Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 40 Flashback off


__ADS_3

“Nara, saya suka sama kamu,”


Jujur Ravandi membuat Nara kaget.


“Kakak gak boleh bohong sama perasaan. bercanda nya gak boleh kelewatan juga kak hahaha,” ucap Nara sambil tertawa.


“Aku serius,”


Tatap Ravandi membuat Nara menghentikan tawanya.


“Sejujurnya aku juga suka sama kakak,”


Jujur Nara membuat Ravandi senang, ia kemudian mencium Nara. membuat Nara terkejut.


“Dasar mesum upss....”


Ucap Nara ia menutup mulut.


“Jadi, mulai sekarang kita pacaran,”


Ungkap Ravandi ia memeluk kembali Nara.


Nara dan Ravandi menjalin hubungan, serta Nara juga masuk sekolah hingga lima bulan kemudian. dengan caranya yang to the point Ravandi meminta bantuan Nara.


“Sayang, aku mau minta bantuan kamu,” ucap Ravandi.


“Bantuan apa?” tanya Nara.


“Bunuh adik aku,”

__ADS_1


“Apa? Bunuh adik? Emangnya kamu punya adik?” kaget Nara.


“Punya, apa kamu mau tau? Aku sebenarnya anak adopsi keluarga R. Jadi setiap generasi akan dinamai huruf depan R.


satu tahun lalu orang tua yang mengadopsi ku sejak aku berumur 7 tahun mati karena kecelakaan, dan hartanya di wariskan pada anak nya Reandi anak satu-satunya.


Alasan aku ingin merebutnya karena, sejak kecil mereka mengadopsi ku tapi tetap saja kasih sayang mereka di curahkan pada Reandi,”


Benci Ravandi ia mengingat kembali kejadian masa kecilnya.


“Sayang, masa sulit sudah terlewati. Aku akan membantu mu,”


Ucap Nara ia mengelus rambut Ravandi.


Keesokan harinya, Nara mendapat informasi bahwa Reandi mencari orang yang tengah meretas datanya. Nara menyuruh salah satu bawahannya meretas data, dan sengaja berpura-pura menyelamatkan si pelaku peretas.


Dan pada saat itu juga, Nara tertangkap oleh bawahan Reandi.


Matanya di tutup kain ia berteriak-teriak, ia tak menyangka saat itu kesuciannya di renggut Reandi. bahkan Ravandi pun belum pernah menyentuhnya, ia menyesali kebodohannya ternyata targetnya orang mesum.


Nara terbangun dari tidurnya ia berdebat dulu dengan maid membuatnya kesal, ia mengguyur dirinya di shower ia meruntuki nasibnya.


Serta ia menangis membayangkan jika ibunya marah di alam sana, karena anaknya menjadikan dirinya kotor.


Nara diancam Reandi, Nara menebak dirinya pasti akan di cari tahu informasinya oleh Reandi.


Untung saja ia sudah menyiapkan rencana sempurna, yaitu ibu sakit palsu butuh operasi.


Nara memberi tahu Ravandi bahwa rencananya gagal, untung ia sudah menyiapkan rencana cadangan.

__ADS_1


Nara juga hari-harinya tidak tenang karena Reandi selalu berbuat mesum padanya.


Nara meminta Reandi menikahinya, karena Nara berpikir jika sudah menikah ia akan membunuhnya dengan mudah.


Reandi menyatakan perasaannya namun Nara menolaknya, hingga saat di hutan saat ia di dorong Diana ke jurang.


Dan Reandi yang menyelamatkannya membuat nya merasa bersalah, ia pun menyetujui cinta Reandi dengan tulus.


Flashback off


“Reandi,”


Ucap Nara, saat tangan kekar mengalungkannya ke pundak Nara dari belakang.


“Aku Ravandi, bukan Reandi,”


Sahut Ravandi, membuat Nara terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduk yang ada di taman.


“Sayang, kamu salah sebut nama. kayaknya kamu suka sama adek aku”


Muram Ravandi membuat Nara gelagapan.


“A-aku ta-tadi cuman salah sebut,” gagap Nara.


“Yaudah aku maafin,”


“Kamu ngapain ke sini? Gimana kalo nanti Reandi sampe tahu?”


“Kamu, gak usah khawatir,”

__ADS_1


“Maksud kamu.”


“Ikut aku, aku bakalan tunjukin sesuatu ke kamu,”


__ADS_2