaya Reandi untuk menemani ku sekaligus sahabat terbaik ku.
“Lin aku mau ke kamar mandi dulu ya” ujar Nara pada Linda.
“mau aku anter? Lumayan jauh loh” ajak Linda segera berdiri.
“Gausah aku gak papah sendiri. lagian aku bawa senter kok, aku juga berani”
Jawab Nara sigap yang tak mau meropat kan sahabat nya tersebut.
“Hati-Hati yah pren” ucap Linda.
Di perjalanan Nara merasa ada yang mengikuti nya dari belakang, saat ia melihat ke belakang tidak melihat apa-apa, namun tiba–tiba tangan itu mendorong tubuh Nara dengan sangat kuat.
“Aaaaaaa”
teriak Nara tubuh nya di dorong oleh seseorang, Nara menggelinding di jurang hingga tak sadarkan diri.
“Rasain, mungkin dengan kamu mati aku bisa milikin Reandi seutuhnya”
Ucap seseorang yang telah mendorong Nara.
Setelah Reandi siap dengan urusan nya, dia bergegas menuju tenda milik Nara dan Linda.
__ADS_1
Linda yang sedari tadi menunggu Nara, tampak cemas karena kurang lebih sudah 30 menit Nara juga tak kunjung kembali.
“Lin mana Nara?”
Tanya Reandi menghampiri Linda.
“Di toilet tapi dia belum pulang-pulang”
khawatir Linda sambil menggigit bibir bawahnya.
“Ck ni anak malah ngilang, Lin pinjem senter. soalnya gelap di sana” pinta Reandi.
“Nih, cari ya sampai ketemu semoga gak tersesat”
khawatir Linda menyerahkan baterai.
Setiba nya Reandi di kamar mandi tersebut.
Tanya Reandi mengetuk pintu toilet.
“Eh, kayaknya enggak ada Nara di dalam” khawatir Reandi bingung ia pun mulai mencarinya.
“di Mana kamu nar”
ujar Reandi menyorotkan senternya ke pinggir jurang.
“Gak ada, gak mungkin kan dia nyasar kesini” gumam Reandi mencoba memastikan, namun dia menginjak sesuatu di kakinya.
“Ini kan gelang nara” ujar Reandi mengamati gelang tsb.
“Apa dia nyebur kesini ya? Masa nyasar kejurang?” tanya Reandi pada diri sendiri.
__ADS_1
“aku coba cari tapi, tunggu itu–”
Ucapan Reandi terpotong ia melihat sepotong tangan tertutup kayu besar.
“Nara? Itu tangan Nara, gak mungkin kan.”
Gumam Reandi melihat tangan Nara tertutup kayu besar, Reandi gegas melompat dari atas jurang, ia menghampiri Nara yang tertelungkup dan tangannya tertumpuk kayu besar.
“Nara–”
Histeris Reandi sambil mengangkat kayu itu, dan langsung memeluk Nara.
“Nara kamu gak mungkin ninggalin aku kan, Nara...”
khawatir Reandi ia kemudian menepuk pipi Nara yang tak sadarkan diri.
“tangan Lo berdarah”
Gumam Reandi ia menyobek baju nya dengan sekuat tenaga, dan mengikat nya di tangan Nara untuk menghentikan pendarahan.
“Sial, hp ku gak ada sinyal”
Dengkus Reandi ia memasukan ponselnya kembali ke saku.
“Nara kamu bertahan ya”
Ujar Reandi memangku Nara dan membawanya kegua yang tak jauh dari tempat Nara dan Reandi.
“Untung aja ada gua, kalo nggak ada gua bingung mesti gimana mau berteduh” syukur Reandi sambil memeluk Nara, tak lama hujan turun
“Hujan turun lagi, sial! kamu kedinginan pasti ra” Cemas Reandi ia melepas jaket nya dan memakaikannya di tubuh Nara.
__ADS_1
‘aku ngerasa aneh, masa Nara tersesat ke jurang? Padahal jarak jurang dengan jalan lumayan lebar, lagian Nara bawa Batrai sendiri gak mungkin kan dia gak bisa bedain jurang Ama jalan?’ batin Reandi bertanya-tanya.