
“Maksud kamu?” tanya Nara.
“ibu sama bapak ku meninggal 2 tahun lalu karena kecelakaan mobil, dan perusahaan di wariskan ke aku, dan kakak ku yang ngurus perusahaan ayah soalnya aku masih sekolah” sendu Reandi lagi.
“apa kamu gak takut kalo kakak kamu ngambil perusahaan itu” tanya Nara.
“aku ikhlas kalo misalkan perusahaan itu di ambil kakak ku, kamu tenang aja semisal kalo suatu hari itu terjadi. kamu gak usah khawatir aku juga udah merintis usaha meskipun belum sebesar perusahaan papah” ucap Reandi sambil menggenggam tangan nara dan meyakinkannya.
“ehemm acaranya di mulai saja, ini udah jam 11 malam”ucap pak penghulu yang sedari tadi memperhati kan kedua calon suami istri tersebut. sang penghulu dan Reandi berjabat tangan dan mengucapkan kata dan di ulangi oleh Reandi.
“Saya terima nikah dan kawinnya Nara binti erlan dengan maskawin tersebut di bayar tunai” ucap Reandi lantang saat mengucap kalimat sakral itu.
“Para saksi sah” ucap pak penghulu.
“sah” ucap para maid dan para bodyguard yang menjadi saksi.
“sekarang kalian sah menjadi suami istri, ini baru pertama kali saya mengawinkan seseorang di jam 11 malam hari, Kalian berdua ini kebelet nikah masih muda padahal kalian–”
__ADS_1
Cerocos pak penghulu yang kesal karena teringat dirinya di bawa paksa dari rumah saat sedang belah duren istrinya. ia kesal lantaran belum mencapai puncaknya sudah di ganggu para bodyguard Reandi, pak penghulu awalnya menolak namun karena tawaran yang menggiurkan ia mau.
“pak kalo bapak comen trus saya potong loh uang nya tadi saya mau ngasih 8 juta jadi 1 juta”
Ucap Reandi sambil tersenyum tapi pak penghulu langsung bergidik ngeri.
“iya saya berhenti kalo gitu saya pamit permisi” ucap penghulu itu pergi dan di antar para bodyguard dari belakang.
“Reandi apa kamu gak keterlaluan bawa paksa orang hampir tengah malam” ucap Nara sambil menatap Reandi.
“gak papah menurut ku toh dia di kasih uang banyak dari aku” ucap Reandi.
“sayang aku gak sabar loh lagi kepengen” mesum Reandi mengangkat tubuh Nara ala bridal style membuat Nara malu di hadapan para maid.
Reandi langsung masuk kamar dan membaringkan Nara di kasur. Dengan fokusnya Reandi memandang wajah Nara yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.
“Kamu capek gak sayang malam ini? Udah ngantuk belum?” ucap Reandi mengintrogasi Nara.
__ADS_1
"Ngantuk sedikit"
“Baru sedikitkan sayang?” jawab Reandi langsung mencium serta menindih Nara ia meremas dada Nara dan trus mengabsen seluruh tubuh istrinya dengan ciuman sebagai tanda kecupan kepemilikan Reandi.
Dengan agresifnya Reandi, kini Nara polos seperti bayi yang tidak mengenakan pakaiannya sehelai pun dengan aksi brutal ala Reandi.
"Tidur lah sayang" ucap Reandi yang menghentikan aksinya, kala dia tersadar malam ini istri nya tengah ngantuk dan kelelahan.
Dengan kantuk yang melanda Nara, hanya merespon dengan anggukan kepala saja.
Nara lupa jika malam ini adalah malam pertama bagi mereka sebagai pengantin baru yang sah.
Dengan sigap Reandi memeluk tubuh istri nya, yang tanpa busana agar hangat di dalam dekapannya.
Matahari mulai terbit, silau cahaya menembus jendela dan menyoroti kedua sejoli yang masih tertidur pulas.
“ughh...” lenguh Nara ia melihat dirinya di peluk Reandi begitu erat, ia langsung melepaskan diri.
__ADS_1
“sayang kenapa di lepasin?” genit Reandi membuat Nara bergidik.