MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
TRUTH UNTLOD


__ADS_3

"Nikah pantatmu? astaga,aku tidak paham dengan pikiran anak jaman sekarang. Memangnya sehabis sekolah dunia berakhir hingga harus menikah cepat-cepat " sahut Sahan.


Dirgan mengorek telinga nya apa dia tidak salah dengar Sahan malah mendumel setelah ia lamar, padahal Dirgan sudah memikirkan nya selama satu tahun.


Tapi Sahan tidak menjawab dengan benar,ia terus menggerutu sampai kedua nya ketemu dengan time penjaga gedung yang juga baru tiba untuk bertugas.


"Halo Bos"panggil mereka serempak. Dirgan menganggukkan kepala,ia menggerakkan toros kepada Sahan untuk melanjutkan langkah kakinya keatas gedung.


"Mereka tadi mengusirku"Adu Sahan. Siapa tahu Dirgan akan menjitak kepala mereka satu-persatu


"itu perintah aku"sahut dirgan


"Ya aku tahu tapi magsudku......kamu tidak malu Dirgan?apalagi menyuruh kelas sepuluh?"cetus Sahan. Seharusnya mereka belajar malah nurutin apa yang Dirgan katakan. Apa lagi bila masih kelas sepuluh


Seharusnya Dirgan juga mengecup lama bibir pedas Sahan agar tidak sembarangan dalam berbicara atau kata-kata yang membuat Dirgan ******* nya dalam waktu dekat


Dirgan kemudian mematri kepada anggota baru yang datang setelah ia masuk sekolah. Mereka memang masih muda. Tapi atusiaas masuk tim Ari setelah tahu bahwa sekolah nya terdapat sebuah komunitas mengerikan.


"Bel, istirahat untuk kelas sepuluh sudah berakhir,harus nya kalian masuk ke kelas. Cepat! atau aku adukan pada wali kelas"ancaman Sahan


Namun keempat nya masih terpaku diam bingung,mereka tidak tahu harus ngikutin siapa ketika wakil OSIS dan bos mereka ada di tempat yang sama.


Mungkin saja ini ujian yang mengharuskan mereka memilih siapa yang akan mereka turutin.


"Aku merasa aku orang buruk yang menyuruh mereka"ucap Dirgan.


"Kamu memang buruk!kamu baru menyadarinya?" ketus Sahan


"Beneran?tetapi kenapa kamu mau di cium sama orang buruk ini Sahan?"Sontak saja hal tersebut membuat Sahan belak begitupun dengan ank buah Dirgan yang saling sikut.


Kedua pipi Sahan memerah saking kaku nya, sehingga dia menyeringai sebab akhirnya ia bisa melihat kembali raut wajah cantik Sahan.


"Kembalilah,terima kasih sudah menjaga nya untuk ku" ucap Dirgan. keempat bawahan Dirgan pun mengangguk dan berpamitan wali pun Sahan tidak kuat bila harus menatap mereka berdua kembali.


Malunya tidak main ia mentanp Dirgantara dengan tajam. Sahan harus memberi pelajaran kepada orang yang tidak bisa menjaga rahasia nya.


"Kamu sungguh tidak punya malau malah mengatakan nya di hadapan mereka"geram Sahan


"Aku hanya mengatakan pakta sayang"Sahut Dirgan


"Tapi kamu buat aku malau!"


"Tidak pa kita malu berdua,ayo kita masuk" ajak Dirgan. Ia menepuk pelan bahu Sahan serta lekas beranjak terlebih dahulu,sebab meladeni Sahan akn membuat wanita ini meledek makin cepat nantinya.


Terlihat bagai mana Sahan mengepal kedua tangan nya erat. Bahkan hentakan kakinya lebih lantang di bandingkan milik Dirgan ketika berdua nya masuk gedung yang banyak debu.


"Aku heran, kenapa gedung ini tidak di gunakan?sayang sekali kalau terbelengkalay"ucap Sahan


"Akan aku gunakan untuk markas anak-anak"timpal Dirgan. Sahan berdecak sebab peria ini menangapi nya membuat nya kesal. Bahkan organisasi resmi seperti OSIS saja tidak menggunakan banyak ruanagn seperti Dirgan.


Ia kemudian melangkah kan kaki meskipun Dirgan menahan lengan nya dengan cepat.


