MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
DESTROY


__ADS_3

Sahan berlari kencang menyusul Dirgan yang tertatih sendiri ketika aku masuk kedalam UKS.Sahan juga asal meledek saja yang hanya Dirgan dulu suka bersikap seperti itu.


"Dirgan!"panggil Sahan.Ia mengusap kedua pipinya yang basah sehabis memberikan tendangan nyata kepada Rafi yang ia bela namun mengecewakan.


Dirgan hanya membantu Sahan tidak mungkin mendapat kan ego dan gengsinya ketika peria ini menjaga citranya serta memberi pelajaran kepada mulut-mulut jahat seperti tadi.


Sahan lantas mengedarkan pandangan,lantaran perawat zepra sedang beristirahat di kantin.


Dirgan juga malah membuka lemari obat dan mengambil sembarangan alkohol,hingga menuangkan nya langsung kepada telapak tangan yang terluka.


Sahan lantas menggenggam kedua lengan Dirgan yang langsung di tepisnya.Dirgan mencoba untuk menyiraminya kembali meski Sahan menghalangi nya.


"Dirgan bukan seperti itu akau hanya-"Sahan terpelanjat takala Dirgan melempar botol alkohol tersebut hingga terbentur kuat mengenai obat-obatan lain.pipinya terasa panas dan memerah.


"A-aku minta maaf"ucap Sahan


"Persetan denganmu"jawab Dirgan.ia lekas memeriksa kembali lemari yang Sahan halangi.Di mana Dirgan mendorong Sahan sampai wanita yang kehilangan keseimbangan ini pun jatuh tersungkur dan kepalanya terbentur ranjang pasien sehingga Sahan sepontan mengerang sakit.


Dirgan sepontan terpaku diam,karna dia tidak berniat mendorong Sahan sekuat itu.Ia langsung melangkah pergi,meski langkah nya memberat di lambang pintu.


"Sial"upat Dirgan .Rasanya frustasi sekali ketika ucapan Rafi terngiang di kepalanya mengenai Sahan yang sering pergi bersama banyak peria.Atau bagay mana cara wanita ini menyakiti dirinya dengan menganggap hubungan mereka tidak pernah ada.


Dirgan menendang pintu UKS yang menimbulkan kaca jendela pun bergetar hebat.Ia pun menghampiri Sahan hingga memeriksa kepala yang dirinya pegang ini ternyata sedikit memerah dan menimbulkan benjolan kecil.


Dirgan menghela napasnya tenang,ia mengangkat tubuh Sahan yang membelalak saat dirinya di naikan keatas kasur pasien.


"Maaf"ucap Dirgan.Sahan menahan lengan Dirgan yang akan kembali pergi ini supaya mendengarkan apa yang ia katakan.


"Aku juga,biar aku yang obati"ucap Sahan.Ia kemudian beranjak turun dari atas kasur serta mengarah kan Dirgan untuk duduk di pinggir ranjang tersebut.


Sahan bergerak cepat untuk mengambil kotak obat yang sudah di sediakan dalam sebuah kotak putih,bila ada siswa yang membutuh kan bantuan saat perawat libur.


Sahan menarik kursi serta duduk di depan Dirgantara dan mengambil lengannya.Ia memeriksa kerikil yang beberapah yang masih menancap di telapak tangan dan saat peria itu terjatuh.


"Bibir mu dulu deh,ini masih basah"ucap Sahan.Setidaknya butuh waktu untuk,memastikan lengan Dirgan bersih.Ia akan mengurusnya nanti.


Sahan kemudian berdiri dan meraih kapas dan antiseptik.Menekan perlahan luka di bibir


Dirgan yang mematri atensi kepadanya.


"Aku akan mencoba untuk mengenyahkan mu semalam"ungkap Dirgan


"Lalu"


"Aku selalu menginginkan mu"ucap Dirgan.Sahan menarik napasnya.Ia menarik lembut dagu Dirgan agar bibirnya terbuka lalu membubuhkan salep untuk sembir sobek tersebut.


Ia tidak perlu menanggapi Dirgan,karna jawaban nya akn sama seperti itu walau Sahan memberontak untuk pergi.


"Dulu,atupun sekarang,kamu tetap sama menjadi milik ku.Kita berpacaran dan tidak bisa putus"tegas nya.Tidak peduli apa yang Sahan katakan kemarin,Dirgan akan berpura-pura untuk mendengar nya.


