Menjadi tawanan sang osis

Menjadi tawanan sang osis
Bab 7 Otak traveling


__ADS_3

Bel berbunyi nyaring, seluruh siswa kembali masuk ke kelas nya masing-masing.


Jam pelajaran pun di mulai, baru beberapa menit Nara sudah tak fokus dengan belajar.


Dalam lamunan Nara dia terus bergulat dengan fikirannya. Dia menyadari kesuciannya telah direnggut oleh Reandi, tetapi dia juga mau untuk bertangung jawab.


Nara terus bertanya dalam fikirannya, jika nikah tanpa cinta gimana akan jadinya? bagaimana jika masalah ini diketahui ibu?


Rasa penyesalan terus menghantui fikiran Nara.


Hingga bel berbunyi itu artinya pelajaran telah selesai.


Kini Nara dan Reandi serta Diana sedang berada di parkiran.


“sayang ayo kita pulang”


Rengek manja Diana sambil melingkar kan tangannya ke Reandi.


“ckk jangan sentuh aku, kenapa gak sama si niko ajah tuh”


Tunjuk Reandi pada Niko yang dari tadi tengah menatap tajam mereka berdua.


“andi ayo cepetan pulang aku laper”


Ucap Nara sambil melingkar kan tangannya di tangan Reandi juga.


“iya sayang ayo”


Ajak Reandi sambil melepas kan tangan Diana yang dari tadi mengamit lengannya, Reandi dan Nara meninggal kan diana di parkiran.


“Reandi aku ini pacar kamu!! Kok kamu malah Deket sama dia!”


Teriak Diana sambil menghentak hentakan kakinya.


“Diana udah kamu jangan kejar Reandi, kamu itu pacar ku”


Ujar Niko sambil menarik tangan Diana dari belakang.

__ADS_1


“Apa? Hubungan nya sama kamu ! Ini semua karena mu yaa. Aku benci sama mu”


marah diana sambil menampar pipi Niko keras.


“diana kamu jangan keterlaluan ya!! Sini kamu”


Ucap Niko sambil mempererat pegang tangan Diana, masuk ke mobil nya untuk pulang bersamanya.


“Lepasin aku Niko”


Teriak Diana, meronta-ronta sedangkan Niko melaju kan mobilnya tanpa memperduli kan teriakan Diana sama sekali, bahkan menoleh pun tidak.


“Reandi kayak nya Diana gak mau sama niko deh, soalnya dia teriak teriak Mulu di mobil niko”


ucap Nara sambil menatap mobil Niko yang sudah melaju.


“asal kamu tau aja Diana sama niko itu suami istri. Mereka dijodohkan, orangtuanya teman masa SMP”


Ucap Reandi sambil menatap Nara.


“Whatt?? Yang bener?” ucap Nara kaget sampai tak sadar matanya membulat.


Ujar Reandi sambil menyungging kan senyuman tipis.


“orang kesurupan sama orang kaget beda!”


Bantah Nara sambil melipat kan kedua tangannya di dada.


“Emang beda nya gimana?”


tanya Reandi sambil menatap wajahnya.


“orang kesurupan matanya keatas kebawah” kata Nara dengan wajah sok tahu.


“Tapi kan kebanyakan orang kesurupan matanya ke tengah”


Kata Reandi tak mau kalah.

__ADS_1


“yaudah terserah kamu aja deh. males debat pengen pulang udah laper”


ucap Nara sambil melangkah masuk ke mobil.


“cie pengen cepet-cepet pulang gak sabar yah”


Usil Reandi sambil masuk ke mobil, Nara langsung memukul kepalanya.


“Awww sakit sayang”


Rintih Reandi sambil memegang kepalanya.


“otak mu tuh traveling Mulu, gak asik tau”


Ucap Nara membuang kan pandangan mukanya.


“kata siapa gak asik? Asik tau?”


Ucap Reandi sambil menatap wajah Nara.


“Yang asik apa nya?” tanya Nara.


“Main nya asik gitu desah-desah loh”


mesum Reandi sambil mengedip kan sebelah matanya.


“eh kamu tuh otaknya kenapa sih traveling Mulu emang segitu gak kuatnya yah?”


Tanya Nara dengan tatapan heran.


“iya gak kuat pengen langsung gitu, raba-raba dari atas sampe bawah. Udah ga kuat ini si adek kecil bawah”


Mesum Reandi.


“dasar mesum!! Di sekolah gayanya kayak orang alim di rumah, macam harimau emang fakta! Suka ngancem-ngancem orang lagi”


Dengkus Nara sambil memasang wajah jijik.

__ADS_1


“itu kebutuhan wajib tau! Asal kamu tau kalo mamah sama papa kamu gak goyang, gak ngerasain penyatuan panas, kamu gak akan lahir tau”


Ucap Reandi dengan kata kata agak vulgar.


__ADS_2