Peria ini merunduk, ketika melihat banyak jejak sepatu yang membuat Sahan pun ikut memperhatikan ukiran yang tersebar di lantai.


"Di sebelah kanan"gumam Dirgan

__ADS_1


"Koridor kiri juga banyak"ucap Sahan


"Lebih banyak naik"timpal Dirgan. Sahan kemudian memusatkan atensi nya kepada anak tangga dengan debu yang hampir menghilang sebab banyak jejak kaki yang telah menapaki area tersebut.


Kemudian Dirgan menuntun Sahan naik keatas sembari mengedar pandangan waswas dulu tidak ada yang berani kesini.Dirgan meninggal kan sekolah lama hanya menanganinya dari jauh, sampai tidak tahu sudah banyak orang yang datang kemari.


"Apa Lisa melihat jombi disini?"bisik Sahan


"Aku zombie,nya dan aku berikan kamu di sini"jawab Dirgan. Sahan menepuk otot kanan Dirgan yang lagi-lagi asalkan Sahan ingin mendapatkan jawaban yang sangat teramat serius sekali.


Mereka meng hentikan langkahnya,ketika mendengar sura tertawa tiga peria pin terdengar membuat Sahan menggenggam semakin kuat lengan Dirgan.


Suasana berubah menjadi menegangkan untuk Isak tangis siswa bersama dengan seorang pria.


Dirgan terus mengambil langkah,sampai final mencapai ank tangga terakhir,Sahan membelalak ketika melihat Hera tengah mencabik Putra sembari menangis dengan sabuk nya.


Sahan secara sempontan melangkah kan kaki nya Maju,meski Dirgan menahan raga wanita tersebut untuk tetap di samping nya.


"Wah,wah ada kebisingan apa ini"tanya Dirgan. Hera semula terperanjat, begitu pun dengan peria penindas yang lain yang sama terkejutnya.


"B_Bos",sahut mereka gugup. Sahan memperhatikan Hera yang menduduk, wanita tersebut membantu putra beranjak bangkit setelah tubuh nya mengalami memar hebat.


"A_anda sedang apa disini?"tanya nya


"Pacaran" sahut Dirgan. Ia mengacungkan genggaman tangan nya dengan Sahan.Mem perhatian are sekitar melihat lantai yang bersih karna mereka membersihkan area ini.


"Apa tempat ini sering di kunjungi?"tanya dirgan. Lampu pun terpasang dan ada beberapa cemilan serta tong sampah. Termasuk asbak dan rokok kretek yang mereka Setok di jendela.


"Be_berapa siswa sering kesini"sahut nya


"Sa-Saya Rold dan ini Rian"


"Team mana"


"Ka-kapten Redi" Dirgan menggangguku. Ia kemudian menggerakkan toros kepada Hera dan Putra untuk menayakan identitas nya.


"PU-putra...."ucap Sahan gemetar. Ia mencoba melepaskan genggaman tangan dari Dirgan karna ia ingin menghampiri Putra.


"Kamu kenal dia?"tanya Dirgan


"Dia temanku"sahut Sahan


"Bagai mana dengan yang wanita"


"Dia juga teman ku,kelas sebelas sosial dia bendahara kedua OSIS"Sahut Sahan. Dirgan berdecak ia menggaruk kepalanya kasar ketika dirinya sungguh tidak ingin berurusan dengan hal-hal seperti ini.


Kenapa juga Rolad dan juga Rian menindas anggota organisasi yang sudah membantu untuk mengelolah sekolah dengan baik. Mengganggu Sahan sekali, sebagai wakil pemimpin.


"Bubar"ucap Dirgan


"Tunggu,dulu aku mau nanya kepada kalian kenapa kalian merundung putra dan--"


"Bubar"bentak Dirgan. Kedua penindas ini pun langsung lari melewati Dirgan dan Sahan keluar gedung, begitu pun dengan Hera mambantu putra tertatih ini untuk pergi.


"Kalian tunggu"ucap Dirgan. Sahan mencoba kembali, untuk melangkah meski Dirgan benar-benar menahan nya,peria ini mematri atensi intens kepada Sahan yang juga mentap nya tidak paham.

__ADS_1


"Jangan coba-coba menyentuh peria lain"ucap Dirgan. Kemudian ia merogoh, sakunya mengeluarkan ponsel serta menghubungi Redi dan Ari untuk datang ke gedung sayap kiri.


