Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 13 Umpan awal


__ADS_3

“ughh...” lenguh Nara ia melihat dirinya di peluk Reandi begitu erat, ia langsung melepaskan diri.


“sayang kenapa di lepasin” genit Reandi membuat Nara bergidik.


“Gak mau di sentuh kamu, takut kayak tadi malem kamu ganas banget”


Ucap Nara sambil membuat ekspresi takut-takut, Nara melirik jam di samping nya membuat dirinya terkejut.


“sekarang jam 7. astaga aku kesiangan gimana Nihh aku males berangkat sekolah.. Heemm” Rengek Nara membuat Reandi tersenyum.


“Tenang aja, aku udah izin dua hari gak kesekolah untuk kita berdua” ucap Reandi membuat Nara mengelus dada.


“hufhss....syukurlah. Kenapa ga bilang dari tadi”


“Ini kan udah bilang. Jadi sayang, kita lanjutin yang tadi malem” kedip Reandi membuat Nara ketakutan ia langsung masuk kamar mandi meskipun tertatih-tatih.


“Aishh...kabur. Gagal deh” kecewa Reandi ia turun dari ranjang dan mengguna kan kimono, ia mengambil pakaian di lemari dan keluar kamar untuk mandi di kamar sebelah.


Setelah selesai mandi nara keluar mengguna kan handuk dengan secepat kilat ia mendekati lemari, dan buru-buru memakai baju karena takut ada Reandi.


“sayang kok buru-buru gituh pakai bajunya, tenang aja aku gak akan makan kok” ucap Reandi sambil tiduran di sofa.


“kamu....kamu kapan ada di sofa, tadi kamu bukannya keluar mau mandi?” tanya Nara was-was dengan tatapannya.

__ADS_1


“dari tadi aku di sini loh” ucap Reandi mengedipkan mata nya.


“tapi tadi gak ada! Apa jangan-jangan kamu demit yang menyerupai Reandi? Gak bisa di biarin."


Ucap Nara sambil mengambil air di meja dan menyemburkannya di wajah Reandi.


Byurrrr


“sayang apa apaan si kamu? Kok nyembur nyembur aku!” emosi Reandi sambil mengusap wajahnya.


“oh ternyata kamu asli yah kirain demit!” ucap Nara sok polos.


“kamu sengaja yaa?” tanya Reandi.


“sok polos aku tau kamu cuma pura-pura, kamu sengaja kan! jadi kamu harus dapet hukuman sayang”


Ucap Reandi sambil memeluk pinggang Nara dan mendongak kan wajah Nara ke atas.


“Jangan lagi, aku gak mau!” tolak Nara.


“kamu udah gak bisa nolak lagi sayang!” bantah Reandi ia mengecup leher jenjang Nara.


Bahaya Nihh gimana caranya biar aku kabur dari kungkungan Reandi.Oh Iyah mungkin cara ini ampuh yaitu menjadi lebih bajingan. Batin Nara sambil tersenyum smrikk.

__ADS_1


“oh jadi gimana sayang? kamu sangat ingin menginginkan saya” ucap Nara sambil memegang adik Reandi di bawah.


“kamu berani!”


“tentu saja saya berani”


Ucap Nara ia mencium leher Reandi,dan mulai membuka kancing kemeja Reandi ia mengelus dada bidang Reandi dengan sedikit godaan.


“hmm...hah....ssstt...” desis Reandi sambil membenam kan wajah nya di pundak Nara.


Nara trus melancarkan aksinya, ia mulai mengeluar kan adik Reandi dari balik Celana dan mengelusnya perlahan.


“sssst....aku gak taha–n” nada Reandi begitu berat ia menggigit pundak Nara.


“akhh....sakit” teriak Nara.


“ja-jangan siksa ak–u Nar....”ucap Reandi yang merasa tersiksa dengan birahi nya.


“yokk....si mesum minta tolong”


ledek Nara mendorong Reandi ke sofa langsung lari ngibrit meninggal kan Reandi yang tengah tersiksa bahkan jagungnya telah berdiri tegak.


“Sial Nara. Nara!!” teriak Reandi membuat Nara yang mendengar nya ketawa cekikikan.

__ADS_1


“Rasain emang enak! Gadak kapok nya tuh cowok minta jatah trus, bisa-bisa mati aku”cemooh Nara turun tangga dan langsung menghampiri meja makan yang tertata rapi.


__ADS_2