
“udah pokok nya malam ini gue mau lanjutin yang tadi sore”
Ujar Reandi dalam mabuk nya, dia masih kurang dan minta ronde yang ke dua.
Dan kemudian Reandi memulai aksi nya kembali, tanpa pemanasan terlebih dahulu.
“Ja---jangan”
Teriak Nara mencoba melepas kan dirinya.
Tapi tak mungkin, tenaga Reandi tidak bisa di tandingi Nara.
“tenang aja aku bakal kasih uang buat kamu kok” ucap Reandi sambil merobek pakaian yang di kenakan Nara dengan paksa.
“Gue bu--kan ce-w-ek murah-an...”
Ucapan Nara terbata bata Karna Reandi menyentuh area sensitif nya yang membuatnya geli. Seketika seperti tersengat.
“Besok .Kamu boleh ke sekolah, tapi bareng gue. jangan lupa sandiwara jadi pacar gue.
Tenang aja dapet duit juga kok....”
Ujar Reandi lagi sambil terus melanjut kan aksi penyatuan hingga ketahap selanjut nya.
Tanpa pemanasan, Reandi memimpin setiap gerak nya dengan sangat kasar.
Nara sampai tak sadar kan diri ulah Reandi yang brutal.
[] [] []
Paginya Nara terbangun ia kaget melihat diri nya di pelukan Reandi ia langsung mendorong kan tubuh Reandi kasar.
“Aww...”
__ADS_1
Ringis Reandi memegangi bahu nya yang tertabrak meja di belakang.
“Rasain mu...dasar orang berengsek”
Ucap Nara sambil melenggang masuk ke kamar mandi.
setelah selesai mandi, Nara bingung karena dia tidak membawa baju ganti nya saat masuk ke kamar mandi.
“Nona apakah anda sudah selesai mandi nya?
ini saya siapkan baju seragam nona”
Ucap maid tersebut yang masih menunggu di depan pintu kamar mandi.
kemudian Nara membuka kan pintu kamar mandi dan mengambil nya.
“kalian kenapa masih ada di kamar ku?”
Tanya Nara yang baru keluar dari kamar mandi.
Ucap maid itu lagi.
“gak usah, biar aku sendiri aja” tolak Nara langsung.
“Tolong, jangan mempersulit kami nona” bantah maid itu.
“oke oke ” ucap Nara pasrah.
‘kenapa pake acara di rias sihh. Emang nya mau fashion show’ batin Nara begitu kesal.
Setelah selesai, akhirnya Nara turun ke bawah ia melihat Reandi sedang menunggu nya.
“udah selesai?” tanya Reandi kemudian.
__ADS_1
“belum! Ya iyaa lah udah. pake acara nanya pula” ucap Nara mendengkus kesal dipagi hari.
“yaa udah ayo berangkat ke sekolah”
Ajak Reandi diikuti Nara di belakang nya dan masuk ke dalam mobil nya.
Di perjalanan arah ke sekolah, Reandi menyerah kan surat kontrak kepada Nara.
“kontrak apaan nih?
Aku gak mau yah ngejual harga diri ku.
Buat lelaki kayak kamu dan juga gue gak butuh duit haram mu itu ”
Tegas Nara melempar kan kertas itu dengan kasar.
“ohh...jadi kamu gak mau?
Apa kamu lupa? kalo kamu ituh tawanan ku dan jangan lupa ibu kamu jadi taruhan nya.
Cepet tanda tangan kontrak nya itu.
kenapa susah nya sih?
Tohh, kamu juga untung banyak, atau kamu mau seisi sekolah tau kalo kamu jadi jalang”
Ancam Reandi dengan senyuman semirik mengeri kan.
“sial iya aku terima!!
Kontrak berjalan cuman sampai 8 bulan Kedepan, tapi kamu jangan coba-coba nyakitin ibu gue”
Balas Nara dengan menanda tangani kertas di depannya tersebut.
__ADS_1
“bagus!! Mulai sekarang kamu jadi cewek ku.
Kamu harus Layanin aku dan pura-pura jadi pacar ku”