"Ya,aku tahu tidak mungkin lepas begitu saja darimu"timpal sahan.ia kemudian memeriksa sekitar wajah Dirgan yang nampak baik-baik saja selain pipinya yang merah karna tamparan Sahan.


Ia beralih ke lutut Dirgan serta memeriksa apahkah ada kerikil yang menempel di sana atau tidak.


"Sikut ku juga sakit"adu Dirgan.Sepontan Sahan mematri atensi kepada Dirgan yang menatap nya datar.Lantas Sahan memeriksa sikut Dirga terpengarah untuk luka goresan panjang sampai ke lengan atasnya.

__ADS_1


"Kok.......Astaga"Sahan baru saja mau menomel meski menahan nya.Lagi pula Dirgan bertengkar hanya membela Sahn.


Ia pun lantas mengambil kapas kembali,meski lengan nya tiba-tiba di pegang Dirgan supaya Sahan pokus kepadanya.


"Aku menyukai mu.......Sahan sangat.Tolong jangan aku yang membangun kita.Sukai aku"pinta Dirgan.Timbal balik yang Dirgan harapkan dari Sahan


"Hal seperti ini tidak-"


"Sahan,lihat aku,apa yang kurang dariku Hm?"potong Dirgan.Sahan mematri intens kepada Dirgan yang menatap nya nanar.Peria ini lebih meminta di banding memaksa seperti dahulu.


"Sikap mu"ucap Sahan


"Jika memang kamu menyukai aku.Maka hargai aku,hargai keputusan ku,pertimbangkan permintaan ku.Hubungan itu milk berdua Dirgan.Aku ikut andil menjalankan nya.Berpacaran juga bukan berarti harus bersama-sama,aku tidak bisa menemani mu setiap saat"jelas Sahan


Dirgan menghela napasnya.Ia merunduk serta mengusap lengan Sahan dengan ibu jarinya.


"Aku akn berubah Sahan,aku akn berusaha sebagai apa yang-"


"Aku tidak meminta kamu untuk berubah Dirgan.Kamu yang sekarang sudah cukup.Aku hanya ingin,kamu selalu mempertimbangkan aku bila melakukan sesuatu"jelas Sahan


Dirgan menarik Sahan serta melingkarkan lengan nya pada pinggang ramping sahan yang juga mengalungkan tangan nya kepada leher Dirgantara.Peria ini menyembunyikan wajah nya di dada Sahan.


Setidaknya,apa yang Sahan rasakan memang ada benarnya,Dirgan sedikit berubah Karan ia meminta kepada Sahan di banding memaksa. Kemarin pun rasanya berbeda saat ada di dekat peria ini.


"kamu mauga jadi pacarku" tanya Dirgan


"Hitung tanggal nya hari ini.Bukan dua tahun lalu"sahut Sahan.Dirgan menganggukkan kepala.Di mana Sahan menggulirkan pandangan kearah luar membelalak dengan sepontan menepuk lengan terluka Dirgan yang mengereng.


Peria tersebut sepontan melepaskan pelukannya,begitupun Sahan yang panik mengecek luka Dirgan.


"Woh! ini parah sekali"ucap Sahan heboh


"Oh,pak Dirgan lagi terluka aku mengobatinya"jelas Sahan


"Kemana yang lain?siswa dan siswi tidak boleh berduan di tempat seperti ini.Bisa menimbulkan kesalah pahaman"ucap Zefan. Ia mengambil alih pengobatan Dirga serta mengobati luka-luka yang peria ini derita.


"Ya,pak aku hanya lewat.Dan kebetulan berpapasan dengan Dirgan di sini dia sepertinya-"


"Sudah Sahan jangan membodohi ku.Kalian tidak boleh berpacaran di sekolah"tegas nya


********


Dirgantara terkekeh saat menyodorkan coklat mint. Untuk Sahan yang membara,di sekolah ini siapa yang tidak tahu hubungan nya dengan Dirgan.


Sahan hampir saja menipu dokter Zefan tersinggung Karan Sahan melontarkan alasan-alasan yang tidak jelas,dari CCTV pun sudah terlihat jelas mereka ber pelukan.


"Kasihan ayang"goda Dirgan. Sahan menancap kan garpu pada ayam goreng yang tidak bersalah karna dapat kan pelampiasan dari Sahan.


"Ini gara-gara kamu Dirgan!Seharus nya kamu gausah peluk-peluk segala.Kamu pikir ini sekolah mu apa!" Imel Sahan.