Kemudian Dirgan berjalan menuju kursi kosong yang anak buah Redi tinggalkan. Lekas mendudukkan diri disana,meski tangan Sahan gatal ingin membantu putra serta Hera sebab kedua nya terluka.


"Sejak kapan kamu di tindas?"tanya Dirgan


"Kenapa?kau juga ingin menindas ku?"jawab Putra


"Itu bukan gayaku"ucap Dirgan.


"Benarkah?lalu apa gayamu? melecehkan siswa"lontar Putra


"Memerintah"koreksi Dirgan.


Putra tidak memberi tanggapan lagi ketika ia melepaskan rangkulan Hera serta beranjak sendiri untuk pergi sembari memegang perutnya.


"Aku menyuruh mu menunggu disini"ucap Dirgan. Putra tidak mendengarkan perkataan peria tersebut.


Dimana Dirgan melepaskan tangan Sahan dan beranjak bangkit. Ia menyusul putra, hingga Sahan dan Hera sepontan berteriak saat Dirgan menendang punggung Putra yang tersungkur.


"Dirgan!"bentak Sahan


"Gunakan telinga mu"lontar Dirgan. Putra terbatuk hingga Sahan berlari menghampiri Putra membantu nya berdiri.


Bersamaan dengan Ari dan Redi yang datang terengah ketika mereka sudah berlari sekuat mungkin untuk sampai di gedung. Untung saja mereka ada di sekitar sini.


"Astaga ada apa ini? kupikir kau dalam bahaya karna ada di gedung sayap kiri"ucap Ari. Ia menyeka kening nya setelah merasa lega melihat Dirgan baik-baik saja.


"Ada penindasan disini mereka korban nya. Pelaku ada di tim Redi"


"Aku"ucap Redi


"Kau tidak tahu"timpal Dirgan. Redi menggeleng kan kepala.Ia tahu semuah anggota nya anak baik semuah. Tidak ada rumor apapun juga saat Dirgan gaada. Keadaan sekolah aman terkendali di tangan mereka.


Dirgan lantas menggulirkan pandangan kepada Hera yang masih menunduk gemetar,di mana Dirgan meraih dagu nya agar wanita itu terdongkak.


Pipi nya sudah mendapatkan tamparan yang terpanggang nyata membekas sangat jelas. melihat dari bagian seragam bagian punggung dan belakang roknya kotor,serta tanda merah di tukang selangka wanita ini. Sepertinya Iyah telah mendapatkan hal yang jauh mengerikan.


"Redi,kamu membuat markas untuk tim kamu di lantai pertama. sedang kan Ari tetap di sayap kanan. Huni lantai satu saja, kemudian belokir lantai dua keatas agar tidak ada siswa yang menyalah gunakan tempat lagi"jelas Dirgan.


Putra sontak saja terkekeh, punggungnya gemetar sangking lucu nya titah Dirgan kepada bawahan bodoh yang membuat nya menyeka sudut mata, meratapi nasib.


"Apa yang kamu bilang?menyalah gunakan tempat?"lontar Putra. ia benar-benar tidak habis pikir sama tingkah bajingan yang seharusnya mati.


"Bukan nya kau sendiri yang menyalah gunakan tempat?"cetus putra. Dirgan menatap dingin,mahluk yang tidak tahu terimakasih karna dia sudah menyelamat kan dirinya.


"Aku bukan menyalah gunakan tapi aku mengatur....karna aku pemiliknya"lontar Dirgan angkuh. Putra sontak saja menyeringan. Ia beranjak bangkit serta merogoh sakunya perlahan ketika Sahan tersadar dengan tingkah yang putra lakukan.


"Jadi,kau mau mengisi gedung ini?agar tidak ada tempat bagi penindas merundung pengecut sepertiku?"tanya putra


"Ada sebagian tujuan,kesana,setidak nya pengecut seperti kamu bisa aman,namun aku lebih mementingkan hal lain. Lumayan juga Redi memiliki ruang luas"sahut Dirgan


"Tidak,kau salah.Karna kemana pun kami pergi. Tida ada tempat aman bagi kami meskipun ini menjadi wilayah mu"ucap Putra


"Kujami aman,jangan pernah memberontak mengucapkan terima kasih punsudah cukup"

__ADS_1


"Tidak,ini sama saja aku memasuki neraka,yang lebih luas karna kau.....iblis yang sebenarnya."


__ADS_2