"Sekolah Ayah"


"Ah...gausah jawab Huwaaa nilai MPR ku akan berkurang"rengek Sahan.Ia menyendok nasi penuh murka serta melahap nya cepat hingga Dirgantara malah terkekeh saat melihat aksi Sahan satu ini.


"Napsu makan mu naik yah,saat diet delapan hari?"Sahan sepontan diam ketika Dirgan mengingat nya kepada itu.

__ADS_1


Sudah delapan hari ternyata, sekolah kehilangan intan yang meninggal karena*******hamil dan tidak tahu siapa yang meng hamilinya.Pwnanggung jawab harus segera ditemukan untuk mendapatkan keterangan.


Sahan lantas mematri atensi kepada Dirgan yang tengah mengunyah kacang almon bekal Sahan.Biarin memang benar satu-satunya yang bisa bertindak sesuka hati tanpa peroposal,atau pun persetujuan.Hanya peria yang ada di depan nya.


"Kenapa?ada yang salah?"tanya Dirgan.Jangn di tanya lagi kenapa dia jauh lebih sering bicara.Dirgan senang berpacaran dengan Sahan karna sekarang merupakan keinginan kedua nya.


"Aku, memikirkan Intan,sudah delapan hari penyelidikan mengenainya belum berkembang.Polisi pun berjalan di tempat karna mereka hanya di izinkan Dateng saat murid pulang sekolah.Karan merek mengganggu pelajaran.Aku mengajak Berayen tadi untuk ikut menyelidiki kasus ini,tapi dia harus mengajukan peroposal."jelas Sahan


Dia memperlihat wajah Dirgan yang tidak berubah dan masih pokus melihat wajah nya sambil mengunyah kacang almon.


"Jelas OSIS tidak bisa,tapi kamu bisa kan"ucap Sahan hati-hati


"Aku sibuk"


"Sibuk apa?"


"Pagi sampai sore aku sekolah,pulangnya main gems atau bersama teman-teman cari cewe"ucap Dirgan santai.


"Kamu bisa melakukan nya di sekolah Dirgan"bujuk Sahan


"Aku harus mengerjakan beberapa tugas kelas sebelas karna aku melewatinya Sahan"


"Tapi kenapa sekarang tidak belajar"


"Sekarang waktu nya berpacaran,aku pandai mengatur waktu dan fisika.Jangan khawatir aku tidak memikirkan mu"timpalnya


Sahan mendengus kesal,ia menggenggam erat garpu Karan Dirgan mudah mengnangapi semuah tanpa berpikir terlebih dahulu.


"Pikirkan dulu"


"Males,aku sudah sering berpikir belakangan ini"


"Dirgan plis"


"Ya, Beby, what you want? bedroom and destroy?" Sahan berdecak,kini sudah tidak ada harapan berdiskusi dengan Dirgan yang sudah ngaco serta tidak layak di ladeni.


Ia lebih mempokus kan semuanya kembali kepada makanan yang ada di hadapannya.


"Kamu,terlalu pokus sama orang mati Sahan tanpa kamu pikirkan orang yang ada di sekelingkamu Sahan"ungkap Dirgan.ia menarik lengan Sahan yang tengah menyendok nasi tersebut mengarahkan nya pada mulut sendiri serat melahap ayam goreng kol kesukaan Sahan.


"Magsud mu"Dirgan menggerakkan toras kepada meja teman-teman Sahan yang makan secara terpisah,karna mereka tidak ingin mengganggu Dirgan dan Sahan yang baru kembali bertemu selama satu tahun.


"Lisa hari ini banyak melamun hari ini,sepertinya dia ada masalah harus ya kamu pokus pada mereka yang masih hidup"jelas


Sahan menatap Lisa yang sedang menatap nasinya dan terpaku diam,dia kaget takala Agus menyenggol lengan nya.


Wanita tersebut ikut bergabung kembali dengan obrolan setelah pikiran nya teralih oleh hal lain.


"Kamu memperhatikan dia"Sahut Sahan


"Hari ini,ya aku barau mendapat kabar dari tim Redi masuk kegedung sayap kiri" jelas Dirgan.


"Saya kira bukan hanya kamu yang pernah masuk kedalam sana"


"Dulu sih iya,kayanya semenjak aku pergi,Kya nya banyak yang masuk kesana dan menyalah gunakan area"jawab Dirgan.

__ADS_1


"Menyalah gunakan"


"Tempat pelecehan"


__ADS_2